Yg 'males' baca artike di bawah, intinya gini..👇
- Prabowo Subianto terlalu boros (spendthrift) dan terlalu otoriter (authoritarian), sehingga membahayakan stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia.
- Prabowo punya sifat mercurial (mudah berubah-ubah): kadang terlihat ramah & menerima kritik, tapi sering marah-marah dan menuduh kekuatan asing mendanai LSM untuk mengganggu stabilitas.
- Masalah Ekonomi: Program-program populis yang sangat mahal (terutama makan bergizi gratis) menekan anggaran negara, melemahkan rupiah, dan mengancam stabilitas makroekonomi.
- Masalah Demokrasi: Tendensi sentralisasi kekuasaan, pembungkaman kritik, dan gaya kepemimpinan yang semakin otoriter.
- Latar belakang: Prabowo mantan jenderal yang punya masa lalu “thuggish” (kasar), kini berubah image jadi kakek penyayang kucing, tapi watak aslinya masih muncul dan mengkhawatirkan sekutu sendiri.
- Inti kritik dari Economist: Prabowo sedang membawa Indonesia ke jalur berbahaya dengan kombinasi pengeluaran berlebihan + gaya kepemimpinan yang kurang demokratis.
Salah satu kesalahan yang mencolok dari Detective Conan selain banyak filler kasus yang udah gak penting lagi buat cerita, adalah setting waktu yang dibuat.
Gua pernah nulis soal ini. Untuk level Gosho yang tulisan kasus per kasus dibikin detail sampai menyebut ukuran sekian mm atau sekian cm untuk menjelaskan trik, kesalahan setting waktu yang gak jelas ini terbilang parah.
Kalo ada yang nanya: Conan itu timeline di tahun berapa?
Pasti gak ada yang bisa jawab.
Soalnya Conan melaju mengikuti perkembangan zaman.
Ada kasus pager, ada kasus fax, ada kasus internet.
Shinichi pertama kali telepon ke Ran pake telepon umum pas dia menghilang.
Terus Ran pertama kali dapat HP dari Shinichi setelah kasus Izumisano.
Terus coba disesuaikan lagi sama Gosho bahwa Shinichi pernah jatuhin HP Ran waktu mereka pergi ke Akuarium Raksasa (sebelum Shinichi mengecil).
Terus di kasus edisi terakhir, waktu Matsuda, Rei Furuya dkk ketemu Conan. Di situ mereka udah pake hape berkamera.
Padahal Rei Furuya dkk saat itu masih berusia 22 tahun dan Shinichi-Ran gak tahu umur berapa. Mungkin TK atau SD. (5-6 tahun).
Jelas ini kacau banget.
Hahaha.
Belum lagi soal waktu yang sudah berjalan sejak Shinichi mengecil hingga saat ini. Berapa lama waktu berjalan dan Conan serta Ran belum juga naik kelas.
Padahal ada beberapa pengulangan event seperti Tahun Baru dan lainnya.
Jadi ketika nanti Conan tamat, sejujurnya komik ini bakal ngebingungin untuk dibaca ulang.
Karena setting waktu yang ngebingungin.
Dan mereka yang bertahan membaca Conan, adalah orang-orang yang terlanjur basah menghabiskan waktu puluhan tahun mengikuti cerita ini, yang tak mungkin berhenti ketika cerita mendekati ujung karena masih terjebak rasa penasaran.
🤣🤣🤣🤣
Buat yg muslim, kita tau ya guys ini diceritain di hadits. Jumlahnya pun juga 70.000 & kalo memenuhi ketentuan tertentu, katanya Dajjal is coming
Tapi ku penasaran deh, apalagi sentimen World War III yg kenceng bgt kayak sekarang. Ada ga yang pernah kepikiran kayak gini juga:
Banyak kan ya ajaran Islam yg terbukti/proven ratusan-ribuan tahun kemudian setelah diturunkan, terutama dr ayat-ayat Al-Qur’an. Kadang, ku kepikiran. Gimana kalo para ilmuwan/pembenci Islam yg punya resource dan power kayak para zionis ini secara sengaja spend waktu buat mempelajari Islam & kitab Al-Qur’an, terus ngelakuin segala larangan dan apa skenario-skenario kiamat yg bisa kejadian. Jadi, mereka secara sengaja ngerancang itu semua? Entah buat nakutin muslim, atau ya power psywar nunjukin kalo mereka lah yg berkuasa di bumi ini
Ditambah, skrg tanda-tanda kiamat kecil yg dulu sering diceritain di pelajaran agama sekolah juga kok rasanya udah checklist semua ya..
Ada yang pernah kepikiran gini ngga? Sebagai yg ilmu agamanya cetek banget, ku mau dong berdiskusi. Koreksi kalo ada yg salah 🙏🏻
Gue gakan pernah lupa betapa jahatnya negara ini ke warganya yang udah berhasil ngeharumin nama Indonesia di industri game internasional.
- Menang award, pialanya dipajakin
- Dikirimin devkit gratis, dipajakin
- CD fisik game buatan sendiri, dipajakin
Gimana ga capek?
fyi guys..👀
di Claude Code hackaton yg menang justru: Pengacara, Musisi, Pekerja infrastruktur jalan, Dokter spesialis dan hanya 1 orang IT.
ini menjelaskan bahwasanya:
- paham konteks permasalahan lebih penting dari pada ngoding murni
- ide, logika, use case jadi penentu, ngoding bukan lagi jadi bottle neck utama
- sekarang, domain expertise lebih penting daripada keunggulan kompetitif. orang medis, hukum, infrastruktur punya insight yg tidak dimiliki engineer murni.
- kedepan, yg akan “menang” adalah yg paling relevan dan mempunyai dampak, bukan yg paling ngerti teknis
- peran software engineer bisa jadi bergeser, dari “yg bisa ngoding” jadi orang yg merancang sistem, sekaligus validasi solusi.
*cmiiw
gimana pendapat kalian???🙏
Dear Gen Z,
Buat kamu yang sudah mati-matian nyelesain pendidikan, pontang-panting cari kerja, sampai rela ikut bootcamp dan magang gratisan buat nambah pengalaman, bahkan harus keluarin uang lagi cuma buat memoles CV supaya dilirik perusahaan.
Kamu yang berbulan-bulan berjuang, akhirnya diterima kerja.
Tapi ternyata tempat kerjanya toxic dan punya atasan yang bikin mental breakdown.
Setiap hari harus desak-desakan di transportasi umum, berangkat subuh, pulang malam, kamu tetap bertahan. Karena kamu tahu, cari kerja sekarang susahnya bukan main.
Semua dijalani demi gaji yang sebenarnya nggak seberapa, mengingat harga-harga sekarang semua serba mahal.
Kamu lalui hari-harimu sambil pura-pura kuat, meski kadang duduk di pojokan buat nenangin kepala yang rasanya mau pecah.
Saat terima gaji, kamu merasa senang tapi sedikit mengelus dada, karena nominalnya berkurang agak lumayan akibat potongan pajak.
Kamu coba ikhlas sambil berdoa, semoga pajakmu benar-benar terpakai untuk pembangunan. Kamu sedikit bangga karena ikut berkontribusi.
Sampai di bulan Januari 2026, kamu baca berita:
Indonesia memutuskan bergabung dengan Board of Peace, dan Indonesia ikut iuran Rp17,9 triliun, uang dari sebagian besar APBN untuk disetor ke Trump.
Ya, sebagian yang disetor itu adalah uang kamu.
Gimana perasaan kamu?
He’s delusional. Read the caption.
Big tech won’t commit capital to Indonesia as long as the founder of its biggest unicorn remains in jail on trumped-up charges.