guru tk is here🙋🏼♀️
aku sering dapat ilmu parenting dan ternyata banyak kebiasaan kita saat pacaran atau di relationship berasal dari apa yang kita alami waktu kecil.
contohnya:
• waktu kecil jarang didengerin pendapatnya.
→ sekarang susah speak up ke pasangan dan lebih sering memendam.
Gw gaakan bosen bosennya untuk menyarankan kalian membaca buku yang judulnya adalah reopening muslim minds karya mustafa akyol. Di buku itu kalian akan tahu kenapa islam bisa jadi kayak sekarang, gak kayak jaman² golden age dulu🥲 bahkan di buku itu juga dijelasin gimana paham-
Versi gw :
- invest leher ke atas (beli buku 1-2 bln sekali, kursus bhs asing, ikut kegiatan sosial, YT Prem buat nonton channel edu tanpa iklan)
- invest ke badan (olahraga renang, lari, dsb)
- diversifikasi investasi finansial (nabung valas, saham, cicil LM, dsb)
- scaling rutin min. 6 bln sekali+tambal gigi bolong
- threading alis sebulan sekali
- IPL underarm, dsb
- treatment wajah+badan (laser bekas jerawat badan jg masuk!)
- ga sering pake parfum apalagi di leher+nadi tangan (krn bikin gangguan tiroid dan hormon ga seimbang)
- belajar dress-up/grooming (ga seberapa cakep gpp, yg penting rapi+terawat)
- liburan/me time at least sebulan sekali
GMAIL LO BUKAN PENUH. CUMA KOTOR DOANG.
Tadi storage gue udah 13.8GB dari 15GB, hampir aja bayar Google tambahan.
Eh ternyata bisa dibersihin dalam 20 menit doang, tanpa ilang satu invoice penting pun.
Langsung pake 5 filter otomatis ini:
#Gempa Mag:4.6, 21-May-2026 04:04:57WIB, Lok:8.16LS, 108.24BT (58 km BaratDaya KAB-PANGANDARAN-JABAR), Kedlmn:13 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data
Anak Abah kumpul dong.
Spill kenapa kalian pilih Pak Anies?
I'll go first:
- Beneran smart
- Omongannya berbobot/ banyak yang daging
- Visioner
- Mikirin semua kalangan terutama kelas menengah karena menurut beliau kalangan ini yang serba salah
- Tidak anti kritik (didemo ga kabur, malah nyamperin dan mendengarkan)
- Ga pernah kena kasus hukum
- Ga pernah korupsi (berkali-kali dipanggil KPK tetap terbukti bersih)
- Prestasinya banyak sampai dapat penghargaan dari Luar Negeri
- Program²nya keren
cc:threadshelovian
Di tengah ramainya peradilan Nadiem dan mas Ibam, barusan aja ngobrol dg istri,
Sebenernya pak Anies ini selain pinter jg hebat ya. Setelah masa jabat gubernur dki dan bertarung di pilpres pak Anies ga kena kriminalisasi pengadilan atau sebagainya. Entah strategi apa yg beliau lakukan. yg kami tahu beliau melangkah di politik ini seperti bermain catur. Harus dipastikan tiap langkahnya aman.
Inget di masa tenang pak Anies blg kalau terpilih berarti amanat kalau ga terpilih berarti selamat.
Sehat2 aman selamat sekeluarga pak!
Sering gw temuin dilapangan saat konsumen beli AC baru.
👩: Bang, saya nggak mau Midea, jelek katanya.
🧑🔧: Sekarang punya AC merk apa jadinya?"
👩: Electrolux bang.
🧑🔧: ??????????????
Midea itu salah satu produsen AC terbesar di dunia. Dan salah satu bisnis utama mereka itu justru jadi OEM, bikin AC untuk merk-merk lain.
OEM itu singkatan dari Original Equipment Manufacturer. Gampangnya adalah ada satu pabrik yang bikin produk, tapi produk itu dijual dengan berbagai nama merk yang berbeda. Jadi yang beda cuma labelnya, bukan isinya.
Sepengetahuan gw dari yang gw liat langsung di lapangan, bongkar unit dari berbagai merk yang ada di gambar ini ternyata part di dalemnya itu sama. Paling beda di display sensor dan remote. Karena memang berasal dari sumber yang sama yaitu Midea.
Jadi kalau kalian mau beli AC dan pertimbangannya adalah merk. Mending pelajari dulu, sebenernya AC yang dibeli pabrikan mana.
Yang lebih worth untuk dipertimbangin itu adalah:
Garansi berapa tahun?
After sales-nya gimana di daerah kita?
Spare part-nya gampang dicari nggak?
Itu yang beneran ngaruh jangka panjang. Bukan logonya.
Untuk panasonic, Samsung dan Sharp punya juga kok produk mereka sendiri.
Ada yang pernah kabur dari merk Midea tapi ujung-ujungnya dapet produk Midea juga?😅😅
Kisah nyata tentang CPNS.
Cerita ini viral di instagram, dari akun ceuk.ika.
---
Dia masuk CPNS dengan nilai tertinggi di angkatannya!
Sekarang dia belajar cara pura-pura sibuk.
Sebut saja Raka.
Fresh graduate terbaik.
Lulus seleksi CPNS yang diikuti 3.000 orang untuk 1 kursi.
Nggak ada titipan.
Nggak ada orang dalam.
Murni nilai.
Hari pertama kerja,
dia bawa notebook baru,
pulpen bagus,
dan semangat yang katanya “memalukan kalau diingat sekarang.”
Mulai kerja, mulai bingung.
Bulan pertama,
Raka menyelesaikan tugasnya dalam 3 hari.
Tugasnya dikembalikan ke mejanya dengan sticky note: “Tunggu dulu. Jangan keliatan kelar cepet.”
Dia nggak ngerti maksudnya.
Sampai akhirnya dia ngerti.
Sistem yang tidak menghargai kecepatan akan mengajari orang untuk melambat.
Bukan karena orangnya malas.
Tapi karena selesai lebih cepat = dapat lebih banyak tugas, tanpa tambahan apresiasi.
Lama-lama, otak yang cerdas belajar: kerja keras itu tidak aman.
PUNCAK CERITA.
Setahun kemudian,
Raka mengajukan inovasi sistem pelaporan.
Lebih efisien,
Lebih transparan,
Hemat waktu 40%.
Proposalnya… dipuji dalam rapat.
Lalu disimpan di laci.
Tidak pernah dibuka lagi.
Alasannya?
“Sistemnya sudah berjalan. Ngapain diubah.”
TITIK BALIK.
Raka tidak resign.
Dia tidak rusak.
Tapi dia membuat keputusan diam-diam:
Aku akan tetap kerja benar.
Tapi aku tidak akan lagi berharap sistemnya ikut benar.
Dia menurunkan ekspektasinya pada institusi.
Dan menaikkan standarnya pada dirinya sendiri.
Ada ribuan Raka di luar sana.
Bukan PNS yang gagal.
Tapi orang baik yang sedang bertahan di dalam sistem yang belum siap menerima mereka.
Mereka tidak apatis karena tidak peduli.
Mereka apatis karena terlalu sering peduli dan terlalu sering dilukai.
Kalau kamu bukan PNS dan sering berpikir:
"PNS itu males, ya?"
Coba bayangkan ini:
Kamu masuk kerja dengan semangat penuh.
Tapi setiap kali kamu berlari, lantainya licin.
Setiap kali kamu usul, pintunya terkunci.
Setiap kali kamu selesai duluan,
kamu justru dihukum dengan tugas tambahan.
Berapa lama sebelum kamu juga belajar berjalan pelan?
Tapi inilah yang jarang diceritakan:
Raka masih di sana.
Masih kerja benar, diam-diam.
Masih menolak tanda tangan sesuatu yang tidak bisa dia pertanggungjawabkan.
Masih membantu rekan yang baru masuk, supaya mereka tidak kehilangan diri secepat yang lain.
Bertahan dengan integritas, tanpa tepuk tangan.
itu bukan kekalahan.
Itu salah satu bentuk keberanian yang paling sunyi.
---
Btw, penulis cerita juga PNS.
dan perlu kami pahami, tidak semua instansi pemerintah seperti instansi raka.
Setelah membaca cerita itu,
apakah kamu yakin tetap mau menjadi CPNS?
Kalau kamu yakin tetap mau menjadi CPNS,
tapi kamu belum puas dengan hasil belajar kamu,
atau bahkan kamu belum mulai belajar,
atau bingung mau mulai dari mana,
atau hanya pingin lihat bagaimana soal CPNS,
atau ga sanggup bayar tryout yg harus bayar ratusan ribu hingga jutaan (seperti ratusan followers kami yang lulus di CPNS sebelumnya tanpa tryout)
atau stuck dan belum bisa mengerjakan 110 soal SKD di bawah 90 menit (karena test aslinya 100 menit)
maka kamu harus ke https://t.co/HG9uJmAX7s
karena belajar pemetaan pola soal disitu bisa buat kamu ngerjakan 110 soal SKD CPNS, dari platform apapun, dalam 45-50 menit.
@andihiyat Pengen anakku diberikan keajaiban oleh Allah semua kelainan dan penyakitnya diangkat. Hidupnya selalu dipenuhi limpahan kasih sayang, keberutnungan, rezeki dan ilmu yang berkah serta yang paing penting tumbuh menjadi anak yang shalehah 🥹🫶🤍
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran.
Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini.
Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan.
Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja.
Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya.
Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia.
Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”.
Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal.
Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;)
Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan.
Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa.
Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri.
Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok.
Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
@tanyakanrl Astaga.
Paling menyedihkan adalah sendiri disaat sudah menikah.
Selamanya itu lama
Plis pilih pasangan kalian sebaik2nya.
Kalau kesepian single itu wajar. Yang ga wajar kesepian disaat sudah menikah.
ide bagus, sayangnya reform meritokrasi buat PNS dimulai dari angkatan bawah, cuma mereka yg pinter, frustasi ga tuh liat atasannya ga kompeten wkwkwk
yg atasnya perlu diseleksi ulang via CAT ini, niscaya kita jadi kayak Singapore kalo PNS dari atas ke bawah pinter semua
Buibu dan bapak-bapak izin bertanya, untuk mobil toyota yaris bakpao s limited tahun 2012 kampas rem merk akebono bagus tidak ya? Atau better beli yang orinya di auto 2000? Mohon review jujurnya ya. Thanks in advance 🙏🏻