@kat3nkyokotsu@apansa_kalengs Sebenarnya perusahaan tau bang masalah ini, dan kita pun sudah kasih perbekalan sparepart jika ada kerusakan dijalan untuk dibenerin, ya tapi itu klo langsung turun repair = setor nyawa, makanya jalan dulu cari tempat aman baru repair.
Enam trofi Liga Champions sudah lebih dari cukup untuk membuktikan segalanya.
Di musim 2024/2025, Luka Modrić memilih AC Milan bukan karena ia turun level, melainkan karena ia mencari satu-satunya kepingan puzzle Eropa yang belum ia miliki: Trofi UEL.
Pemenang sejati tidak menetap di zona nyaman, mereka mencari tantangan di Liga Malam Jumat!
IGD kembali ramai. Suara roda brangkar, suara monitor, keluarga yang cemas menunggu di balik pintu.
Padahal beberapa hari lalu, saat Ramadan, suasananya berbeda. Lebih lengang. Lebih tenang.
Sekarang yang datangpun membawa cerita yang mirip. Tekanan darah melonjak. Gula darah naik tajam.
Perut tidak nyaman, diare.
Teman-teman, percayalah tubuh kita itu jujur. Ia mencatat apa yang kita makan, apa yang kita ubah, apa yang kita abaikan.
Ramadan kemarin memberi ritme yang rapi. Jam makan terjaga.
Asupan lebih terkendali. Ada menahan diri, ada disiplin, ada kesadaran.
Saat hari raya datang. Meja jadi penuh. Kita semua ingin merayakan, itu sangat wajar.
Tetapi tubuh kita tetap menjalankan konsekuensi.
Di titik ini.
Saya mau ajukan proposal keteman-teman semua.
Ayuk kita puasa Syawal sama-sama.
Rasulullah SAW menjaga kebiasaan itu.
Hanya Enam hari di bulan Syawal.
Sebagai penjaga arah setelah satu bulan dilatih dan berhasil kembali fitri, kembali ke fitrah settingan awal tubuh kita.
Puasa Syawal akan seperti jembatan. Menghubungkan disiplin Ramadan dengan kehidupan kita setelahnya.
Puasa Syawal itu sederhana, fleksibel, dan penuh makna.
Intinya enam hari di bulan Syawal.
Tidak ada kewajiban harus berturut-turut.
Boleh dijalankan selang-seling.
Boleh juga langsung enam hari berurutan kalau ingin menjaga momentum.
Keduanya sah.
Rasulullah SAW menyampaikan keutamaannya, puasa Ramadan yang diikuti enam hari di Syawal nilainya seperti berpuasa sepanjang tahun.
Kalau dilihat dari sisi tubuh,
Enam hari itu kecil kalau dilihat dari angka.
Tapi dampaknya besar untuk kesehatan.
Dan lebih dalam dari itu,
ia menjaga hati tetap sadar.
Kita punya kendali atas hawa nafsu.
Yuk kita lanjutkan puasa.
Enam hari saja.