@bmartawardaya Pak Berly ya ampun saya pernah jadi mahasiswa bapak dulu, semoga bapak dan keluarga sehat selalu..
Di rumah saya belum datang petugas sensusnya, tapi semoga datang di weekend pas yang libur aja, lumayan kepo sama pertanyaan-pertanyaan yang diajukan soalnya ๐
Begini analogi dampak kenaikan dolar terhadap kelas menengah bawah.
Bayangkan ekonomi kita adalah sebuah Warung Bakso, dan kelas menengah bawah adalah pelanggan setia yang punya budget pas-pasan setiap hari.ย ย
Si Tukang Bakso (Negara/Produsen) biasanya beli daging dan tepung terigu. Masalahnya, tepung terigu itu tidak tumbuh di desa kita, harus didatangkan dari luar negeri pakai kapal yang cuma mau dibayar pakai dolar.ย ย
Dulu dengan 1 lembar dolar, Tukang Bakso dapat 1 karung tepung.Sekarang dolar makin mahal, Tukang Bakso harus setor lebih banyak rupiah buat dapat 1 karung yang sama.
Dampaknya harga satu porsi bakso naik. Kelas menengah bawah yang biasanya makan bakso pakai telur, sekarang terpaksa makan bakso polos, atau malah cuma kuahnya saja.
Karena Tukang Bakso takut pelanggan lari kalau harga naik terlalu tinggi, dia main cerdik. Harga tetap Rp15.000, tapi ukuran baksonya jadi sebesar kelereng (dulu sebesar bola pingpong).Tahu yang tadinya ada dua, sekarang tinggal satu (itupun dibelah dua lagi).ย
Dampaknya kelas menengah bawah merasa kenyangnya tidak bertahan lama. Secara fisik mereka makan, tapi nutrisi dan kepuasan mereka berkurang meski uang yang dikeluarkan sama.
Gerobak bakso butuh minyak tanah atau gas buat masak. Karena harga minyak dunia bergantung sama dolar, biaya buat menyalakan kompor jadi lebih mahal. Si pelanggan kelas menengah bawah harus naik ojek buat sampai ke warung bakso itu. Karena bensin mahal, tarif ojek naik.
Dampaknya belum sampai ke warung saja, uang mereka sudah habis di jalan. Mereka jadi makin malas bergerak atau belanja, yang membuat ekonomi jadi lesu.
Di tengah situasi ini, ada "Rentenir Desa" (Pinjol) yang lewat dan bilang, "Lapar ya? Makan saja dulu, bayarnya besok-besok pakai bunga dikit.ย Karena perut lapar (kebutuhan pokok yang naik), kelas menengah bawah akhirnya ambil kasbon.
Dampaknya saat dolar terus naik dan harga bakso makin tak terjangkau, mereka bukannya cari cara buat tambah pendapatan, malah sibuk bayar bunga kasbon yang makin mencekik.
Saat semua itu terjadi, di dalam dompet mereka sedang berlangsung prosesย "pencurian diam-diam". Uang mereka nilainya tetap sama, tapi nilai tukar untuk membeli makan berkurang drastis.
FYI, e-reader hanya lebih rendah jejak karbonnya dibanding buku cetak jika kamu avid reader (baca banyak dan sering).
Jejak karbon e-reader (sampai produk aja, nggak ngitung ngecas dan pembuangan e-waste) ~ 168 kg CO2e.
Asumsi dipakai 5 tahun, maka dia < rendah jika kamu baca minimal ~ 17 buku/tahun.
Penerbit juga udah lumayan banyak yg pake kertas dari kehutanan berkelanjutan (label FSC) atau produk karbon netral seperti di Jerman.
@KalanaraDika Mesin cuci LG front load baru pensiun di tahun ke 11, trus ibu minta mesin cuci 2 tabung krn mau nyuci ikut sunnah alias dialirin air tanpa detergen dulu, yowes deh.
Yg bener aja deh TJ @PT_Transjakarta, ini D11 datengnya sejam sekali apa gimana? Iya emg ngarahnya ke Depok yg bukan Jakarta, tapi masa iya datengnya sejam sekali. Mending ilangin aja rutenya sekalian ๐ซ ๐ซ ๐ซ
Setiap ulang tahun, pasti gue nangis tersedu-sedu. Entah mikir umur semakin berkurang, masih banyak harapan dan cita-cita gue yang masih belum terwujud
@fauzanmuhajir Adek w pake ini buat mudik kemarin, semua harta benda dia kayaknya masuk. Gue yang gotong setelah jemput dia di bandara. Turns out beratnya 12kg, pantes gue langsung jompo ๐ฅฒ๐๐ป
@_kopiboy permisi kak, mau tanya, untuk sim kamu udh diproses apa masih terbayar ya kak statusnya? kira-kira prosesnya lama ngga ya kak? terima kasih sebelumnya..
@putikfe permisi kak, maaf mau tanya terkait perpanjangan sim online, punya kakak kira-kira berapa lama ya dr proses terbayar sampai prosesnya berubah jd diproses dan dibayar? terima kasih sebelumnya, kak
@PT_Transjakarta tolong dong bis 5c bener bener dikit sedangkan peminatnya banyak banget, masa iya datengnya 15 menit sekali di cawang cililitan? Gila namanya
@sfhrafeb Kak maaf mau tanya, kl perpanjang ttp harus digitalisasi dulu ngga ya? Aku udh coba digitalisasi tapi masih blm berhasil jugaa, khawatir gagal perpanjangannya.
@kindnji Kak maaf mau tanya, kl perpanjang ttp harus digitalisasi dulu ngga ya? Aku udh coba digitalisasi tapi masih blm berhasil jugaa, khawatir gagal perpanjangannya.