Dicari wanita kelahiran 1994 atau setelahnya, pendidikan minimal D3, taat beribadah, berpenampilan menarik/good looking/inner beauty, mandiri dan senang pekerjaan rumah tangga, memiliki usaha kecil menjadi nilai tambah, domisili pulau jawa.
ORANG-ORANG BGN ANTI-KRITIK TAPI SUKA NGEJEK KORBAN KERACUNAN MBG!
ya kalo makanan yang lu makan masih aman buat lu makan, berarti MBG YANG GAK AMAN ANJIR!
berarti kualitas mbg emang seburuk itu, dapur lu gak higienis, se-simple ini aja otak lu gak nyampe Gerardus!
Berbeda dengan semprotan tembak-tembakan yg digagas TNI dalam memadamkan karhutla,
Relawan dan tim Manggala Agni menggunakan Nozzle tanam atau sering disebut nozzle suntik gambut (sumbut) atau peat injector ~ alat khusus yang digunakan untuk memadamkan bara api tersembunyi di bawah permukaan tanah gambut.
Kebakaran di lahan gambut berbeda dengan lahan biasa karena apinya bisa terus merambat di kedalaman 1 hingga beberapa meter di bawah tanah meskipun permukaan atasnya tampak sudah padam
BREAKING ‼️
Sebanyak 11 orang tewas terbakar di rumah Pasar Painai karena dibakar oleh KKB. Mereka menuduh sebelas korban itu adalah intelijen pemerintah Indonesia.
KKB juga mengimbau para intelijen untuk segera keluar dari konflik Tanah Papua.
Biad4b 😡😡😭
📹: arustimur
Seserius ini effort Jepang untuk ikut memadamkan api kalhutra di negri kita . Sedangkan pemerintah kita saja gak seeffort ini .
Indonesia juga punya banyak water Canon truck yg bisa bawa air sampai 5000 liter . Tapi sayang nya gak di gunakan untuk memadamkan api kebakaran hutan, tapi cuma di gunakan untuk usir para pendemo🤦♂️
Buat memadamkan kebakaran hutan cuma pakai manual , yg akhirnya beberapa relawan & petugas sampai meninggal 🥺.
Yg penting Seremoni dulu, Kebakaran Hutan Bisa Menunggu
Ketika hutan sedang terbakar dan butuh penanganan cepat, Indonesia tidak lupa akan hal terpenting: Seremoni. Tentara Jepang yang datang jauh-jauh untuk membantu memadamkan kebakaran hutan pun sampai kebingungan dengan sambutan meriah yang mereka terima. Bukannya langsung beraksi memadamkan api yang bisa menghanguskan hutan dalam hitungan detik, mereka malah disuguhi rentetan acara seremoni yang panjang, mulai dari penyambutan dengan alat musik, pengalungan kain, hingga duduk-duduk di tenda.
Bahkan netizen pun ikut berkomentar sinis melihat kejadian ini. Ada yang mengatakan bahwa orang Jepang yang budayanya cepat tanggap pasti kebingungan dengan acara seremoni yang memakan waktu, padahal mereka bisa langsung bekerja. Ada juga yang menyindir bahwa negara kita ini memang ramah dan suka pesta, jadi apapun kondisinya, seremoni nomor satu.
Jadi, buat apa repot-repot memadamkan api dengan cepat kalau kita bisa mengadakan acara penyambutan yang meriah terlebih dahulu? Toh, hutan yang terbakar bisa menunggu. Yang penting, para tamu dari Jepang merasa tersanjung dan dihormati. Inilah Indonesia, negara yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai keramahtamahan, bahkan di tengah bencana sekalipun.🤧