gw sampe sekarang belum pernah ngerasain cromboloni, dubai chewi cookie, sama salt bread ini dan makanan viral lain soalmya kayak ancrit apaan up to 25k beli mie ayam dapet 2 mangkok fak
Kalian tau gak kebanyakan negara yang punya program makan gratis di sekolah justru meletakkannya di bawah Kementerian Pendidikan, bukan bikin badan baru yang berdiri sendiri. Alasannya sederhana, karena jalur distribusi, data siswa, sampai infrastruktur sekolah semuanya udah ada di sana, jadi lebih gampang diimplementasikan di lapangan.
Sedangkan MBG di Indonesia startnya beda, bikin badan baru dari nol. Dan efeknya kelihatan sekarang, tantangan MBG ada di rantai pasok, distribusi pangan, dan logistik, terutama di wilayah 3T.
Masih gak ngerti kenapa program se-ambis ini gak dijalanin dulu di institusi yg ada….
Tapi ini menarik sih, dulu aku pernah deep talk sama sodaraku. Kita berspekulasi kalo orang yang cenderung mengedepankan logika belum tentu orang yang rasional. Mereka bisa aja masih bisa terkena banyak distorsi dan bias kognitif
Dari hasil obrolan random itu, kita menyimpulkan kalo orang yang pake "feeling" ga selalu emosional atau sensitif dan orang yang pake logika ga selalu "rasional" karena bisa aja mereka pake logika sebagai bentuk pelarian atau menghindari feeling
Karena menurutku orang yg rasional justru adalah orang yg bisa menyadari kalo cara berpikir manusia itu banyak dipengaruhi oleh bias dan distorsi, termasuk menyadari adanya ikut campur perasaan dalam membuat keputusan
-alokasi anggaran pendidikan terendah, cuma 1,3%
-anggaran perpusnas dipotong drastis
-buku dipajakin 12%
-ada perpus sekolah yg dirobohin buat kopdes
Kalo ada yang bilang ini ga suram, ga gelap, berarti ada yang salah sama dia.
Sakit hati banget pas dengar pemaparan Ketua Perpusnas di RDP DPR. Dia cerita kalau karena efisiensi, Perpusnas bahkan nggak punya anggaran untuk mengirim buku ke daerah. Mau daerah perlu dan minta kayak gimana pun ya nggak akan bisa dikasih, lha wong duitnya nggak ada. Kacau.
@mengagetkan kok klo soal kekerasan kyk gini cpet banget berserikatnya anjir giliran buat pergerakan penting ttg ngebela hak hidup rakyat sendiri kok susah banget...
this is also why ive nvr liked being told im wasting my potential bcs ive realised that this “potential” is often jst someone elses idea of the life i shud be living
Kelen ngerti ga skrg bahayanya pergerakan pengangguran miskin sangean itu? Perempuan bisa jd korban pemerkosaan atau pelecehan dgn cukup dituduh lesbi
Jd kalo kelen punya akal, kata gua mikir sih ini kedepannya bakal kek mana
Jgn ngerasa kelen perempuan aman karena mereka ngejernya “boti”
Jgn goblok banget jd manusia tolong 🥰🥰 pikiran tuh jgn pendek gtuh
they love blaming us for "low literacy" but how are we supposed to read when physical books are so expensive???? and now they cut 132B from perpusnas, killing the only program that distributes free books to rural areas. terus gausah sok-sokan bilang "baca digital aja di ipusnas"
this country will never be progressive kalo orang-orangnya cuma mau melihat dunia dari kacamata "di ajaran [insert agama] kayak gini gak boleh, harus dibasmi!", instead of accepting semua hal itu kompleks, diverse, dan banyak faktor2 yg mempengaruhi how things came to be
@2006sfawn indo people are really just belajar agama sampe cassingnya doang. dosa siapapun itu mau lu anggep itu dosa atau ngga, bukan hak lu untuk mengusik kenyamanan atau sampai menghabisi nyawa mereka cuma dengan narasi “Tuhan gak suka” apa Tuhan minta lu buat ngelakuin itu demi-Nya?