Tuan..
Anda punya wilayah kerja sendiri uruslah daerah anda.
Kalaupun tuan ingin memberikan bantuan cukuplah kirimkan ke NTT.
Berhentilah membuat drama recehan seperti ini saya sudah muak.
@zuhdsoul Nah gini donk nge gas..😁
Kamera memang cuma alat.
Tapi cara alat itu dipakai yang menentukan: dokumentasi kerja atau kerja untuk dokumentasi? 😏
📢 PENCITRAAN dan EKSPLOITASI KEBODOHAN.
Ada pejabat yang kalau turun ke lapangan selalu datang bersama kamera.
Bantuan ada, kamera ada.
Menolong ada, dokumentasi juga ada.
Bahkan mungkin kameranya lebih cepat datang daripada solusinya.
Masalahnya bukan pejabat turun membantu.
Masalahnya ketika setiap kebaikan harus punya penonton.
Karena antara melayani rakyat dan memproduksi citra sebagai pelayan rakyat, kadang bedanya cuma satu:
KAMERA 🎥
Dan ketika pencitraan terus dipertontonkan, yang dieksploitasi bukan cuma kesulitan rakyat.
Tapi juga ketidaktahuan mereka.
Tuan..
Anda punya wilayah kerja sendiri uruslah daerah anda.
Kalaupun tuan ingin memberikan bantuan cukuplah kirimkan ke NTT.
Berhentilah membuat drama recehan seperti ini saya sudah muak.
Tuan..
Anda punya wilayah kerja sendiri uruslah daerah anda.
Kalaupun tuan ingin memberikan bantuan cukuplah kirimkan ke NTT.
Berhentilah membuat drama recehan seperti ini saya sudah muak.
Justru karena sama-sama datang bawa bantuan, maka yang bisa dibedakan adalah cara dan konteksnya.
Saya apresiasi Koster & Iqbal karena datang dalam koordinasi antarpemerintah daerah.
Kritik saya ke KDM bukan soal bantuannya. Soalnya adalah ketika bantuan di tengah bencana ikut dikemas menjadi panggung konten, lengkap dengan tim kamera yang selalu mengikuti.
Kalau menurut Anda itu sama, ya kita memang beda cara melihatnya.