Wahai diriku, cobalah beri waktu untuk hatimu. Beri jeda, rasakan dan renungkanlah. Bahwa membandingkan kehidupan diri sendiri dengan kehidupan orang lain hanya akan mempersulitkanmu untuk bersyukur pada RabbMu.
Namanya Bu Soe Tjen Marching Dosen di London dan penulis
Seorang dosen Financial freedom tapi masih peduli keadaan bangsa dan negara
Itu buzzer rupiah untuk makan dan bayar sekolah anak harus jual kesedihan dan nipu dulu
Kok bisa bisanya jilat jilat penguasa
Detik-Detik Keluarnya Kepala Bayi (Fase Crowning)
Dari video ini kita bisa lihat hasil kombinasi luar biasa dari kontraksi rahim, kelenturan panggul, kemampuan jaringan otot jalan lahir untuk meregang, dan adaptasi tengkorak bayi.
Fase crowning adalah fase dimana diameter terbesar kepala bayi mulai membuka vagina dan terlihat 3/4 di jalan lahir. Fase ini adalah puncak dari proses persalinan normal yang membutuhkan sinkronisasi mutlak antara tubuh ibu dan bayi.
Saat kepala bayi mulai turun ke dasar panggul dia akan banyak meregangkan jaringan di perineum, jaringan ini biasanya hanya beberapa sentimeter dapat meregang berkali-kali lipat tanpa robek parah pada sebagian besar persalinan. Sensasinya ibu akan merasakan rasa panas terbakar, tersengat, kebas atau mati rasa karena kulit dan saraf di sekitar jalan lahir sedang meregang maksimal. Ini adalah sinyal fisiologis alami, rasa panas ini memicu otak melepaskan endorfin (pereda nyeri alami) dan memberi tahu jaringan untuk meregang secara maksimal. Pada tahap ini juga bidan maupun dokter sering meminta ibu untuk tidak mengejan terlalu keras, tujuannya untuk mengurangi risiko robekan yang lebih besar.
Selama fase crowning bidan atau dokter biasanya mulai melakukan posisi steneng yaitu teknik menahan dan mengontrol perineum (area antara vagina dan anus) saat proses persalinan dengan menggunakan kain steril. Tujuannya adalah membantu kepala bayi lahir secara perlahan dan mencegah terjadinya robekan jalan lahir lebih parah.
Saat kepala bayi berhasil keluar, secara alami ia akan melakukan putaran paksi luar (berputar secara alami menghadap paha ibu) untuk menyelaraskan bahunya. Lalu setelah putaran paksi luar, bahu depan bayi akan muncul di bawah tulang kemaluan. Kemudian dengan satu dorongan lembut bahu belakang lahir, disusul oleh seluruh tubuh bayi (badan, bokong, dan kaki).
Dalam hitungan menit setelah crowning, seorang bayi lucu yang sebelumnya sepenuhnya ada di dalam tubuh ibunya akan bernapas sendiri untuk pertama kalinya😍🥰
A massive fire is burning in a gas pipeline following an explosion this morning in Gampong Blang Rubek, Lhoksukon District, North Aceh Regency, Aceh Province, Indonesia 🇮🇩 (May 22)
UPDATE: Daycare Little Aresha, Jogja
- Dari 149 anak yang diperiksa: 18 anak mengalami masalah gizi kurang (berat badan kurang/underweight). Masih tahap awal, belum masuk kategori gizi buruk.
- Dari 153 anak yang diskrining tumbuh kembang: 12 anak mengalami penyimpangan perkembangan (termasuk speech delay, gejala autisme, ADHD), 19 anak kategori meragukan, & sisanya normal.
Itu laporan dari Pemkot Yogyakarta tentang hasil pemeriksaan kesehatan terhadap anak2 korban penelantaran di Daycare Little Aresha. Anak2 tersebut saat ini mendapat penanganan lanjutan di Puskesmas berupa suplemen gizi, makanan tambahan, & pemantauan intensif oleh dokter spesialis anak.
Cepat pulih ya, dedek2 balita 😭🤲🙏
Gimana kabar para tersangka?? hmmm 🤔
Guys, ada berita dari Lombok Tengah yang menurut gue paling menggambarkan ironi terbesar dari kebijakan ekonomi Prabowo sekarang.
150 karyawan Alfamart kehilangan pekerjaan.
Bukan karena perusahaannya bangkrut.
Bukan karena kinerjanya buruk.
Bukan karena ada kesalahan dari karyawannya.
Tapi karena pemerintah daerah menutup paksa 25 gerai ritel modern dengan alasan melanggar Peraturan Daerah tentang penataan pasar rakyat.
Dan ini yang paling miris:
Rudi karyawan Alfamart di Kopang datang ke kantor Bupati bukan untuk melawan.
Dia datang meminta solusi.
"Jangan sampai kami menjadi pengangguran baru.
Sekarang ekonomi semua sulit,
semua harga sudah naik,
kebutuhan makin tinggi.
Sementara pekerjaan kami tidak ada karena ditutup."
"Cari kerja sulit, Pak.
Kami banyak yang hanya tamatan SMA."
Kalimat itu
"cari kerja sulit, Pak"
menurut gue adalah kalimat paling menyayat yang bisa diucapkan oleh seseorang kepada penguasa yang harusnya melindungi mereka.
Dan ini konteks yang lebih besar yang harus dipahami:
Penutupan Alfamart dan Indomaret di Lombok Tengah ini tidak terjadi di ruang kosong.
Ini terjadi di tengah narasi besar tentang Koperasi Desa Merah Putih program andalan Prabowo yang salah satu tujuannya adalah memastikan koperasi desa bisa menjalankan fungsi perdagangan ritel di desa-desa.
Artinya sederhana:
gerai ritel swasta yang sudah ada ditutup supaya ruangnya bisa diisi oleh koperasi yang terafiliasi dengan program pemerintah.
Bukan karena ada masalah dengan pelayanannya.
Bukan karena ada keluhan dari konsumen.
Tapi karena ada kepentingan yang lebih besar yang membutuhkan ruang itu.
Dan ini yang paling pedas:
150 karyawan kehilangan pekerjaan.
Kalau setiap karyawan punya keluarga dengan 2-3 orang tanggungan ada sekitar 300-450 orang yang terdampak langsung dari satu kebijakan penutupan di satu kabupaten kecil.
Dan ini baru satu kabupaten.
Lombok Tengah.
Dengan 25 gerai yang ditutup.
Berapa kabupaten lain yang sedang atau akan melakukan hal yang sama di seluruh Indonesia atas nama program yang sama?
Dan ini yang paling mengerikan sebagai pesan kepada semua pelaku usaha:
Kalau lo punya usaha di Indonesia sekarang dan tiba-tiba ada program pemerintah yang membutuhkan ruang bisnis yang sama dengan yang lo jalankan negara bisa menutup usaha lo kapan saja.
Bukan karena lo salah.
Bukan karena lo melanggar hukum yang berlaku sejak awal.
Tapi karena ada Perda yang bisa diaktifkan atau diterapkan secara selektif ketika dibutuhkan.
Investor asing yang sudah komplain ke Prabowo soal kepastian regulasi ini adalah contoh nyata kenapa
mereka takut masuk.
Hari ini Alfamart.
Besok siapa?
Dan sambungkan ini dengan kondisi yang lebih besar:
Badai PHK sedang mengintai.
Rupiah di Rp17.700.
Lapangan kerja tidak tumbuh.
Dan di tengah semua itu ada kebijakan yang menambah 150 pengangguran baru di satu kabupaten kecil dengan alasan penataan pasar.
Prabowo bilang: "Kalau tidak beres copot. Sederhana."
Tapi 150 orang yang tidak beres hidupnya bukan karena kesalahan mereka sendiri tidak punya siapapun yang bisa mereka copot.
Negara yang seharusnya memberi rasa aman bagi rakyat yang bekerja keras justru menjadi sumber ketidakpastian yang paling besar.
Karyawan Alfamart itu tidak meminta banyak.
Mereka hanya minta bisa tetap bekerja.
Minta jangan dijadikan pengangguran baru di tengah
kondisi ekonomi yang sudah sulit.
Dan jawaban yang mereka dapat adalah:
datang ke kantor Bupati mengantri
memohon dengan harapan ada yang mendengar.
Itulah posisi rakyat kecil di Indonesia sekarang. Bukan warga negara yang dilindungi.
Tapi pemohon yang berharap penguasanya bermurah hati.
Siapa yang belum tau kalo ASI itu lumayan tinggi kolesterolnya, apalagi kalo dibandingkan dengan sufor? Fungsi utama kolesterol di ASI itu untuk perkembangan otak. Bayi yang terpapar kolesterol dari ASI juga uniknya ketika gede lebih mungkin untuk punya metabolisme lemak dan kesehatan jantung-pembuluh darah yang oke.
Otak perempuan setelah kehamilan kedua ternyata berubah menjadi lebih tajam, sebagai mekanismie adaptasi untuk mengurus lebih dari satu anak sekaligus.
Penelitian mengenai perubahan otak setelah kehamilan pertama sudah cukup banyak, yaitu terutama perubahan pada default mode network, sebagai jaringan yang bertanggung jawab atas introspeksi, self-perception, dan kemampuan membaca kebutuhan orang lain.
Perubahan ini hipotesisnya adalah sebagai metode "install ulang" identitas seorang perempuan ketika menjadi ibu untuk pertama kalinya.
Yang perlu diperhatikan adalah penurunan volume gray matter otak di kehamilan kedua (2.8%), mirip kehamilan pertama (3.1%). Penelitian menunjukkan bahwa penurunan volume gray matter ini tidak berhubungan dengan penurunan kognitif, melainkan merupakan restrukturisasi otak untuk persiapan menjadi ibu yang lebih baik.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Straathof (2026). The effects of a second pregnancy on women’s brain structure and function.