Bebaskan 600 Demonstran di Polda Metro Jaya!
Usut tuntas kasus pembunuhan ojek online oleh Brimob Polda Metro Jaya!
Presiden @prabowo dan Kapolri @ListyoSigitP harus bertanggung jawab!
Nyari kerja makin susah, yang udah kerja pun belum tentu aman. Tahun 2025 diprediksi akan ada gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran.
Kalau nggak ada langkah serius, polemik ini bisa lebih buruk, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah.
Kreatif: Rega Almuhtada
Produser: Elizabeth Ayudya Ratna Rininta
#PHK #Pengangguran #Ekonomi ##voice
Dari WAG...
Pengadilan Den Haag Gempar Semalam!
Pada 19 Maret, Rodrigo Duterte hadir di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) dengan kursi roda untuk menjalani sidang.
Begitu hakim ICC membacakan dakwaan "kejahatan terhadap kemanusiaan," mantan Presiden Filipina berusia 79 tahun itu langsung melontarkan tiga "bom data":
1. "Militer AS membantai 350.000 warga sipil di Afghanistan, ICC pura-pura buta selama 20 tahun!"
2. "Israel telah membunuh 50.000 anak-anak di Gaza, di mana surat perintah penangkapan kalian?"
3. Ia kemudian memutar rekaman operasi anti-narkoba di Kota Davao, yang menunjukkan bahwa setelah pemberantasan narkoba, tingkat kriminalitas di wilayah itu turun drastis hingga 73%.
Hakim panik dan berusaha menghentikan dengan mengetuk palu, namun Duterte justru mengeluarkan setumpuk foto—gambar mayat anak-anak yang menjadi korban kartel narkoba, disandingkan dengan foto kehancuran akibat serangan drone militer AS. Dengan suara lantang, ia bertanya: "Mana yang lebih mirip kejahatan terhadap kemanusiaan?"
Ruang sidang langsung riuh! Warga Filipina yang hadir bersorak dan meneriakkan "Hidup Presiden!" hingga para petugas keamanan kesulitan mengendalikan situasi.
Pemerintahan Marcos kini dalam posisi sulit. Mereka awalnya ingin menggunakan ICC untuk menyingkirkan Duterte, tetapi justru popularitas Wakil Presiden Sara Duterte melonjak hingga 39%
Di hadapan pengadilan, Duterte bersumpah: "Jika saya dinyatakan bersalah, maka tangkap juga Biden dan Netanyahu untuk diadili
Pernyataan ini langsung menelanjangi kemunafikan ICC, yang hanya berani menindak negara-negara kecil, tetapi tak pernah menyentuh pemimpin negara adidaya.
Kini, ICC menghadapi dilema besar:
Jika Duterte dinyatakan bersalah, negara-negara di Global South mungkin akan ramai-ramai keluar dari ICC.
Jika ia dibebaskan, negara-negara Barat bisa menghentikan pendanaan ICC yang bernilai ratusan juta euro.
Pada akhirnya, "persidangan abad ini" berubah menjadi cermin besar—yang menampakkan borok sistem hukum internasional sekaligus menandai kebangkitan tatanan dunia baru......
Selamat sore teman-teman semua.
Semoga ke depan, dunia ini terbebas dari kekerasan dan tidak ada lagi pertumpahan darah di antara sesama. Mari kita bersama-sama berdoa agar dunia berubah menjadi tempat yang lebih damai dan sejahtera.
Jabodetabek banjir karena hulunya dipenuhi properti. Halmahera banjir karena hulunya dihabisi nikel.
Bahkan Labuan Bajo kini ikutan banjir karena hulunya dipakai proyek wisata super Premium.
Contoh bahayanya negara kesatuan dengan keputusan terpusat. Rusak satu, rusak semua.
@RajaJuliAntoni Seperti Salman ITB, masjid UGM sering bikin kajian sosial-politik. Ceramah di beberapa gereja di Flores atau Papua isinya juga nyindir rezim yang proyeknya mengancam umat.
Kenapa di tempat ibadah?
Karena kantor Kementerian Kehutanan gak bisa diandalkan atau jadi biang masalah.
Indonesia Gelap
Mahasiswa tengah mempersiapkan aksi besar-besaran bertajuk “Indonesia Gelap” pada 20 Februari 2025. Konsolidasi terus dilakukan hingga kemarin malam.
Ketua BEM SI Herianto mengatakan aksi ini akan melibatkan massa yang lebih besar dari aksi yang sama pada 17 Februari lalu.
Aksi akbar akan dilakukan bertepatan dengan pelantikan kepala daerah terpilih oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
Menurut Herianto, hal ini dilakukan agar kepala daerah juga ikut mendengarkan tuntutan mahasiswa.
Bagaimana mereka menyiapkan aksi akbar tersebut?
#Tempoharian terbit empat kali sehari dalam bentuk digital. Baca di https://t.co/MR22quwcLm.
#TempoHarian #TempoPlus
Berikut sejumlah tuntutan massa aksi 'Indonesia Gelap' terhadap pemerintah. Pemerintah dituntut segera melakukan langkah nyata untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada. Mahasiswa menegaskan akan menggelar aksi lanjutan jika tuntutan tidak dipenuhi.
Selengkapnya. ⤵️
Efisiensi anggaran sering dikatakan demi program makan gratis (70 triliun). Padahal bagian terbesar untuk Danantara (325 triliun).
Trik ini dipakai Jokowi: Mencatut nasib pengangguran untuk meloloskan UU yang memperkuat oligarki dan konglomerasi pakai narasi "Cipta Kerja".
Ribuan pelajar di Papua turun ke jalan (17 Feb) menolak makan gratis. Menurut polisi, di Wamena saja, ada 3.500 orang berunjuk rasa.
Mereka menuntut pendidikan dan kesehatan yang merata.
Kericuhan terjadi di Wamena dan Yalimo yang melibatkan tembakan.
https://t.co/qxPzfkJpFa
Gue malu Presiden RI yang sudah berumur 73 tahun berpidato menggunakan gestur ala bocah “nye…nye…nye” (“terlalu besar”) dan ngomong, “ndasmu”.
Di ruangan itu reaksinya banyak yang ketawa pula 😓
Sambil ngacung pisau di depan 15 anak TK yang sedang latihan drum band, dua preman minta jatah kopi dan rokok kpd guru di sana.
Kejadian di Permata Pamulang, Jumat (14/2).
Sepertinya preman ini merasa jadi bang jago cm karena warna celana. Dia suka warna orange kayaknya.