Hanya itu. Saya tidak mengejar pertanyaan berikutnya. Kok rasanya tidak pantas. Beliau berjalan sangat pelan. Sandalnya sederhana. Songkoknya bahkan seperti kurang pas. Seperti baru saja dipakai terburu-buru. Ada warna pirangnya.
Saya lihat beliau masuk ke masjid. Duduk. Diam.
Kiai yang Tidak Punya ID Card
Halimi Zuhdy
Saya masuk salah satu gang yang berada di sekitar arena Muktamar NU ke-35. Di situ saya bertemu seorang kiai sepuh. Tidak ada ID card di dadanya. Saya tidak tahu beliau siapa.
Saya menyapa.
“Dari mana, Yai?”
Beliau tersenyum.
Kesempurnaan bukanlah menemukan seseorang tanpa cela, tetapi menemukan seseorang yang bersedia berjalan bersama, saling memahami, dan saling menyempurnakan dalam cinta.
Cinta punya algoritma sendiri. Bukan soal siapa yang tercepat, tapi siapa yang paling konsisten. Kejujuran adalah "source code"nya, maaf cara terbaik untuk "debug" kesalahan. Ia bukan program instan, tapi proses panjang yang diperbarui dengan kesetiaan & doa.
Di antara Akhlak Al-Qur'an! Yuk, kita pelajari!
Mengapa Akhlak Nabi dikatakan Akhlak Al Qur'an?
Akhlak Al-Qur'an bagaikan sebuah taman bunga yang mekar di hati, memancarkan keharuman kebaikan dan kemuliaan. #akhlakAlquran
مَنْ أَفْتَى بِغَيْرِ عِلْمٍ لَعَنَـتْهُ مَلَائِكَةُ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
"Barangsiapa berfatwa (bicara agama) tanpa ilmu, maka ia dilaknat oleh para malaikat di langit dan di bumi.”
(H.R. Ibnu 'Asakir).
مَنْ أَفْتَى بِغَيْرِ عِلْمٍ لَعَنَـتْهُ مَلَائِكَةُ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ Barangsiapa berfatwa (bicara agama) tanpa ilmu, maka ia dilaknat oleh para malaikat di langit dan di bumi.” (H.R. Ibnu 'Asakir).
Perempuan itu bukan tidak mau bercerita. Tapi seringkali, ia memilih diam karena sudah terlalu banyak yang ditahan. Kadang, bukan kata-kata yang keluar, melainkan air mata yang jatuh perlahan. Sebab luka yang terlalu dalam, sudah tak tahu lagi bagaimana bersuara.
Perempuan itu bukan tidak pernah rapuh. Ia hanya terlalu sering menyembunyikan remuk di balik kuat yang dipaksakan. Ia seperti butuh laki-laki untuk bersandar, tapi sebenarnya ia tempat bersandar paling nyaman untuk anak dan suaminya.
Gua itu gelap, tapi di dalamnya banyak ditemukan cahaya makna. Seperti hidup kadang kita perlu masuk ke dalam kesunyian untuk benar-benar mengenal diri sendiri. Tetesan air di gua membentuk stalaktit, lambang bahwa konsistensi kecil bisa mengubah batu.
Berkurban bukan sekadar menyembelih kambing atau sapi, tapi menyembelih nafsu yang mengajak pada kemungkaran. Sebab yang paling sulit bukan meneteskan darah hewan, tapi menundukkan ego dalam diri sendiri