Teman-teman, ini profesi aku sama dr.Tirta jadi banyaak sekali.
Yang udah aku lihat, jadi Polisi, Jadi Guru, Jadi pegawai dishub, Ustadz, Tukang Cukur dan puluhan profesi lainnya.
Aku gak berhenti ketawa liat kolom Tagged di IGku.
Multiverse sesungguhnya.
Dapat dari WAG nie..
PRESENTASI MENKEU PURBAYA DI KOMISI XI DPR
📌Krisis Dijadikan Sebagai Guru
Menteri Keuangan yang baru dilantik memaparkan bahwa setiap krisis memberi pelajaran berharga. Ia menyoroti tiga periode penting:
Krisis 1997–1998: Bank Indonesia menaikkan suku bunga hingga 60%, sementara pertumbuhan uang primer justru 100%. Kebijakan kontradiktif ini memperparah kehancuran ekonomi.
Krisis global 2008–2009: Pemerintah melakukan ekspansi fiskal dan penurunan suku bunga, berhasil menjaga ekonomi tetap tumbuh.
Pandemi COVID-19 (2020–2021): Awalnya kebijakan moneter menekan likuiditas sehingga ekonomi tersendat. Intervensi kemudian dilakukan dengan mengembalikan dana pemerintah dari BI ke sistem perbankan dan mempercepat stimulus fiskal.
Menurut Menkeu, pengalaman ini menunjukkan pentingnya membaca pertumbuhan base money, bukan hanya tingkat bunga, untuk menjaga stabilitas ekonomi.
📌Kondisi Ekonomi Terkini
Menkeu menilai perlambatan ekonomi sepanjang 2023–2024 bukan semata akibat tekanan global. Ia menyebut ada kesalahan domestik :
- Pemerintah menahan belanja APBN dan menyimpan dana terlalu besar di Bank Indonesia.
- BI menyerap likuiditas secara agresif hingga pertumbuhan uang primer jatuh ke nol.
Dampaknya, sektor riil kesulitan, konsumsi melemah, dan gejolak sosial meningkat. "Kita membiayai pelemahan ekonomi kita sendiri," tegasnya.
📌Strategi Perbaikan Ekonomi
Menkeu menekankan bahwa langkah cepat diperlukan untuk membalikkan keadaan. Strateginya dibagi dalam beberapa tahap:
1. Quick Wins
Percepatan Belanja APBN: mempercepat penyaluran anggaran agar ekonomi tidak stagnan.
Pengembalian Dana Pemerintah ke Sistem Perbankan: sebagian besar dana mengendap di BI akan dialirkan ke bank umum untuk mendukung pembiayaan sektor riil.
Pengendalian Base Money: menjaga agar pertumbuhan uang primer tidak jatuh ke level nol sehingga sistem keuangan tetap cair.
2. Koordinasi Moneter dan Fiskal
Memastikan kebijakan moneter tidak bertentangan dengan fiskal.
Mengurangi penyerapan likuiditas berlebihan oleh BI.
Menyeimbangkan kebutuhan menjaga stabilitas rupiah dengan menjaga pertumbuhan domestik.
3. Pemberdayaan Sektor Swasta
Memberi ruang bagi pelaku usaha untuk kembali menjadi motor ekonomi.
Menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan likuiditas cukup dan biaya pembiayaan terkendali.
4. Monitoring Penyerapan Anggaran
Menggelar konferensi pers rutin bulanan dengan pejabat terkait untuk melaporkan capaian penyerapan anggaran.
Mengirim tim teknis ke kementerian/lembaga yang mengalami keterlambatan dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.
5. Dorongan Investasi
Membentuk tim khusus untuk mengurai hambatan investasi (bottleneck).
Mengacu pada pengalaman masa lalu yang berhasil menyelesaikan ratusan kasus investasi senilai ratusan triliun rupiah.
Menjalin koordinasi lintas kementerian jika diperlukan.
📌Harapan dan Target Pertumbuhan
Menkeu menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat kembali menembus kisaran 6%, setara dengan capaian era Presiden SBY. Ia menyebut kombinasi fiskal yang ekspansif dan moneter yang mendukung akan menjadi kunci.
"Dua mesin, fiskal dan moneter, harus hidup bersamaan. Jika hanya satu yang bekerja, ekonomi akan pincang," ujarnya. Ia juga meminta dukungan DPR agar strategi ini dapat dieksekusi cepat dan konsisten.
🚧KL, 10.09.25
Naik level! 🎉 Saya mencapai @localguides level 7 dengan membantu orang lain menjelajah di Google Maps. #localguides
kyk gitu ada benefitnya gk sih? wkwk