Alasan buku pelajaran bakal diganti:
1) Buku mudah rusak
2) Font terlalu kecil
3) Kalau font digedein butuh halaman lebih banyak
4) Desain buku tulis
Gak ada soal isinya ya? Berarti desainnya? Fisik bukunya? Kertasnya?
Hmmmm 🤔
*Gambar tidak ada hubungannya dengan teks*
prabs: "saya termasuk susah kasih nilai"
"nilai 100 milik Yang Maha Kuasa"
"nilai 99 milik presiden Republik Indonesia"
prok prok prok 👏👏👏
"97 dimiliki oleh DPR RI"
"aaa jadi tadi berapa itu. DPR 98 ya?"
the rill abis ngomong lupa apa yg diomongin
Anies Baswedan bilang kalau demokrasi rusak itu karena orang tua yang ada dalam politik, bukan anak muda yang cuek. Anies juga ngomong kalau demokrasi rusak karena elite politik melintir hukum demi kekuasaan.
pelan-pelan Pak Anies, @aniesbaswedan. Soalnya banyak yang ketabrak ini 😭
"warga yang main hakim sendiri di jalanan bukan sedang menantang hukum, tapi sedang meniru. Mereka meniru cara republik ini memperlakukan aturannya sendiri.
boleh diubah kalau mengganggu kepentingan segelintir. Ditunda kalau merepotkan pengelola negara. Dilangkahi kalau tujuannya melanggengkan kuasa.
rakyat tidak belajar dari pidato yang menggelegar. Rakyat belajar dari keputusan-keputusan negara yang dipertontonkan setiap hari."
***
kutipan artikel opini beliau di Kompas hari ini. Sumber:
https://t.co/wX6IhvCMHo
Purbaya. Daripada ente sibuk ngejar yg kecil-kecil kek pajak kontrakan.
Mending terapin pajak kekayaan.
Seluruh orang superkaya, mau dari kubu 9 naga, 9 haji atau 9 jenderal, lu pajakin aset-asetnya.
Cukup 2% aja. Lu bisa dapat ratusan triliun.
Kalau kata CELIOS, jika 50 orang terkaya di Indo dipajakin 2%, potensi penerimaannya 93 T.
Bayangin itu 50 orang doang loh.
Memperluas basis pajak kontrakan bisa mengakibatkan harga sewa kontrakan naik. Siapa yang rugi?
Lagi-lagi kelas menengah di perkotaan. Dan ini bisa bikin situasi di perkotaan makin panas.
Jangan lupa juga, yang lagi punya KPR sedang pusing sama suku bunga tinggi yang ngefek ke bunga floating.
Ilustrasi: ALEXA dan PIXABAY
FOTO: WIKIMEDIA (Fahdi Kasmiri)