Di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) Sulawesi Tengah, para guru harus bertaruh nyawa menyeberangi derasnya sungai demi bisa sampai di sekolah.
📹 : @/najib_nadir
Bagi mereka, kata "berangkat kerja" adalah tentang keberanian dan ketulusan yang dipertaruhkan. Demi memastikan lentera ilmu anak-anak pedalaman tetap menyala.
Terima kasih atas dedikasi ini. Sehat dan bahagia selalu, Bapak Guru!
Bagi Monik, seorang penyandang disabilitas akibat autoimun kronis, perjalanan di trotoar ibu kota adalah perjuangan fisik yang menyakitkan. Alih-alih memberikan keamanan, permukaan trotoar yang tidak rata justru memicu guncangan yang memperparah nyeri tulang belakang yang dideritanya. Keterbatasan akses ini sering kali memaksa Monik turun ke jalan raya, bersaing dengan kendaraan bermotor, dan secara harfiah menantang maut demi mencapai tujuannya.
Sumber: DW TV
#Aksesibilitas #TrotoarUntukSemua #DisabilitasIndonesia #InfrastrukturInklusif #HakPejalanKaki #RamahDisabilitas
‼️INFO ORANG HILANG‼️
Telah hilang seorang perempuan lanjut usia dengan identitas sebagai berikut:
Nama: Nurdiana Nasution
Jenis Kelamin: Perempuan
Usia: 65 Tahun
Alamat: Kampung Laladon Karya Bakti, Desa Parakan, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor
Ciri-ciri Fisik:
Ibu Nurdiana Nasution memiliki ciri-ciri fisik dengan tinggi badan sekitar 160 cm, berat badan kurang lebih 56 kg, bentuk wajah oval, serta warna kulit sawo matang. Saat terakhir terlihat, ia mengenakan kerudung berwarna hitam dan gamis abu-abu dengan corak hitam.
Kronologi Kehilangan:
Ibu Nurdiana Nasution dilaporkan hilang sejak Minggu, 19 April 2026, sekitar pukul 18.00 WIB atau menjelang waktu Maghrib. Korban terakhir terlihat usai berbelanja grosir di Toko Lestari Sukamakmur, wilayah Ciomas Pintu Ledeng, Bogor. Hingga saat ini keberadaannya belum diketahui dan pihak keluarga masih terus melakukan pencarian.
Bagi masyarakat yang melihat, mengetahui keberadaan, atau memiliki informasi terkait Ibu Nurdiana Nasution, diharapkan segera menghubungi nomor elshinta di 0811806543, terima kasih.
Mohon bantuan untuk menyebarluaskan informasi ini.
#ElshintaViral #InfoOrangHilang #Bogor
Imranul Karim, pemuda Kalimantan Timur, meraih Juara 1 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional 2026 kategori Tilawah di Kazan, Rusia, yang berlangsung pada 22-25 April 2026.
📹 : Muslim TV via YouTube
Qari langganan juara, Imranul sebelumnya sukses menjuarai MTQ Internasional 2025 di Indonesia dan Bangladesh.
Indonesia kembali pertegas posisi sebagai pusat seni baca Al-Qur'an terbaik dunia.
Australian actor Harry Cook breaks down in tears watching a 10 year old boy being torn from his family and later murdered by Israeli forces.
Every single time these clips surface, the tears come unashamed. After 18 months of this nightmare unfolding since October 7th, 2023, I’m strangely grateful: my humanity and conscience remain, and I feel just raw, functioning outrage.
You know right from wrong when you see it.
This is indubitably wrong on a level that does not break, bend, nor forgive. Never forget your humanity.
#palesti̇ne
Painting of Rania with her beloved twin babies, Wesan & Naeem, in burial shrouds - by Irish artist and activist Anne-Marie Farrell.
Rania waited for them for eleven years of infertility, they were her little miracles. At 6 months old they were killed along with her husband & 11 family members when the IOF bombed the Al-Salam neighbourhood in Rafah, Gaza Strip, on March 3 2024.
I have no words to describe the loss this mother, endured... her entire world decimated in a second like so many.
Our daughter, Rachel Corrie, was killed in 2003 in Gaza, while trying to protect a Palestinian home facing illegal destruction by the Israeli military. She was 23 years old. The massive, armored Caterpillar D-9 bulldozer that crushed her was operated by two Israeli soldiers and manufactured in the United States. It was the same type of militarized bulldozer that US presidents from George W. Bush through to Donald Trump have delivered to Israel.
Today, as the destruction of Palestinian homes has only become more commonplace, not to mention the horror of Israel’s genocide, Senator Bernie Sanders will force a vote in the Senate to try to end this cycle of death by banning the transfer of D-9 bulldozers to Israel. We hope he will not take this stand alone.
No policy can bring back those taken from us by these actions—children and other loved ones. But the Senate now has an opportunity to honor the memories of our daughter, other Americans, and thousands of Palestinian civilians killed, and to show that their deaths, and all the destruction, will no longer be condoned and funded. We hope those elected to represent us, the American people, understand the message that voting to block these D-9 bulldozers will send. This will not be a symbolic gesture, but a concrete step toward the protection of human life.
https://t.co/KvwjbIsMDX
Israel killed two UNICEF drivers trying to get WATER to families in Gaza. Is this story going to get any coverage?
Or is the ongoing genocide not newsworthy?
I genuinely lost my shit when they started arresting the Palestinians
Settlers, led by internationally sanctioned terrorist Moshe Sharvit, harassed the community for hours, but when the army arrived, they arrested the victims
📍 Hamra, Jordan Valley, West Bank 🇵🇸
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
hari ini kompas merilis 3 halaman full kekejaman israhel ke tahanan palestina, dari laporan Albanese (utusan PBB).
ada laki, cewek, tua muda, berkali-kali diperkosa utk menghacurkan martabat
keji betul. sementara negeri kita masih tidak berani bersikap :(
This’s not a military uniform, this’s the paramedic uniform who was killed yesterday.
Israel has killed 88 paramedics and first responders after deliberately targeting ambulances and medical centers.
This’s a war crime, but international law clearly doesn’t apply to Israel.
Israel killed Farizal in South Lebanon.
He wasn’t a fighter — he was a UN PEACEKEEPER from Indonesia.
A father. A husband.
Israel killed him anyway.
And not a peep from Western media.
No global outrage. No condemnation. No accountability.