Kadang suka tiba-tiba kepikiran pertanyaan gak mutu yang bikin gelisah. Drpd mendem di otak mending tulis aja, siapa tau malah dapet jawaban
Boleh lho kalo mau dijawab 👍
Yang lucu dari reply-nya adalah ternyata emg masih banyak warga yang kurang paham kalo transportasi umum itu harus dituntut ke pemerintah.
Daripada ngamuk ke yg punya postingan, mending ngamuk ke pemda lah. Transum mah jangankan sama jakarta, sama Jawa Tengah pun Jabar kalah 😹
Doa itu ranahnya warga yg ga bisa ikhtiar karena ga punya kuasa.
Kalo lu kuasa punya, tapi cuma doa doang lah apa gunanya lu dibayar dari uang pajak kami?
Lagian, yg kmren ngebet join BoP alasannya biar bisa negosiasi dengan Israel siapa? Buktiin justifikasi yg kmrn2 itu
“Rakyat kita bermimpi untuk hidup layak.”
Orang mah mimpi tuh keliling dunia, sekolah tinggi sampai S3 atau jadi profesor, punya penghasilan 3 digit perbulan… untuk hidup layak DOANG kok harus BERMIMPI tuh berarti negaranya gagal wok
mohon izin, saya coba jadikan poster sederhana agar lebih mudah dibaca di ipad for kids 🙏
mudah-mudahan dibaca juga oleh pak prabowo, biar lebih paham apa dampak kenaikan kurs dolar terhadap masyarakat desa.
nb: sudah disertai solusi juga.
Tapi tapi
5€ ku juga bisa ku beli
ayam ½kg 2,5€
dn beras 1kg 2€,
Minyak mau tau gak? Seliter 1,5€ alias 30ribu
🗣️: "jgn apa2 d Rupiahin!"
Gakk!, biar pada melek, bahan pokok kita hampir sama harganya, tapi UMR beda Ampe 10x lipat! Pemerintah dzalim itu emng nyata!
Kemarin ada netijen yg komen “orang Jakarta (bodetabek) resilient nya tinggi”, di salah satu twit yg tentang segala jibaku dan taktik komuter pasca greenline masalah dan banjir.
Kyknya kita jgn pakai istilah resilient lagi utk kegagalan sistem fundamental spt ini. Krn itu mengalihkan tanggung jawab Pemerintah ke “betapa resilience”nya warga. Warga tentu mau tidak mau bertahan dan cari taktik, tapi itu malah makin kemari makin “dimanfaatkan scr tdk semestinya” oleh Pemerintah.
Kegagalan Pemerintah dlm menciptakan hunian terjangkau tengah kota, diversifikasi kesempatan lokasi kerja, hingga penyediaan siatem transportasi massal dan segala hal lainnya.
WTS
Timnas Home 2018
Player Issue
Small
BNWT
IDR 400k
Timnas Away 2018
Player Issue
Small
BNWT
IDR 400k
Angkut keduanya IDR 750k
----
Keduanya ada noda washable
Pengiriman dari Tangerang Selatan
More info DM atau WA 081217335874
#jersey4sale@Jerseyforum
Setelah 3x Ramadan di Surabaya, tahun ini balik Ramadan di Jakarta. Kalo boleh jujur ada sih kangennya puasa di Surabaya walaupun jauh dari rumah
Waktu lumayan longgar jadi ibadah lebih enak. Sekarang musti lbh effort atur waktu biar semua kebagian, tapi gapapa kerja juga ibadah
4v4 Indonesia hadir di Bandung!
4v4 ini turnamen sepakbola anak-anak yang diinisiasi sama @kskgroup2017, kebetulan kita nih yang pegang license di Indonesia.
Akan ada di 5 kota, Bandung jadi kota pertama.
Jujur satu hal paling benci kalo lagi gaul sama pejabat: rokok
Dan sekarang malah jadi new-normal gara2 vape dan iqos. Ada aja tu orang ngerokok dalem mall, kereta, pesawat, bioskop
“Cuma uap kok ga bau”
KONTOL
Pagi ini ada seorang kawan yang nelpon mimin panik mencari kabar keluarganya di Aceh yang hilang kontak sejak banjir. Dia nanya apakah mimin punya kontak jejaring relawan di sana.
Kawan mimin ini bukan aktivis atau orang yang tiap hari ngomongin isu negara. Cukup pekerja kantoran yang hidupnya normal-normal saja.
Sayangnya, mimin gak bisa bantu dia karena belum punya jaringan sampai sana.
Dan di titik ini semuanya jadi kerasa banget: Hal sesederhana kita bisa menghubungi orang yang kita sayang pun ternyata tidak bisa lepas dari politik.
Di negara yang presidennya jelas-jelas ngeremehin dampak deforestasi dengan ngomong, "Ke depan kita harus tambah tanam kelapa sawit. Nggak usah takut apa itu katanya membahayakan, deforestasi. Namanya kelapa sawit, ya pohon ada daunnya dia menyerap karbon dioksida."
Lalu motong anggaran BMKG, Basarnas, dan BNPB untuk proyek negara yang ngeracunin banyak anak di Indonesia: MBG.
Terus kalau kita memprotes dan ngekritik segala ke(tidak)bijakan tersebut — malah bakal dicap sebagai 'wahabi lingkungan', dilindas, diburu, dibunuh, dipenjarain, dianggap kriminal dan musuh negara.
Dan jangan lupa, segala bencana alam yang terjadi serta kegagalan pemerintah untuk menangani dan MENGHINDARINYA — juga dibarengi dengan penangkapan dua aktivis lingkungan dan HAM yang selama ini mengadvokasi dan memperjuangkan ketahanan lingkungan hidup kita semua: Dera (staff Walhi Jateng) dan Munif (Aksi Kamisan Semarang).
Jadi ini saatnya kita rekam dengan baik di kepala kita:
Walaupun isu-isu politik ini terasa begitu jauh dari kehidupan kita, tapi segalanya yang hari ini kita perjuangkan bareng-bareng, akan menentukan apakah besok kita bisa mengangkat telepon untuk sesimpel bertanya, "Mom, are you okay?"