PADAHAL SISTEM KIP JAKARTA TUH UDAH GINI. tiap bulan nyokap gua tuh selalu dapet ayam, telur, susu, daging, dan bisa beli alat2 sekolah juga. Gizi dapet, support pendidikan jg dapet. KENAPA SIH GA DICONTOH PROGRAM YANG UDAH JALAN DAN EMANG BAGUS??????? PEMERENTAH TOLOLLLL
Mau Tetap Diam?
Rakyat Datang Menuntut Keadilan, Malah Disiram Air Parit di DPRD Kaltim!
Mereka tidak datang membawa senjata. Mereka tidak datang untuk merusak. Mereka datang membawa harapan, membawa suara rakyat kecil yang selama ini menunggu keadilan.
Namun yang mereka terima justru perlakuan yang menyakitkan hati. Di saat rakyat berjuang menyuarakan kebenaran, mereka harus merasakan siraman air parit di depan rumah yang seharusnya menjadi tempat mengadu dan mencari keadilan.
Betapa mirisnya negeri ini, ketika mereka yang berani bersuara harus menanggung penghinaan, sementara banyak yang memilih diam menyaksikan.
Untuk para pejuang yang tetap berdiri meski dihina, yang tetap melangkah meski dihalangi, yang tetap bersuara meski dibungkam—ketahuilah bahwa perjuangan kalian tidak sia-sia.
Panjang umur para pejuang keadilan di negeri ini.
Semoga langkah kalian selalu dijaga, dan semoga keadilan yang diperjuangkan suatu hari benar-benar berpihak kepada rakyat.
Lagi-lagi semua SALAH PEMERINTAH karena:
1. Nggak bisa menyediakan public space yang layak.
2. Masih banyak banget yang underpaid sampe harus mikir berkali-kali untuk keluar/hangout/ngafe karena uangnya udah abis buat kebutuhan primer.
Gue benci banget jadi WNI.
- Anak ini kehilangan bapaknya yg SEDANG BEKERJA BUKAN yg sedang maling ayam
- Anak ini tidak teriak2 “Bapak.. Bapak..” pada saat pemakaman karena TIDAK ADA KAMERA yg merekam
- Anak ini menangis mengeluarkan air mata pada saat dikunjungi BUKAN senyum2 ke kamera
- Anak ini baru mendapatkan 1 kali bantuan, TIDAK MENDAPATKAN BANTUAN yg katanya dapat donasi 1/2M, Ayam 100 Kg, sepatu baru, baju baru, IPAD Baru, HP baru, Baju Baru, Makanan 1 Dus & Se-Truck, biaya sekolah dari SD hingga selesai Sarjana
Diksi “Londo Ireng” itu sebenernya berbau rasisme.
Lucunya, yang paling lantang ngecap jurnalis sebagai “Londo Ireng” justru keturunan langsung dari The Real Londo Ireng-nya.
Buyutnya dulu ikut bantu Belanda lawan Diponegoro.
Apa gak malu?
Netizen bisa dong cari brand lokal yg kolab sama zionis ini. Kita boikot, kita kasih bintang satu rame2, kalo mampu hack situsnya. Gosah nunggu negara hadir. Malah ribet. Bisa yuk 💪🏽
WN(Lain):
Jarak antara kamu dan mimpimu adalah usaha dan do'amu.
WNI:
Jarak antara kamu dan mimpimu ada pemerintah korup, pajak yang merampok, kemiskinan struktural, ketimpangan literasi, ketimpangan kesempatan antar kelas, kebijakan publik kontra rakyat, usaha, baru do'a.
lagi mau makan enak trs tbtb kepikiran how good and merciful Allah is to me…
like, Dia saksinya sebanyaaaaak itu dosa w, salah w. bener2 dah tiap hari dosa mulu. tapi kok end up w masi dikasi rezeki baik terus menerus ya? malu kadang jujur…
i really am not grateful enough.
Pengen minta maap ama squidward im so sorry i didnt get you back then 😭 terus gw baru sadar ikan2 di bikini bottom jahat2 bgt anj, gw baru sadar society pada baik cuma ke larry karena dia ketemu "beauty standard" nya fak lah
Sedihnya, orang2 kayak ibu ini akan senang dan bangga dapet uang 100k. Dia gatau kalo uang itu dari pajak dia sendiri. Dia gatau klo suara, tenaga, dan masa depan keluarganya dibeli dengan harga 100k.
sebel banget ni trio ngalah ngalahin cortis waktu lagi ending fairy😭😭😭😭🤣🤣🤣 ini nih beneran jokes indonesia bgt ending fairy di ngos ngoskan, bedanya mereka masuk tv😭😭😭😭😭😭😭
Rupanya lagu Pak Bahlil sudah sampai ke halaman rumah.
Awalnya saya kira ada apa di depan rumah saya Gang Kutai Utara, Solo. Ternyata anak-anak muda lagi semangat joget, "Mas Bahlil ganteng!"
Saya melihat sendiri generasi muda mengekspresikan kegembiraan mereka dengan cara yang unik. Yang jelas, semangat dan kreativitasnya patut diapresiasi.
Salam dari Solo.
Nah, berarti sudah clear ya.
Kalau nanti ada gimmick model Bahlil seperti itu lagi dan masih banyak yang kena juga, berarti pendidikan politik kita memang sudah no hope 🥲
Narasumber bukan entitas yang statis. Mereka bisa berubah. Bisa menarik pernyataan. Bisa menyangkal juga. Dan perubahan itu tidak selalu berarti bahwa mereka sejak awal berbohong.
Ada banyak kemungkinan, bisa jadi
mengalami tekanan, mendapat ancaman hukum, mengalami intimidasi fisik atau digital, atau mungkin ada tawaran lain.
Karena itu, dalam jurnalisme atau dalam hal ini film dokumenter, perubahan sikap narasumber tidak otomatis dibaca sebagai bukti bahwa laporan sebelumnya salah, dan Papua baik-baik saja. Tetapi juga tidak boleh diabaikan begitu saja. Justru di situlah pentingnya verifikasi berlapis dan prinsip informed consent.
Narasumber adalah manusia yang berada dalam relasi kuasa. Semoga Mama Yasinta sehat selalu.