He / His. monologue, explicit phrases, freedom of speech, the comment, easy to ignite especially if something have provoked it.
Random content, esp Sakamichi.
Nunjuk Ichinose, member dengan karakter happy go round aura buat single natsu adalah poin terbaik, tapi ya ga gini juga anying lagunya 😂
Mending ini jadi coupling, terus lo kasih Ichinose lagu sevibes Manatsu Bi yo. Tbh, ini lagu cocoknya buat Runa atau ga Aruno
Ada tiga kategori siswa dengan intelektualitas terbelakang:
1. Tidak bisa mengikuti mata pelajaran sebab Ayah dan Ibunya penuh keterbatasan ekonomi, serta sumber daya. (Ini yang seharusnya menjadi atensi negara)
2. Tidak bisa mengikuti mata pelajaran sebab ia malas, padahal Ayah dan Ibunya punya cukup banyak sumber daya untuk membuatnya pintar.
3. Tidak bisa mengikuti mata pelajaran sebab ia malas, dan Ayah - Ibunya penuh keterbatasan ekonomi, serta minim sumber daya.
Parcok dan parjo sebagian besar diisi oleh tamatan SMA/sederajat dengan kategori 2 dan 3. Coba inget-inget, kawan SMA/sederajat kalian dengan kategori itu empati dan kepekaannya 'ada' ngga'? 🙂
Bahkan grup kpop legend aja berani memasukkan indonesia ke dalam list tour mereka, sedangkan grup jpop kesayangan lu yang sudah besar namanya itu masih saja belum ada asia tur
demo tuh yah emang harus distruptif, bikin macet, ngeganggu kegiatan sehari-hari, karena tujuan demo ya biar di denger pejabat dan bikin mereka TERGANGGU untuk merubah kebijakan, kalau ada "area khusus demo" ngapain coba? teriak2 dilapangan ga didenger?
Emang di Bundaran HI lebih efektif. 5km is a very long walk tp imagine orang2 yg mereka lalui lihat semuanya. Berangkat start di 1500-3000 demonstran, dan mereka deploy 4000. Who knows at the end of the day akan banyak warga yg ikut turun dan massa bertambah. ACAB gabisa nangkep semua orang. Stay safe everyone! Jaga kanan kirinya!
You know how brilliant their idea to choose Bundaran HI sebagai tempat "aksi" mereka adalah? It’s because they know Bundaran HI adalah pusat titik keramaian Jakarta.
Choosing Bundaran HI means maximum exposure. Akses ke semua lapisan masyarakat itu potensial banget buat attract publik. From the corporate slaves stepping out of their Sudirman offices, people commuting, to the general public—everyone is literally there. It is the ultimate hub to get eyes on your movement.
Plus di Bundaran HI, segala jenis transportasi umum ada. It’s the literal heart of Jakarta's transit. So obviously, the traffic will be disrupted. But honestly? In modern activism, that disruption is a feature, not a bug. When the traffic gets a bit chaotic, people are forced to look. It creates that instant "Wait, what’s happening over there?" effect.
As someone who used to organize actions and protests too, let’s be real for a second: pemilihan Bundaran HI ini bukan lagi buat "protes" langsung ke pihak yang diprotes.
Why? Karena ya udah pasti gak bakal didengar. Pointing fingers directly at the institutions just ends up making you tired, drained, and honestly, males banget. It’s a dead end.
Makanya mereka pilih Bundaran HI. It’s no longer about yelling at a brick wall; it’s about controling the narrative and winning the public's attention. If the authorities won't listen, you make the entire city talk about it instead. And there’s no better stage for that than Bundaran HI.
They turned all the CCTV off at central Jakarta following students protest today. Please protect yourself, each other, & your personal phone as well, guys.
tuhan melindungi setiap langkah mereka yang turun ke jalan hari ini. terima kasih sudah memperjuangkan kepentingan semua orang. doa baik selalu. ✊🇮🇩 tinju ke atas.
NASIB +62 sejauh ini (diserang dari mana-mana) :
✅ Pemadaman listrik dimana-mana
✅ Air PDAM mati total
✅ Pajak di genjot
✅ BBM dinaikkan
✅ Pajak rakyat dinaikkan
✅ Sembako utama seperti minyak, bawang cabe rawit harganya melonjak
✅ Pengamat di polisikan
✅ Kritik rakyat sendiri diabaikan
✅ Kritik luar negeri dikatain
✅ Kebodohan MBG, Kopdes dipertontonkan secara gamblang.
Serius, ini negara mau jadi apasih??
Mau dibawa kemana?
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.