Demo should be inconvenient. Kita demo di jalan untuk merebut mic, karena kita nggak punya kesempatan buat ngopi-ngopi diskusi di gelora Senayan dengan pejabat.
Ngapain demo lalu ngumpulin menko dan wamen di GBK? Mau bikin acara seremonial protes?
Kalau di GBK ya mending joging aja lah.
Dalam negara demokrasi, kemacetan krn demonstrasi itu social cost yg sangat wajar utk memastikan suara rakyat terdengar.
Said Didu nulis seolah Prabowo ini korban, boneka yg dikepung dari segala arah. Padahal dia bukan mannequin, dia arsitek utamanya. Kekacauan ini produk keputusannya sendiri.