El gobierno indonesio llevaba cinco días intentando rescatar a Juliana, entonces Agam fue al lugar y:
>Subió al volcán
>Fumó un cigarrillo
>Descendió 1 km
>Localizó el cuerpo
>Durmió sosteniendo el cuerpo para evitar que se deslizara
>Al amanecer, se puso un cigarrillo en la boca y llevó el cuerpo a la superficie.
0 red card, 0 penalti, dibantu PGMOL?!
Gabriel Heinze sih jawabannya. Salah satu elemen penting dalam kesuksesan Arsenal mengakhiri puasa gelar selama 22 tahun itu.
Heinze yang ‘dibawa’ Arteta untuk menggantikan Carlos Cuesta pada 8 July 2025, sering kita lihat banyak terlibat terutama dalam sesi-sesi latihan yang beredar di Youtube, timeline X, dll. Tapi, sebenernya bapak Heinze ini kerjaannya ngapain, sih?
Heinze adalah bagian dari staf pelatih Arteta, dan perannya berkaitan dengan apa yang terjadi ketika Arsenal kehilangan bola: ia bertanggung jawab untuk mengatur dan melatih tim dalam hal pertahanan, ya sama lah ya kek tugasnya dulu pas masih menjadi profesional player, alias sebagai bek.
Ia menginginkan ketertiban, konsentrasi yang penuh, dan juga agresivitas, tetapi dengan pelanggaran sesedikit mungkin dan, yang terpenting, sejauh mungkin dari kotak penalti. Inilah kenapa Arsenal mendapatkan 0 red card dan 0 penalti musim ini. Dan Arsenal mengakhiri musim hanya dengan 26 gol kebobolan, dan menjadi tim yang paling sedikit ditaklukan di Inggris musim ini. (Via @Juezcentral)
Suporter Arsenal memadati area sekitar Emirates Stadium setelah klub mereka resmi menjuarai Premier League musim 2025/26. ❤️
Atmosfer perayaan pecah di London Utara, menandai momen kembalinya Arsenal ke puncak sepak bola Inggris. 🏆