Kabareskrim Polri umumkan 20 korporasi ditetapkan sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
4 di antaranya investor asing yg kurang ajar: 1. PT HKI (Singapore) dg konsesi 97.891 ha, terbakar 987 ha.
2. PT AI (Singapore) dg konsesi 6.980 ha, terbakar 421 ha.
3. PT RKA (Malaysia) dg konsesi 26.067 ha, terbakar 2.157 ha.
4. PT API (Korea Selatan) dg konsesi 12.881 ha, terbakar 351 ha.
Dari 104 laporan polisi terkait korporasi, total lahan terbakar mencapai 29.168 hektare.
Selain itu, 245 orang juga ditetapkan sbg tersangka dari kasus perorangan.
Dari sekitar 97 korporasi yg sedang didalami, 22 di antaranya bermodal asing (paling banyak dari Singapore dan Malaysia)❗️🤨🤨
Artinya:
Bukan cuma yg sudah jadi tersangka, tapi banyak yg sedang diperiksa.
Polisi juga merekomendasikan pencabutan izin usaha thdp 23 korporasi terkait indikator kebakaran berulang dan kurangnya sarana pencegahan.
Ancaman hukumnya jelas:
Pidana hingga 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp.15 miliar berdasarkan UU Lingkungan Hidup.
Investor asing boleh datang, boleh beroperasi di Indonesia. Tapi bukan berarti bisa main2 dg hutan dan lahan Indonesia.
Kalau sudah ngebakar dan merusak lingkungan, tetap harus bertanggung jawab!
Tidak ada perlakuan istimewa.
Modal dari luar tidak membuat mereka kebal hukum.
Lingkungan Indonesia bukan tempat uji coba atau tempat membuang sisa operasi.
Yang merusak, yang dihukum!
@DivHumas_Polri
This is How Singapore Gets Rich from Indonesian Palm Oil Without Owning Any Land
Singapura memiliki 0 hektare kebun sawit, tapi bisa mengekspor sampai jutaan dolar.
Bagaimana cara Singapura untung jutaan dolar dari sawit padahal tidak memiliki lahan sama sekali?
Kalau diibaratkan, ada Pak Andi yang punya perusahaan di Indonesia, misalnya PT Sawit Nusantara. Dia punya kebun di Kalimantan dan Sumatera, jutaan hektare sawit, dan ribuan pekerja.
Harga produksi sawit di Indonesia sekitar 410 dolar per ton CPO.
Amerika ingin membeli. Harga jual ke Amerika sekitar 1.812 dolar per ton.
Kalau dijual langsung dari Indonesia ke Amerika, untungnya sekitar 1.400 dolar per ton.
Tapi ternyata Pak Andi punya perusahaan lain di Singapura yang satu grup. Perusahaan di Indonesia tidak menjual langsung ke Amerika, melainkan melalui perantara di Singapura dulu.
Data menunjukkan harga dari Indonesia ke Singapura sekitar 1.100 dolar per ton CPO.
Jadi alurnya:
Biaya produksi di Indonesia: 410 dolar/ton
Dijual ke Singapura: 1.100 dolar/ton → untung Indonesia sekitar 690 dolar/ton
Dari Singapura dijual ke Amerika: 1.812 dolar/ton → untung Singapura sekitar 712 dolar/ton
Padahal seluruh sawit berasal dari tanah Indonesia, tapi keuntungan yang lebih besar justru ada di Singapura.
Akibatnya Indonesia kehilangan potensi untung yang seharusnya. Seharusnya bisa untung sekitar 1.400 dolar per ton, tapi karena harus lewat Singapura, untungnya hanya sekitar 690 dolar. Kehilangan untung hampir dua kali lipat.
Ini sejalan dengan pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Mei 2026, bahwa harga di Amerika atau tujuan akhir rata-rata dua kali lipat dibandingkan harga yang dijual dari Indonesia ke Singapura. Dari situ sudah rugi setengah dari potensi pendapatan.
Yang lebih mengejutkan: sawit tidak harus masuk ke Singapura secara fisik. Bisa dikirim langsung dari Indonesia ke Amerika, tapi transfer pembayarannya tetap melalui Singapura dulu. Sehingga ada potensi pajak yang hilang dua kali.
Praktik ini tidak hanya terjadi pada sawit. Komoditas lain seperti batu bara dan paduan besi juga sering mengalami under-invoicing (laporan nilai ekspor lebih rendah dari harga transaksi sebenarnya). Praktik ini sudah berlangsung sejak 1991 sampai 2024, sekitar 34 tahun. Prabowo menyebutnya sebagai penipuan/fraud.
Potensi kerugian negara ditaksir mencapai Rp15.400 triliun.
Bayangkan jika uang sebanyak itu masuk semuanya ke devisa Indonesia: likuiditas dolar naik, rupiah menguat, biaya impor turun, inflasi turun, dan daya beli masyarakat naik. Variabel konsumsi (C) ikut naik.
Di sisi lain, penerimaan negara naik sehingga ruang fiskal membesar. Bisa dialokasikan ke investasi (I) dan belanja pemerintah (G). Ekspor juga naik. Akibatnya pertumbuhan ekonomi (Y) ikut naik.
Jangan sampai Indonesia hanya dieksploitasi sumber daya alamnya, sementara kemakmuran mengalir ke negeri orang.
SC : @aliftowew
@DutaIrama619480@RamaAdamfaathir@govsingapore@gibran_tweet@prabowo Maksa banget bikin narasi biar keliatan kritis, padahal cuma keliatan dungu. BYAN sama Jhonlin itu swasta, transaksinya murni murni bisnis pasar modal antar pengusaha. Sejak kapan Bank BUMN ngutang ke Singapura cuma buat nalanin akuisisi saham swasta? Kebanyakan nelen hoaks!
@Johncarterc9@zhil_arf Belajar corporate action sama analisis teknikal dulu sebelum sok ngajarin pemerintah. Kalo yang dibeli saham lapis tiga baru itu exit liquidity. Nyerok LQ45 pas market crash itu strategi borong aset bagus harga diskon. Berisik doang tapi nol literasi.
@zhil_arf Kalo BUMN beli saham lapis tiga baru itu namanya exit liquidity. Tapi kalo serok LQ45 pas pasar crash, itu strategi market stabilization sekaligus borong aset murah. Langkah pemerintah sudah tepat
@Yoodee0276@sibambaang Singapura aja santai nemu solusi lain, eh netizen lokal yang malah kejang-kejang kepanasan. Gak digaji, gak dapet PR (Permanent Resident), tapi belain negara orang udah kaya pahlawan kesiangan 😁
@sibambaang Saking cintanya sama Singapura, bayar pajak di Indonesia tapi jiwanya sudah siap jadi babu energi tetangga. Beli minyak kayu putih aja masih nawar, tapi giliran gas Singapura berkurang langsung panik kaya emaknya yang punya pabrik di sana
Menurunkan ekspor demi mencukupi kebutuhan domestik = Pemerintah salah dan zalim.
Membiarkan dalam negeri krisis energi asal Singapura puas = Pemerintah baru keren dan visioner.
Paham, paham, logika mainnya emang beda kelas! 😁
KALIAN UDAH BACA SURAT TERBUKA DARI SINGAPORE UNTUK PRABOWO INI?
Intinya mereka mengucapkan terima kasih karena telah menghentikan eksport gas Indonesia ke Singapure.
Bahasa “terima kasih” nya itu nusuk banget.
Penuh dengan sarkas tapi Singapura sangat percaya diri pada kemampuan pemerintahan mereka.
Kelihatan banget yang ngenes malah kita.
@sibambaang Keren banget emang netizen kita. Pasokan gas di dalam negeri lagi menipis dan butuh diamankan, eh mereka malah heboh mikirin kenyamanan listrik Singapura. Mantap, prioritasnya pro-tetangga banget!
@sibambaang Org2 berpendidikan rendah pasti kemakan tuh sama narasi sampah anti singapore.
Pantesan prabowo potong terus anggaran pendidikan.
Biar rakyatnya gampang dikibulin.
Good job guys!
Enjoy your ruined country.
Makan tuh presiden biji satu lo pada