Call me Hardy! I'm into a lot of things like cooking, art, anime, manga, games, the usual works! I write code for a living and thinks it's cool. Hi there!
the thing abt climate change is that the earth will be fine, it always has been. it used to be a ball of volcanic ash and primordial soup. we however will not be fine
Borneo’s orangutans, Assam’s elephants — wildlife across the world is fighting a losing battle against bulldozers, greed, and habitat destruction.
They may fall, but their struggle will remain a painful reminder of humanity’s cruelty towards the planet.
Before you stands a thing of metal and wheels that looks like you but does not blink, whose hunger is both absent and endless, and you trumpet a challenge it cannot hear and brace your tired muscles against its relentlessness because someone must, and there is only you.
"Kalau ga punya angka ga usah bicara.."
Itu kata ISTANA.
Tahu artinya?
Hanya Penguasa pemerintah yang boleh bicara.
Kalian diam saja..
Kenapa?
Karena BPS , K/L yang punya data ga mau buka data ke kalian. Hanya pemerintah yg punya aksesnya. Cuma mereka yg boleh bicara.
amazing post, but also, thought experiment I had with not a real answer: if humans became spacefaring and settle in other planets.. where the fuck is the qibla? Would space muslims just pray in whatever direction considering the kaaba is literally on another planet??
Di negara kayak Indonesia, peran Fatimah Zahra ini dilindungi undang”. Memberi masukan ke pemerintah, kritik pemerintah, kasih sudut pandang lain kebijakan pemerintah.
Ngelihat panjang lebar sesi debat, Kepala Bakom sama sekali gak ada respect dengan lawannya. Gestur sikap duduk, mendengarkan argumen, sama sekali gak ada respect. Dari sikap aja gak mau nerima, dimana argumennya lawan akan diterima.
Di forum ini memang membahas substansi yg didebatkan tpi secara person gak berimbang. Gak akan dapat solusi.
Harusnya posisi Fatimah didampingi oleh temen” DPR karena memang perwakilan rakyat untuk pantau program pemerintah. Tpi seolah” DPR pun juga juru bicara pemerintah.
Ironis bagi negera demokrasi.
unironically this is like a core tenet of my belief of environmental stewardship. we're clearly supposed to be not just maintaining the ecosystem, but making it thrive! instead we let capitalist ghouls ruin everything. it must come to an end
Nada bicaranya terkesan cukup condescending dan beberapa kali memotong ucapan lawan bicara. Bahkan Fhatimah sampai mengatakan, “Bolehkah saya berbicara, jangan dipotong lagi ya?” Padahal penyampaiannya sudah tenang dan tidak meninggikan suara.
Dalam diskusi, memberi ruang kepada lawan bicara untuk menyelesaikan pendapatnya adalah bentuk penghormatan. Sangat disayangkan jika seorang Menteri Komunikasi justru memberi contoh komunikasi yang kurang baik di ruang publik. Mahasiswa yang usianya jauh lebih muda saja bisa menyampaikan argumennya dengan tenang.
Wkwkwkwkwk TOLOL ABIS 😂
Natuna 100% wilayah Indonesia, kekayaan alamnya milik kita! Ya harus kita yang kelola 100%. Ini kenapa jadi 50 - 50 ?
Alasannya kocak: karena sering beririsan dengan aktivitas Coast Guard Tiongkok. Lah, jadi takut sama China? 🤣
Mana slogan "KITA BANGSA YANG BESAR" & "LAWAN ANTEK2 ASING" ?
Fatimah: "mengapa Kopdes dan SPPG lebih dulu dibangun di Aceh?" "sementara masih banyak bangunan yang porak poranda".
temen temen BEM UI mewawancarai ke anak anak "lebih pengen mana ni MBG atau bisa sekolah lagi?"
"kita lebih milih sekolah lagi kita mau sekolah kita dibangun lagi"
"Karena sekolah mereka masih hancur."