@FIndonesiaa Setuju banget. Target boleh makin tinggi, tapi jangan sampai lupa menghargai progress. Dari dulu sekadar lolos Asia sudah berat, sekarang kita bisa bersaing dengan tim-tim kuat. Kritik tetap perlu, tapi proses, waktu, dan respect juga harus dikasih.
@idextratime Punya opini dan mengkritik dari luar itu beda dengan punya lisensi pro serta pengalaman melatih di level internasional. Kritik silakan, tapi jangan merasa analisis dari pinggir lapangan otomatis lebih valid daripada pengalaman orang yang benar-benar menjalani profesinya.
@FIndonesiaa Kalo dugaan match fixing terus muncul dan kasusnya berulang, AFF seharusnya ga cukup hanya sibuk memberi klarifikasi setelah masalah mencuat. Integritas kompetisi dipertaruhkan di sini.
@officialffsnews AFF really needs to address this properly. Karena kalo kasus match fixing terus muncul, lama-lama bukan cuma hasil pertandingan yg dipertanyakan, tapi credibility kompetisinya juga. Just saying, the pattern is kinda concerning.
@idextratime At this point, isu match fixing di AFF tuh udah bukan sesuatu yg bisa dianggap random lagi. Bukan berarti semua match questionable, tp patternnya emang bikin orang raise an eyebrow. Hopefully, kasus kayak gini bisa diusut karena credibility kompetisi depends on its integrity.
@MoehB21154 Menurut saya, poin Herdman itu memang fakta: pengalaman melatih di level internasional dan lisensi profesional jelas beda dengan sekadar mengamati dari luar. Kritik tetap boleh, tapi jangan sampai opini pundit diposisikan seolah setara dengan pengalaman praktis seorang pelatih.
@MaulanaTeten@jmtv_id Mereka bebas mengkritik, tapi fakta Herdman tetap fakta: yg punya lisensi dan pengalaman melatih level internasional tentu bicara dari pengalaman langsung, bukan sekadar amati dari luar lapangan. Jangan samakan opini pundit dengan insight orang yg memang menjalani pekerjaannya.
@rifqi_salafi Setuju STY punya kontribusi besar, tapi jgn sampe itu bikin Herdman dianggap gak punya value. Kalo skrng build-up lebih terstruktur, itu jg bagian dari proses yg perlu dilihat. Pilih STY silakan, tp jgn jadikan preferensi pribadi seolah-olah Herdman gak punya kapasitas.
@Gz_ahmad Dibilang miskin taktik terlalu simplistis. Bisa jadi Herdman emang result-oriented dan pragmatis, bukan gak punya taktik. Kritik boleh, tapi jangan samakan “belum sesuai ekspektasi” dengan “nggak punya tactical plan”.
@chuachuichio Nak cakap Indonesia gagal, silakan. Tapi jangan sampai lupa sejarah sendiri: merdeka pun melalui proses dekolonisasi British, jadi tak perlu berlagak macam kemerdekaan itu trofi yang diberi kerana hebat. 😏
@dugongbebal Jerebu tu biasa, boleh hilang bila hujan. Yang susah nak hilang ialah kabus dalam kepala sampai jerebu pun nampak lebih bernas daripada hujah kau. 😏
@tentangbola123 Anjur sendiri ke, penalti ke, main home ke, yang penting trofi tetap masuk almari Indonesia, bukan almari Thailand. Kalau cara menang lebih penting daripada trofi, silakan terus berdebat; kami dah selesai angkat piala. 😏🇮🇩
@JdtfcC Skuad kononnya solid, tak bolos pun syabas. 😏 Cuma pelik, rekod cantik tu tak ikut sekali balik dengan piala. Piala tetap Indonesia yang bawa pulang. 🇮🇩
@mil0_fiq@BolaSepakTRG@Changsuek_TH Menang penalti tetap menang, bro 90 atau 120 minit tak penting kalau akhirnya piala tetap terbang ke Indonesia. Yang kalah sibuk kira cara menang, yang juara sibuk angkat trofi. Kalau masih pedih, peluk pokok dulu sampai reda. 😏🤣
@BolaSepakTRG@Changsuek_TH Menang penalti pun tetap menang, bro. Trofi tetap dibawa balik, bukan alasan. Kalau masih sakit hati, menangislah dulu sambil peluk pokok sana. 😏��
@yhu0808@piala_talk Nah, ini juga poinnya. Kritik dan analisis boleh, tapi jangan sampai merasa paling tahu sementara pencapaian sendiri masih sebatas opini. Ekspektasi tinggi bagus, tapi respect terhadap proses juga perlu.
@ManfishFC@piala_talk Setuju banget. Target boleh makin tinggi, tapi jangan sampai lupa menghargai progress. Dari dulu sekadar lolos Asia sudah berat, sekarang kita bisa bersaing dengan tim-tim kuat. Kritik tetap perlu, tapi proses, waktu, dan respect juga harus dikasih.
@piala_talk Exactly. Justru kalo mau Timnas naik level Asia, suporternya juga harus belajar punya long-term mindset, bukan cuma sabar selama hasilnya sesuai ekspektasi.
@HadiGunawan1306 Setuju sih. Taktik Herdman memang masih banyak yang perlu dibenahi, tapi trofi ini juga bukti ada progres. Menurut saya, kasih dia kesempatan di Piala Asia, biar kita bisa lihat sejauh mana tim ini berkembang sebelum menilai terlalu jauh.