We were taught the story backwards:
Machines arrived.
Work became easier.
Humans were freed.
Progress marched forward.
But history is messier than that.
Before industrial work, many communities lived with seasonal rhythms.
Busy periods.
Slow periods.
Long breaks.
Work shaped around daylight, weather, harvests, family, and community.
Then factories changed the rules.
The clock became the boss.
Work became fixed.
Repetitive.
Measured.
Monitored.
The machine did not just reduce labour.
It reorganized human life around production.
And this is the part I keep thinking about with AI.
We are hearing the same promise again:
AI will save time.
AI will make work easier.
AI will free researchers from boring tasks.
Who gets the saved time?
The researcher?
The institution?
The funder?
The platform?
The employer?
Because if AI helps us finish a task in 2 hours instead of 10, that does not automatically mean we get 8 hours back.
It may simply mean we are expected to produce 5x more:
More papers.
More grants.
More outputs.
The real test of AI is whether it gives us more room to think.
To read slowly.
To question methods.
To mentor students.
To design better studies.
To rest without guilt.
Progress should mean giving humans more space to do the parts of research that require judgment, care, and thought.
(not turning researchers into faster machines)
Sebagai dosen yg diminta bimbing program IISMA gw juga kesel, laporan presentasi akhir mahasiswa isinya foto jalan2 di negara tujuan doang. Udah diminta jadi dosbim, gak dapat insentif, gak juga bisa masuk BKD. Sementara mahasiswanya dikasih insentif dari program IISMA.
When Nadiem ngide IISMA dengan anggaran sebejibun itu, gw langsung batin: "buat apa?". Buat apa govt bayarin anak² mampu belajar luar negeri satu semester dan bikin acara² kebudayaan? Toh kebanyakan dari pendaftar IISMA hasrat jalan²nya lebih gede kan ketimbang belajarnya?
@rdtlco Poin paling lucunya kita di CMC ga pernah ada agenda belajar bareng loh, cuma circle yg isinya hohohihi, main PS dan melakukan hal bodor lainnya 😂😂
@rdtlco Beneran Dit. Ini mungkin yg dinamakan education as social ladder. Cuma pengalaman SMA yang menurut gw cukup gila, dari kelas IPA terus setelah UN lanjut persiapan 2-3 bulanan buat tes SNMPTN jalur IPC. Alhamdulillah kita semua berhasil, baik lanjut di PTN favorit atau abroad.
Kalo ikan predator dan invasif kaya sapu-sapu bisa gede gini hype-nya “dibersihin”dan semua pejabat serta aparat ikutan latah dan terkesan peduli.
Pertanyaan sederhananya kenapa individu koruptor yang perangainya abuseive gak disikat juga dan gak gede hype-nya? 🤡🤫🧠🤡
@TimnasIndonesia Kurikulum playbook usia muda (best practice): bermain sederhana dari kaki ke kaki.
Kurikulum playbook usia muda (PSSI):
umpan long ball, banyak gocek serasa Messi Ronaldo, pokoknya bikin ribet.
@RheinArch Minimal banget kalo merasa mewakili rakyat buat bikin keputusan plis pake sepatu yg sama, jangan pake sepatu made in senayan. Terus dengan enteng ngomong “Emangnya kereta kita chaos?”.
🤡🤡
Hari ini dalam sejarah, 13 April 1942, Henk Sneevliet dieksekusi mati tentara Nazi-Jerman.
Sneevliet adalah tokoh sosialis Belanda yang pertama kali membawa komunisme ke Indonesia.
Awalnya, Sneevliet datang ke Hindia Belanda pada 1913 untuk bekerja sebagai wartawan, tetapi kemudian terlibat pergerakan politik.
Sneevliet mendirikan Perhimpunan Sosial Demokrat Hindia (ISDV), cikal bakal PKI. Dia juga berperan dalam pembentukan Partai Komunis Tiongkok.
Semaoen, anggota Sarekat Islam, bergabung dengan ISDV, kemudian menjadi ketua umum PKI.
Melalui tulisannya, Zegepraal (Kemenangan), Sneevliet mengajak rakyat Jawa meniru revolusi di Rusia untuk melawan kolonialisme Belanda.
Akibatnya, Sneevliet diadili dan diusir dari Hindia Belanda pada 1918.
Ketika Belanda diduduki Nazi-Jerman, Sneevliet melakukan perlawanan di bawah tanah. Dia ditangkap dan dihukum mati.*
🔗https://t.co/J3tYFKecC6
📷Henk Sneevliet, 1920. (J. Atelier Merkelbach/Amsterdam Archief).
Jepang geleng-geleng 2 kali ke Indonesia:
1. Hebat bener masih bisa ngulik KRL tua zaman baby boomers dan dipaksakan untuk tetap laik jalan.
2. Hebat bener pimpinan baby boomers masih bisa ngulik anggaran MBG dan masa bodo untuk tetap maju jalan.
Sedikit fun fact: KRL tertua yg dimiliki KCI saat ini adalah Tokyo Metro 6000 set 6108F buatan tahun 1971
Ratusan ribu rakyat Indonesia bergantung pada barang berumur 55 tahun untuk bisa membayar pajak hanya untuk dihamburkan sama orang² seperti ini 🙃
🇮🇩❌ Indonesia jadi satu-satunya tim dari Grup B Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang gagal lolos ke Piala Dunia.
Sementara Arab Saudi dan Irak berhasil mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026.