Telihat taktikal? Tidak? Terlihat bodoh? Ya jelas terlihat bodoh dan konyol... Ini banyak yang mengabaikan sisi disiplin dan safety alias ngawur! Muzzle discipline tidak ada, kena sapu semua oleh laras senapan kawan di belakangnya, dan ada yang telunjuk masih menempel di pelatuk.
Baru tahu lahan hotel Sultan sekitar 13,6 ha
Kalau begitu mah, mending dijadiin hutan kota aja.
Riil hutan kota kek Central Park New York di Manhattan. Yang dikelilingi gedung pencakar langit.
Jakarta ini sama sekali ga punya hutan kota. Kalau pun ada, ya, hutan jadi-jadian kek hutan kota GBK.
Padahal hutan kota itu manfaatnya banyak banget
Selain menyediakan public space buat rekreasi dan olahraga.
Hutan kota itu penting buat
- Ngurangi polusi as always..
- Menyediakan tempat buat ekosistem hewan liar di perkotaan
- Nambah lahan buat serapan air jadi ngurangin banjir
- Dan yang paling penting, turunin urban heat di Jakarta. Walau ya ga gede-gede amat.
Toh ada kewajiban juga ke kota menurut UU Penataan Ruang...
Di mana 30% dari luas wilayahnya harus ruang terbuka hijau.
===
Dan yang lucu
Ngapain lagi bikin kawasan ekslusif. Udah terlalu banyak di Jakarta. Yang gini-gini justru pemborosan lahan.
Ospek di kampus aja kalo ada 1 orang yg meninggal pasti diusut penegak hukum. Dikejar sampe ke pucuknya. Latsarmil Kopdes ini 5 orang meninggal, terus dibiarkan aja karena melibatkan struktur tentara, gitu?
Tajam ke sipil, tumpul ke tentara. Negara hukum macam apa kita ini?
jangan lupa, disaat yg bersamaan kita diberikan pilihan untuk memilih presiden yg seperti dekisugi. buku gratis memang tidak semenggiurkan makan dorayaki gratis.
🇳🇴🤯 A remarkable World Cup coincidence: in 1994, Erik Thorstvedt, Alf-Inge Haaland and Gøran Sørloth were part of Norway’s squad at the World Cup in the United States. Thirty-two years later, at the 2026 World Cup in North America, their sons — Kristian Thorstvedt, Erling Haaland and Alexander Sørloth — are representing Norway on the same stage.
Penasihat Komunikasi Presiden, Hasan Nasbi, bilang Indonesia "terlalu demokratis."
Bukan provokator.
Bukan mahasiswa.
Orang yang digaji negara untuk menjaga citra demokrasi kita.
Tapi ada yang lebih menarik dari logikanya malam itu:
a. Korupsi nggak terjadi → presiden berkomitmen ✓
b. Korupsi terjadi tapi ditangkap → JUGA berkomitmen ✓
c. Korupsi di program paling disorot presiden sendiri → "bukti komitmen" ✓
Pertanyaan sederhana: kondisi apa yang membuktikan pemerintah TIDAK berkomitmen?
Kalau semua skenario selalu berakhir = komitmen, itu bukan argumen. Itu namanya mantra.
O ya dia ngomong sendiri Idolanya adalah Soeharto.
Yang estimasi korupsinya US$35 miliar versi Transparency International.
Pantas logika "korupsi = prestasi" terasa kayak lagu lama.
🤷♂️