Energi wartawan ga ada takut-takutnya sama si Taufik😭:
"Katanya jago"
"Motor gua nunggak 2 bulan nih pik"
"Bensyooong"
"Kenapa kok tega amat sih! Gimana coba jelasin sekarang! Kok minta maaf sih pik?"
"Dangak!"
"Jangan nangees!" 🤣🤣🤣
Di Halmahera, ada suku Togutil yang tiap tahun minta listrik ke IWIP.
Tiap tahun dijawab: "tunggu nanti."
Di sebelah desa mereka berdiri IWIP , smelter nikel terbesar di dunia.
11 PLTU captive.
3.400 megawatt.
Cukup untuk menyalakan jutaan rumah.
Indonesia menyuplai nikel untuk baterai kendaraan listrik global.
Sungai di sekitar IWIP tercemar.
Ladang warga hancur.
Tapi suku Togutil tetap gelap gulita.
Di forum resmi hari ini, Direktur Artikel 33 Indonesia bercerita langsung: perempuan suku Boeng-Togutil menikah usia 13 tahun, dua anaknya meninggal.
Tiap tahun minta listrik ke IWIP. Tiap tahun: "tunggu nanti, tunggu nanti."
Transisi energinya buat siapa?
masih inget gue bapak Suderajat yang jualan es gabus, tiba-tiba disamperin 4-5 orang aparat mau beli es gabusnya lalu dibejek-bejek, dilempar ke mukanya, ditendang, ditonjok pake cincin gede, dijejelin es gabusnya “biar kamu aja yang modar ya”, disuruh minum air comberan, dipaksa ngaku itu es gabus dari busa, sampe trauma gak jualan lagi takut dikeroyok, beliau dhuafa, punya 5 anak cuman 2 yang sekolah, pedih hati gue. terus ngeliat penangkapan Taufik Hidayat, masih mulus, aparatnya haha hihi sambil selfie bareng, sedangkan korban ngomong aja kesulitan. oalah ternyata “sudah kenal” gatau sih gue ni orang bakal bisa “diapa-apain” oleh napi lain apa nggak yaa, bisa aja ditempatkan dalam sel khusus, tolong banget dikawal dan dikulitin yang terkait juga
JUST IN: Tanggapan Media Askar, Dosen UGM sekaligus Direktur Kebijakan CELIOS terkait meningglanya 5 calon Manajer KDMP
"Ungkapam duka cita itu tidak mengembalikan nyawa saudara kita"
"Selama 10 tahun terakhir, empat orang meninggal dalam wajib militer di Korea Selatan, dan itu jumlahnya dua juta orang."
"Indonesia, hanya dalam dua minggu, lima orang meninggal untuk pelatihan militer. hanya pesertanya 32.000 orang."
"Lebih ironi lagi, di Korsel itu pelatihan militernya untuk perang, di Indonesia pelatihan militernya untuk calon manajer toko kelontong, ini absurd, ini aneh, ini tidak bisa diterima dengan akal sehat!"
"Jadi cara berpikir kebijakan kita balik lagi ke 1970-an, dan menurut saya, saya sepakat untuk dihentikan saja"
"ANGGARAN ITU MUNGKIN BISA HILANG, TAPI NYAWA ITU TIDAK BISA DIKEMBALIKAN."
Argumen Ahli hukum tatanegara dari DPR, Oce Madril selaku dosen dari UGM mudah dipatahkan oleh kuasa hukum dari Koalisi Selamatkan Pendidikan Indonesia (KOSPI), Daniel Winarta, dengan pertanyaan telak:
Jika MBG dimasukan dalam 20% Anggaran Pendidikan, dengan dalil penambahan gizi dari aspek kesehatan, lantas mengapa pil penambah darah untuk siswi serta imunisasi siswa-siswi di sekolah selama ini menggunakan anggaran kesehatan?
Dia gak bisa jawab 👊
pendidikan itu public goods ya mentemen. kalo ada yg ngamuk biaya pendidikan mahal responsnya jangan "ya brarti targetnya bukan elo". GAK BEGITU YA. udah KEWAJIBAN pemerintah menyediakan aksesibilitas pendidikan buat seluruh LAPISAN MASYARAKATNYA, TANPA TERKECUALI.
Akhirnya Menemukan Counter untuk Statement soal PENUTUPAN ALFAMART DAN INDOMARET
"Coba bisa nggak bersaing ma Indomaret dan alfamart, untuk bisa HIDUP BERSAING BAPAK HARUS MENUTUP YANG LAIN ini gak boleh pak"
"Misalnya Bapak mau buat Kopdes dgn menutup yg lain, itu gak bisa pak, itu gak sesuai EKONOMI PANCASILA"
Kasih tau pak!!! Masak mau menang dengan cara ngebunuh yang lain😑 kan gak gentle banget.
“EMANG GUE PIKIRIN!!”
Sebuah pernyataan paling dongo yg pernah gw dengar dari seorang pemimpin. Gila. Kayak percuma pada demo, kritik, percuma.. kaga dipikirin. 😂
Hello @UNICEF, Indonesian government is forcing elementary school students to join 'rallies', carried signs, and chanting slogans in support of the free meal program that has been widely opposed by the public due to its corruption and state budget hoarding. ⚠️
ALERTA
Foto ini nunjukin kalo anak-anak kecil ikut naik truk demo bersama spanduk dan megaphone.
Di Batam dan beberapa daerah, siswa SD dilibatkan dalam aksi dukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Anak usia SD belum paham isu rumit seperti korupsi BGN atau anggaran negara.
Ngelibatin mereka lewat Dinas Pendidikan dan sekolah itu jelas ngelanggar netralitas pendidikan.
Pasal 15 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak menyatakan anak berhak dilindungi dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik.
Ini kerasa kayak cara paksa bangun narasi dukungan saat MBG dikritik keras.
Anak harus dilindungi, bukan dijadikan alat politik. KPAI perlu segera memeriksa kasus ini. Perlu kami turun tangan lagi buat pelaporanya?
Kalau nanti tarif listrik sampai naik, jangan cuma marah ke PLN. Salah satu yang harus ikut disalahkan adalah MBG.
Kok bisa?
Mari saya jelaskan.
Masalah listrik hari ini salah satunya berawal dari pasokan batu bara ke PLN yang tidak lancar. Padahal batu bara itu bahan bakar utama banyak pembangkit listrik kita.
Kenapa bisa terjadi?
Karena ada yang namanya DMO (Domestic Market Obligation)
Sederhananya, perusahaan batu bara diwajibkan menjual sebagian produksinya untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk ke PLN.
Masalahnya, harga batu bara untuk PLN dipatok lebih rendah dibanding harga pasar ekspor.
Jadi secara bisnis, pengusaha batu bara lebih "tergoda" menjual ke luar negeri karena marginnya lebih besar.
Kalau pemerintah mau bikin pasokan PLN aman, harga batu bara DMO harus dibuat lebih kompetitif.
Tapi konsekuensinya biaya produksi listrik PLN naik.
Nah, dari sini pilihannya cuma dua:
tarif listrik dinaikkan, atau subsidi/kompensasi listrik ditambah.
Saat ini, subsidi listrik sekitar Rp90–100 triliun per tahun.
Jika ditambah kompensasi untuk menahan tarif, beban listrik di APBN bisa tembus Rp245,58 triliun.
Masalahnya, ruang fiskal negara sudah keburu disedot program jumbo seperti MBG.
Jadi ketika subsidi listrik butuh tambahan, pemerintah akan bilang APBN terbatas.
Ujung-ujungnya?
rakyat lagi yang diminta untuk mengerti:
bayar listrik lebih mahal,
atau terima pemadaman bergilir.
Dan semua ini tidak akan terjadi kalau ratusan triliun APBN tidak dikunci untuk MBG.
Katanya tuntutan UGM dan UI "ngelantur."
Tapi Trisakti "make sense" karena minta "kembalikan supremasi sipil."
Padahal UGM minta hal yang sama persis: tarik militer dari ruang sipil, cabut UU TNI dan UU Polri.
Kata per kata. Isu yang sama.
UI? Minta harga beras turun, APBN tidak diboroskan, dan hentikan program makan bergizi yang Kepala Badan Gizinya sudah dijemput Kejaksaan Agung, sebelum nasinya sempat sampai ke piring anak SD.
Jadi "ngelantur" versi lo itu yang mana persis ?
tuntutan yang terlalu struktural, atau yang terlalu membela perut rakyat?
Karena yang ngelantur dari sini cuma satu: logikamu.