@yappingfess Sayangnya memang banyak orang yang gak tau batesan dan gak tau diri. Bahkan merasa merasa kalau kebahagiaan mereka itu tanggung jawab semua orang. Mereka merasa jadi pusat dunia yang mana semua orang harus ngutamain mereka. Udah bener kok kamu kaya gitu. Bodoamat aja. Gak penting
Wih ngeri pas liat postingannya kak eka dewi pratiwi di Facebook,langsung ke youtubenya dan menyambung nyambungkan apakah benar artis yang lagi viral????
Rangkumannya begini
Rangkuman singkat dari narasumber:
* narasumber ikut si artis dari sebelum terkenal
*si Artis pernah main FTV
*si artis melakukan ritual digunung Kawi dari sebelum menikah dengan suaminya
* narasumber selalu ikut mengantar si artis kegunung kawi dan pernah melihat foto Artis laki-laki terkenal diritual tersebut
*si artis menikah dengan Artis terkenal yang fotonya ada diritual.
*suaminya sangat meratukannya. Semua permintaannya ga bisa ditolak.
* keguguran 2x diduga menjadi tumbal
*suaminya tahu istrinya sering kegunung kawi tapi dibiarkan dengan tujuan biar nama istrinya juga naik. (Tapi si suami tidak ikut ikut ritual)
*punya anak dan anaknya sehat sampai sekarang
*banyak neni dan supir yang meninggal saat bekerja
*narasumber kerja dari tahun 2011-2017 dan selalu menemani ke gunung kawi
*Narasumber sempat berhenti bekerja dan kembali karena ada project youtube digunung kawi
Youtubenya boom dan terkenal
*Narasumber berhenti bekerja lagi setelah mengetahui fotonya ada dimeja ritual.
Dan oleh seorang ustadz ,narasumber tidak diperbolehkan menginjak rumah majikannya lagi atau dia tidak akan bisa keluar.
* si artis selingkuh dan selingkuhannya lebih tampan dari suaminya.
* si artis didepan kamera TV sangat baik seperti ibu peri tapi aslinya jahat dan temperamental
* suami tidak membongkar perselingkuhan istrinya demi reputasi
* bercerai dan si istri masih bersama selingkuhannya sampai sekarang
* suaminya adalah orang baik dan tidak pernah melakukan ritual seperti istrinya
*suaminya semakin memperbaiki diri setelah bercerai.
Kurang lebih seperti itu
lengkapnya silahkan nonton sendiri.
Temen gue minjem duit Rp 500 juta. Jaminannya sertifikat rumah asli senilai Rp 700 juta. Janji 10 bulan balik.
Gue: "Aman lah ya, sertifikat asli di tangan gue." Pas jatuh tempo lewat 2 bulan, bisnisnya bangkrut, duitnya amsyong.
Gue: "Gue sita ya rumah lo." Dia ngakak: "Sita aja bro kalau bisa. Megang sertifikat asli gak bikin lo bisa milikin rumah gue."
Gue langsung lemes.
KESALAHAN 90% ORANG: NYAMAIN "PEGANG SERTIFIKAT ASLI" = OTOMATIS AMAN
Banyak orang mikir, kalau sertifikat rumah debitur udah di tangan, kita udah jadi "raja" yang bisa usir dia kapan aja kalau macet. Ini blunder fatal.
Di mata hukum, pegang sertifikat doang tanpa eksekusi yang sah itu cuma modal megang kertas mahal. Surat lamaran sita lo bakal masuk tong sampah pengadilan.
RAHASIA 1: PEGANG SERTIFIKAT TANPA APHT = AMPAS
Temen gue pinter memanfaatkan celah hukum, sedangkan gue cuma modal percaya.
Harusnya pas pinjemin duit Rp500 juta, gue gak cuma ambil sertifikatnya. Tapi wajib bawa dia ke Notaris/PPAT buat bikin APHT (Akta Pemberian Hak Tanggungan).
APHT itu lalu didaftarin ke BPN sampai terbit Sertifikat Hak Tanggungan. Di situ baru ada titel eksekutorial "Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa".
FUNGSI HAK TANGGUNGAN: JALUR CEPAT SITA JAMINAN
Kalau ada APHT dan Sertifikat Hak Tanggungan, posisi gue aman sebagai Kreditur Preferen (diutamakan).
Begitu dia nunggak bayar (wanprestasi), gue punya hak:
1.Langsung jual objek jaminan lewat lelang KPKNL.
2.Gak perlu izin dia lagi, gak perlu nunggu sidang perdata yang tahunan.
Tanpa APHT? Sertifikat aslinya cuma jadi pajangan lemari. Lo gak bisa apa-apain.
RAHASIA 2: JEBAKAN BATMAN TANPA PERJANJIAN TERTULIS
Udah jatuh tertimpa tangga. Pas gue ancam mau gugat perdata ke pengadilan, dia malah nantang.
Temen: "Gugat aja, Bro. Emang lo punya bukti apa kalau gue ngutang?" Gue: "Kan gue ada bukti transfer Rp500 juta!"
Temen: "Gue tinggal bilang di sidang kalau duit itu modal investasi bisnis bareng. Lo investornya, bukan utang. Kalau bisnis rugi, ya tanggung bareng. Lo punya bukti chat atau kontrak utang?" Gue: Zonk.
KASUS UTANG TANPA KONTRAK = BUNUH DIRI FINANSIAL
Bukti transfer doang GAK CUKUP buat buktiin itu transaksi utang-piutang. Di pengadilan, argumen "modal usaha" atau "pemberian" sering dipakai debitur nakal buat ngeles.
Apalagi kalau gak ada surat perjanjian utang (SPH) di bawah tangan maupun notariil.
Niatnya mau baik bantuin temen, malah habis duit puluhan juta buat bayar pengacara dan waktu habis di sidang yang gak jelas ujungnya.
RAHASIA 3: ATURAN MAIN UTANG PIUTANG AMAN
Biar lo gak zonk kayak gue, ini pola aman kalau mau pinjemin duit jumlah besar pakai jaminan properti:
1.Wajib bikin Perjanjian Pokok (Perjanjian Utang Piutang).
2.Wajib bikin Perjanjian Aksesoir (Pengikatan Jaminan lewat APHT).
3.Urus semua di depan Notaris/PPAT yang sah.
Jangan pernah transaksi di bawah tangan cuma modal "enggak enakan" sama temen.
SIKAP DI INTERVIEW: CARA JAWAB SOAL RISK MANAGEMENT
Kasus ginian sering keluar di interview user bank/BUMN bagian legal atau risk analis.
User: "Bagaimana mitigasi risiko kredit macet dengan jaminan properti?" Jawaban gagal: "Saya pegang sertifikat aslinya, Pak, biar aman."
Jawaban cerdas: "Melakukan pengikatan Hak Tanggungan (APHT) hingga terbit Sertifikat HT dari BPN untuk mendapatkan hak eksekutorial langsung tanpa jalur gugatan perdata biasa."
KENAPA JASA NOTARIS MAHAL? KARENA MEREKA JUAL AMAN
Banyak orang pelit bayar biaya Notaris/PPAT pas utang piutang karena merasa kemahalan.
"Ah, masa bikin akta sama daftarin jaminan habis jutaan rupiah?" Akhirnya milih jalur bawah tangan. Begitu macet, rugi Rp500 juta.
Biaya notaris itu adalah premi asuransi hukum lo. Bayar mahal di awal, aman di akhir. Jangan pelit buat legalitas bisnis.
SKILL LEGAL YANG WAJIB DIKUASAI DI DUNIA KERJA:
Kalau lo mau masuk perbankan, BUMN, atau korporat, kuasai ini:
1.Hukum Jaminan: Paham beda Hak Tanggungan (properti) vs Fidusial (kendaraan/benda bergerak).
2.Drafting Kontrak: Bisa bikin klausul wanprestasi yang mengunci ruang gerak debitur nakal.
3.Litigasi Dasar: Paham alur gugatan sederhana (Small Claim Court) buat utang di bawah Rp500 juta.
Punya skill ini, lo bakal dicari banyak perusahaan.
KALIMAT SI TEMEN NAKAL YANG BIKIN GUE SADAR:
"Hukum itu gak melindungi orang yang naif. Hukum itu melindungi orang yang tertib administrasi."
Artinya: Di hadapan hukum, niat baik lo itu gak bernilai kalau gak ditulis di atas kertas bermeterai dan didaftarkan ke negara.
Stop pinjemin duit modal percaya. Mulai tanya: "Gimana legalitas pengikatan jaminannya?"
cc : ngoprekbareng2
Buat yang belum tau..
Saat ini ada krisis pasokan listrik PLN akibat stok batubara tidak cukup.
Menteri ESDM memangkas kuota batubara karena dipicu seretnya pasokan batubara DMO (Domestic Market Obligation) ke PLTU JaMaLi (Jawa Madura Bali).
Alhasil terjadi defisit daya 1.500 MW dan pemadaman bergilir di kota-kota besar.
Jadi buat menjaga agar harga batu bara dan nikel tinggi sehingga dapat pajak royaltinya besar, maka kuota produksi batu bara dipotong jauh
Contohnya Sinar Mas punya kuota produksi 55 juta ton tahun 2025. Tapi 2026 ini hanya disetujui 11 juta ton aja.
Dan dari 11 juta ton itu, 30% itu untuk lokal (ke PLTU, pabrik dan smelter di dalam negeri). Sisanya baru boleh ekspor.
Diperkirakan ini akan terjadi hingga September.
Jadi, siap2 aja kalo beberapa bulan kedepan bakal sering ada pemadaman listrik.
@Hidupsebagai62 Dpt info A1, emang jatah batubara dlm negeri baru dikurangin.
Sayangnya PLN ni ga ngasih info sebelumnya, main mati2in listrik bikin orang2 berasumsi liar
Kemungkinan zara adhisty hamil dari bulan januari. Bulan januari dia masih ikut love fest sctv, masih aman dan mungkin dia sendiri belum sadar kalo dia hamil waktu itu
Beli emas ditoko ini kadar 17k baru pakai 1x kena air garam aja luntur..dikomplain bisa warna ulang bayar 75k tp resiko berat nyusut toko emas tdk mau tgjwb..kalau nambah berat harus bayar.. merasa sangat dirugikan..krn kalau dijual rugi jutaan dlm sebulan...ini tu fatal..emas kena air garam aja luntur dan emas kok bisa luntur jd putih².. poseenggg kaaaak..
sc:threadsrieztriku
Baru sebulan pindah kontrakan, ketuk pintu, tetangga baru mau kenalan.
Ngobrol sebentar, nawarin ayunan anak yang mau dijual.
Ramah, biasa aja.
Kesan pertama oke.
Seminggu kemudian datang lagi.
Kali ini bawa dua anaknya yang masih kecil, tiga tahun sama satu tahun.
Minta pinjam 100 ribu buat berobat anak yang demam dua hari. Suami lagi nggak kerja.
Dikasih.
Dengan tulus.
Sambil doain semoga anaknya cepat sembuh.
Seminggu kemudian ketuk pintu lagi.
Kali ini minta 500 ribu, buat biaya bapaknya yang di RS.
Nggak ada uang segitu, minta maaf.
Dan dia pulang.
Di situ mulai ada perasaan yang susah dijelasin.
Tapi dikubur dulu, mungkin memang lagi susah.
Setahun berlalu.
Nggak ada kabar soal utang 100 ribu itu.
Sampai suatu hari ketemu lagi, lagi ngerumpi ketawa-tawa di rumah tetangga.
Begitu mau dideketin, langsung kabur.
Malam harinya stalking Facebook.
Ketemu.
Dan ternyata aktif banget update status.
Dichat dengan sopan.
Nanya kabar, nanya suaminya udah kerja belum, dan ingatkan soal pinjaman.
Balasannya?
Minta maaf, bilang takut ditagih di depan orang, malu.
Dijawab santai, nggak mungkin nagih di depan umum. Dan minta kepastian kapan bisa bayar.
"Besok sore aku ke rumah ya Mba, nunggu suami pulang."
Besoknya ditunggu sampai malam.
Nggak datang.
Dichat lagi.
Jawabnya, "Tadi pintunya tutupan Mba, jadi aku pulang."
Dan di situ kesabaran hampir habis.
"Loh, waktu mau pinjem duit, pintu juga tutupan.
Bisa diketok kan?"
"Iya Mba, gaenak nanti ganggu."
Waktu mau minjem, nggak takut ganggu.
Waktu mau bayar, tiba-tiba punya adab.
Sampai akhirnya kejadian yang bikin geleng-geleng kepala.
Ketemu di warung tetangga.
Si tetangga pakai sepatu baru, jalan sama anaknya. Ditanya sama tetangga lain, katanya beli cash.
Malamnya dichat lagi di Facebook.
"Mbaaaa tadi lewat ada yang baru yaaa."
"Hehe iya Mba, alhamdulillah ada rezeki."
"Btw utang yang dulu jadi dibayar kapan ya Mba? Udah setahun lebih loh."
Status: typing...
Status: online.
Status: offline.
Nggak dibalas sampai sekarang.
Didatangi ke rumah langsung, nggak pernah keluar. Ditelepon, nggak diangkat.
Guys, yang bikin capek bukan cuma uangnya.
Tapi energi yang habis buat nagih orang yang jelas-jelas mampu tapi pura-pura nggak ada.
Kalau memang nggak punya uang, mungkin bisa diikhlaskan.
Tapi ini?
Beli cash, alhamdulillah ada rezeki, tapi utang 100 ribu ke tetangga sendiri seolah nggak pernah terjadi.
Kalian punya pengalaman serupa, udah baik sama orang tapi malah dimanfaatkan dan akhirnya milih ikhlasin aja?
Rupiah Anjlok ke Level 17.600 per Dolar AS, Prabowo: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar AS
"Rupiah begini, dolar begitu. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan?"
Siapapun yg nyaranin ini ke aku MAKASIHH MBAKK 😭🫵🏻
Dulu tiap buka kaos kaki…
kulit kaki ku ngelupas mulu 🥲
sekarang jadi alus kaya kaki bayi 😭🦶🏻✨
baru ngerti kenapa orang-orang heboh banget sama ini 🫠⚠️
STOP SCROLLING DULU YUK, BENTAR.
Sebagai reviewers dan affiliator, i think aku perlu ngasih info ini ke temen-temen semua.
Kalo kalian liat review dengan dua foto ketek dan produk ini, block and report aja.
Kenapa?
- Foto yg dipake hasil nyolong atau beli
- ‘hacks’-nya beresiko apalagi untuk ketiak (yang lebih paham soal ingredients boleh bantu jelasin dibawah).
- Mereka engga pake bahkan punya produknya (udah jelas nipu).
- Review gajelas sama sekali, gaada progress pemakaian yg diupdate
- Mereka berani karena berlindung dibalik akun ANONYMOUS.
KENAPA HARUS SPEAK UP? Karena udah BANYAK akun seperti ini dan views-nya bisa JUTAAN. Kasian orang-orang polos yg kemakan info-nya.
Yuk bantu sebarin, lebih aware lagi sama akun akun reviewers di platform manapun, ya. Boleh reply dibawah kalo kalian nemu akun akun lainnya juga yak.
@tanyakanrl Aku pernah, bahkan di hari HPL aku berangkat sendiri 😭 tapi itu karena ga ada tanda tanda mau lahiran yaa jadi aman.
Gapapa gausah sedih, yang penting lahirannya nanti di temenin suami.
Kalau kamu tipe pelupa sebaiknya rekam suara pas di ruang obgyn