@Gurltective "Kalau kau bilang begitu, aku hanya akan membuat kare. Apa tidak masalah?"
Karena tidak banyak yang bisa ia masak. Kemampuan yang terpaksa ia pelajari karena kepentingan misi saja.
@Gurltective "Itu sepertinya agakー"
Ribuan hujan mulai jatuh menerpa payung, membuatnya harus sedikit menaikkan volume suara.
"ーtapi akan ku coba membuatnya nanti."
@Gurltective "Hanya bahan-bahan persedian. Sayur, buah, dan bumbu dapur lain-."
Sembari membuka payung, mata sipitnya melirik sekilas ke arah Sera.
"Kecuali ada spesifik makanan yang ingin kau makan."
@Gurltective "Ini payungmu."
Okiya memberikan satu berwarna ungu. Kemudian berjalan lebih dulu, secara tidak langsung mengintruksi sang adik untuk mengikuti.
Angin dingin menerpa kulit ketika ia membuka pintu. Namun hujan sudah tak sederas beberapa menit lalu.
Sore itu, suara petir membangunkannya dari lelap mimpi. Ia tertidur di perpustakaan kediaman keluarga Kudo ketika sedang membaca salah satu buku lumayan tebal bergenre horror.
+
@Furuyahime "Kau tidak tahu? Itu seperti kebiasaan orang korea, selalu ada kimchi saat makan sesuatu. Amuro-san terlihat seperti itu di mataku, hanya saja dengan jenis makanan yang lebihー"
Ia menjeda sebentar, mencari kata-kata yang lebih sopan.
"ーEksotis. Seperti timun atau lobak?"
@Furuyahime "...Maksudmu Ran-san? Tidak, tidak. Ran-san memang kadang kala mampir ke rumah ini, tapi hanya untuk bersih-bersih saja."
Okiya menanggapi dengan menggeleng pelan. Lalu menarik kursi untuk ikut duduk di depan meja makan, tak jauh dari posisi sang tamu.
+
@Furuyahime "Benar juga. Kalau diingat lagi, seseorang pernah mengatakan itu padaku." Dahi berkerut berusaha menarik memori dalam kepala.
"Tapi kalau Amuro-san butuh acar, aku punya. Timun besar juga ada."
[ @Furuyahime ]
@Furuyahime "'Lagi'?" Matanya terlalu sipit untuk memperlihatkan raut terkejut dari sepasang bola mata. "Ah... Mungkin maksudmu aku susah dapat pacar, begitu?"
Okiya meletakan segelas air mineral tepat di sebelah piring kare tamu nya.
+
@Gurltective "Ambil payung atau mantel hujanmu, kita berangkat sekarang."
Cerobohnya. Bagaimana Okiya bisa lupa kalau persediaan bahan makanan di kulkas telah habis. Padahal di cuaca hujan seperti ini, kare pedas hangat merupakan pasangan paling cocok.
ー [ Closed plot:: @Fumataso ]
Yang kemarin itu sangat menyenangkan. Jadi Altare tidak akan menolak kala seniornya mengajak lagi pergi ke festival.
Namun malam ini, tidak dengan formasi lengkap. Hanya mereka berdua, sesama leader. (Kebetulan sekali).
+
ー [ Closed plot:: @Fumataso ]
Yang kemarin itu sangat menyenangkan. Jadi Altare tidak akan menolak kala seniornya mengajak lagi pergi ke festival.
Namun malam ini, tidak dengan formasi lengkap. Hanya mereka berdua, sesama leader. (Kebetulan sekali).
+
@Fumataso Altare tidak bisa menahan kekehan halus dari bibir melihat Fuma yang kini khusyuk. Walau pada akhirnya, ia ikut pula memenjat doa, di bawah cahaya yang menari-nari memecah sunyi.
Karena bintang tidak melulu datang dari langit, kan?