i want you so badly. it certainly is a new sensation for me. i never pined for anybody before in my life. in every book i read๏ผ i seem to find a parallel to you and me.
@raltales Tanpa menggunakan kata-kata, Mihawk pun kembali memposisikan diri, sebelum mengajak Liana kembali berdansa pelan di lantai ruang keluarga rumah mereka berdua.
"Menyanyilah."
( @raltales )
@raltales "Memangnya kau tidak bisa bernyanyi sambil menghabiskan waktu denganku?" Mihawk mendengkus halus.
Kedua tangannya pun tidak lepas dari Liana. Malah, ia kini melingkarkan lengan pada bahu kekasihnya yang lebih pendek itu. (+)
@raltales Mihawk tidak bodoh, ia tidak bisa dibodohi dengan taktik yang dilakukan Liana. Dan jujur saja, apa yang dikatakan Liana hanya membuatnya menatap Liana dengan tatapan yang bisa dibilang cukup menghakimi.
Ia menghela nafas, kemudian menyandarkan diri di meja. (+)
ใ คใ คใ ค
After this story, TSURU NO YOME and DANNA-SAMA will permanently stop appearing in the โstoryโ. Would you like to continue reading?
ใ คใ ค
@claemaxbeat Mihawk tampak puas dengan reaksi Anastasia, dan menerima Crystal yang diberikan.
"Sama-sama" ujarnya singkat, sebelum melangkahkan kakinya pergi.
- end -
Mihawk ingin berpikir bahwa ia memiliki selera fashion yang baik, oleh karena itu, ia cukup percaya diri dengan pilihannya.
Setelah beberapa saat memperhatikan gaun-gaun yang ada di butik satu per satu, ia pun menyerahkan gaun tersebut, beserta dengan perhiasan yang cocok. (+)
@claemaxbeat Warna kuning, dengan pink, kalau dipadukan dengan baik dapat menjadi kombinasi yang menarik dan manis pula, sepertinya.
Lalu ia kembali merias Anastasia. Setelah selesai, ia mengistirahatkan kedua tangan pada pinggang, seolah menunggu tanggapan.
( @claemaxbeat )
@claemaxbeat Alih-alih merasa diejek, Mihawk malah merasa sedang diprovokasi. Ia tidak tahu kenapa ia merasa kompetitif untuk hal seremeh memilih gaun, tapi ia menerima Cyrstal yang diberikan.
"Aku mau mencoba lagi." Ujarnya, dan tanpa menunggu, segera berbalik untuk mencarikan gaun lain (+)
@tigerglasses โ
โ Tubuhnya serendah tanah, kening menempel hingga berlutut. Dia menangis.
โ โTerima kasih banyakโ!! Terima kasih... Sungguh, terima kasih!โ
โ Barulah dia bangkit dan menyerahkan crystal, seharga obat itu. Tak kurang, justru lebih. Sebelum berlari pergi begitu saja.
โ