Sriwedari bukan ruang kosong yang bisa dipakai sesuka hati. Ia adalah bagian dari sejarah dan cagar budaya Kota Solo. Jangan ubah warisan kota menjadi alamat kantor kepentingan kelompok. Kalau sejarah saja tak bisa dihormati, apa yang sebenarnya sedang kita jaga?
#savebondrodjo
Selamat ulang tahun, Mbah 💙
Ada satu kisah yang tak boleh dilupakan ketika 1937 silam, PSIM pernah menjadi bagian dari perlawanan terhadap federasi sepakbola pimpinan Ir. Soeratin yang dinilai terlalu berkompromi dengan Belanda. PSIM kemudian bergabung dengan sejumlah perkumpulan sepakbola di Jawa Tengah untuk membentuk PSSI tandingan.
Namun, PSSI pimpinan Soeratin tak tinggal diam. Sebagai bentuk pembalasan, PSSI kemudian membentuk klub tandingan bernama PERSIM Mataram. Kisah tersebut menjadi salah satu catatan menarik bahwa sejak masa awal perkembangan sepakbola Indonesia, PSIM bukan sekadar klub yang hidup di lapangan, tetapi juga pernah berada di tengah pergulatan politik dan perebutan pengaruh dalam sepakbola nasional.
97 tahun.
Perjalanan yang panjang, tidak selalu mudah, tapi tidak pernah kita tinggalkan. Jauh dari sekadar urusan 90 menit di atas lapangan, nama ini telah menjelma menjadi identitas yang melintasi zaman.
Mungkin orang-orang yang dulu full datang ke tribun sekarang sudah di fase sibuk dgn pekerjaan atau keluarga. Jika ingin mengulang kembali gemuruh stadion saat ini berarti tugas kita untuk meregenerasi kaum muda untuk tertarik dengan PSIM dan bersenang-senang di tribun 🫶