1on1 waktu itu berimpact:
- tidak ada penilaian anomali yang menyeleweng sendiri pendapatnya di tahun ini
- statement dari GM kalo pacarku (yang juga udah kerja di kantorku selama 3 tahun lebih lama dariku) ternyata sudah menjadi seperempat hatinya selama ini
flashback evaluasi tahunan di bulan Januari awal lalu. ada 1 orang penilai yang kasih penilaian untukku kalo aku slowres sementara penilai-penilai lain marking bahwa aku fastres. menjadi kebingungan oleh tim HC. sayangnya yang kasih penilaian slowres tersebut adalah my GM [cont]
6 bulan berlalu sejak evaluasi kontrakku kemarin. dan hari ini, hari evaluasi kontrak baruku, tidak ada lagi penilaian untukku yang "beda sendiri". tidak ada yang anomali
dahlah.. orang dari awal gabung kantor ini juga udah ngerasa budayanya yg ga bisa aku ikutin. mau flexing tiap ngerjain sesuatu juga emang mikirnya "buat apa? ga harus lah ya. temen² pasti paham. manager pasti tau". nek ga gt. akunya yg ga bs adaptasi berarti
sedang iri karna temen bikin deck ada pembagiannya: yg bikin strategi campaign sendiri, yg desain ada lagi, dst. meanwhile aku: riset kompetitor, bikin strategi pengembangan sistem, desain system, ux research, ui design, sampek flow logic, dan develop seorangan. sama² [....]
sedang iri karna temen bikin deck bisa digarap bebarengan karna 1 tim divisi banyak, sementara aku cuman 2, dan yg 1nya udah ada plotan kerjaan lain dan secara pengalaman masih kurang
tinggal mikir jgn malu kalo tiba² jadi tokoh utama dalam beberapa hari. ayolahhh, itu hari bahagiaku. masa saking malunya buat jadi center sampek ngundur² kek gini sih? pfft
ini bukan pertama kali aku ga dapetin seseorang yang aku inginkan. tapi kek sebelumnhya tuh karna emang sesuai kalkulasi aja bahwa ga mungkin. dan sebelumnya, aku lebih banyak menerima perasaan terlebih dahulu dan mengusung witing tresno jalaran seko kulino