Darius Sinathrya melalui postingan Threads-nya.
“Tepung bisa untuk padamkan api.
Tepung apa itu?
Singkong pak!
Ok, produksi dalam jumlah besar!
Siap pak!
Pak, lahan yang dulu sudah dibuka, masih gagal panen, lahan yang mau dibuka, lagi kebakaran, tanem singkong sekarang panennya 9-10 bulan lagi.
Ok, kita import singkong sekarang juga! Pokoknya padamkan api pakai tepung! 😮💨🤌”
Uang halal kadang memang kecil, tapi dia datang bersama keberkahan yang luar biasa besar
POV : Seorang warganet order tukang cuci AC, yang datang malah pria memakai seragam Polisi. Ternyata, Polisi tersebut memang punya kerjaan sampingan sebagai tukang cuci AC
📹: AgusWTR88
Gue rasa kita udh sampai di titik dmn kita perlu benar2 menyeleksi siapa pemain keturunan yg perlu dinaturalisasi. Jay Idzes, Emil Audero, Ole Romeny, sdh menciptakan standar yg tinggi, dan itulah yg harus kita jaga.
Hanya pemain2 yg bs langsung bersaing di timnas seniorlah yg perlu diusahakan untuk segera diproses. Klo blm, sebaiknya biarin mereka berkembang dulu di klubnya. Ya jujur2an aja, naturalisasi akhir2 ini udh mulai tercampur2 sama kepentingan klub (ISL).
Gue gak mau status naturalisasi istimewa ini jd kehilangan keistimewannya gara2 terlalu diobral tanpa kalkulasi matang.
Gue tadi nonton podcast Wendi Cagur sama Adhika Pratama, terus ada cerita dari Arief Didu yang lumayan nyangkut di kepala
Katanya dulu waktu masih baru di dunia film, dia liat Dian Sastro lagi ambil makan di prasmanan. Ya udah dia ikut ambil juga karena ngira emang semua makan di sana
Eh ternyata malah diteriakin sama kru. Katanya makanan itu bukan buat dia dan dia disuruh ambil nasi kotak
Entah kenapa gue ngerasa sedih aja dengernya. Bukan soal prasmanan atau nasi kotaknya. Tapi karena orang yang baru masuk industri malah dapet pengalaman kayak gitu. Padahal tinggal bilang baik-baik juga pasti ngerti
Makanya gue gak heran kalo PH Imajinari sering banget dipuji sama pemain maupun kru. Dari banyak cerita yang beredar, mereka bikin semua orang punya hak yang sama di lokasi syuting. Makan di tempat yang sama, menu yang sama, fasilitasnya juga sama-sama bisa dinikmati. Katanya makanannya enak, ada barista, dan jam kerja juga lebih manusiawi
Hal-hal kecil kayak gini ternyata bikin orang merasa dihargai. Dan menurut gue, rasa dihargai itu gak kalah penting dibanding budget produksi yang besar
Respek buat Ernest Prakasa sama Dipa Andika. Semoga makin banyak PH yang punya budaya kerja kayak gini
🚨🎙️| Mounir Nasraoui (Lamine Yamal’s father): “Why didn’t I fly to the USA to support Lamine? I suffer from epilepsy. I take quite a few pills every day, and with all the nerves and excitement, I could have an epileptic seizure. I can't take long flights. Before travelling, I have to think about myself, my son, and the people around me. I don’t want to cause any problems, so it’s better for me to stay at home and watch him from there.” #fcblive
Mantan pemain Chelsea dan Shanghai Port, Oscar:
“Ketika tawaran China datang & melihat gajinya, saya tidak bisa tidur selama dua hari!
Istri saya berkata ‘Kamu bisa saja cedera saat di Chelsea besok’. Kami berasal dari Brasil dan punya keluarga besar, jadi saya menerimanya” 🇨🇳