@pln_123 Sudah telepon 4 kali, 1 kali tgl 27/12, 2 kali di tgl 29/12, dan 1 kali dintanggal 2/01. Jawaban nya akan kami cek jaringan dsb. Padahal jelas2 cs bilang area tercover. Nomor tiket pun tidak muncul di email dan apps.
Iconnet kalo relokasi lama banget ya 2 minggu belum ada progres dikasih nomer tiket tapi di aplikasi dan e-mail ga muncul, giliran pasang baru g ada 3 hari langsung satset pasang. Apa ini strategi kalian biar orang lebih milih pasang baru & bayar penalti @Iconnet_id@Team_ICONNET
Ada misleading ketika Mbak Salsa menyebut Orde Baru,masa kepemimpinan Presiden Soeharto berakhir justru saat beliau sedang melakukan reformasi total. Bukan karena gagal mensejahterakan rakyatnya.
Penyebab utama keruntuhan ekonomi negara tahun 1997 adalah pengkhianatan para taipan dan konglomerat yang diberikan akses jaminan untuk mencairkan pinjaman luar negeri (bahasa kekiniannya 'investasi asing'). Dimana uang pinjaman luar negeri yang berbentuk valuta asing tersebut yang diharapkan untuk mengembangkan usaha dan industri dalam negeri justru dibawa kabur ke luar negeri dan diparkir di bank-bank luar negeri. Hal ini menyebabkan kekosongan stok valuta asing di Indonesia.
Ketika jatuh tempo pembayaran hutang luar negeri, para taipan dan konglomerat itu malah mengajukan permohonan pailit. Pura-pura mengalami kegagalan dalam bisnisnya. Pak Harto marah dan meminta para taipan jahat tersebut untuk menarik kembali valuta asing yang diparkir di luar negeri, namun dengan bantuan para pejabat dan petinggi militer yang telah kenyang makan uang suap, para taipan itu menjalankan skenario kerusuhan yang berujung pada pengunduran diri Presiden Soeharto.
Itu baru salah satu faktor internal, belum lagi faktor eksternal yang diantaranya adalah kegelisahan negara-negara produsen otomotif dan pesawat yang melihat keberhasilan proyek strategis nasional berupa pembuatan N-250 Gatotkaca, kesuksesan program Mobnas Timor dan Bimantara, juga terbangunnya industri kendaraan berat Texmaco yang secara terang-terangan menyatakan siap memproduksi alat berat dan militer.
Belum lagi fakta gemilang hasil industri tekstil kita yang menguasai pangsa pasar ASEAN, Eropa hingga Amerika. Dari mulai baju, celana, hingga sepatu menjadi produk unggulan di toko-toko fashion Singapura. Etalase toko fashion dibanjiri oleh produk tekstil Made in Indonesia.
Semua kemajuan dan kemandirian teknologi yang dicapai oleh Bangsa Indonesia hanya terjadi di masa pemerintahan Presiden Soeharto. Sementara di era reformasi justru Indonesia kehilangan kedaulatan ekonomi dan teknologi secara drastis.
Impor pangan secara ugal-ugalan hanya terjadi di masa reformasi, sementara di era Orba kita berhasil meraih swasembada pangan.
Di bidang teknologi komunikasi, Presiden Soeharto merintis kemandirian dengan membangun PT. Indosat. Melalui PT.Indosat inilah kemudian rakyat Indonesia bisa menikmati siaran televisi hingga ke pelosok negeri. Bisa teleponan interlokal maupun internasional (SLI), bahkan bisa main penyeranta (pager) hingga handphone. Dan apesnya, di era reformasi justru perusahaan vital ini dijual murah kepada Singapura, tepatnya di masa rezim Megawati.
Sekarang kita masuk ke segmen pembahasan proses berakhirnya era Orde Baru, yang mana sejarah mencatat bahwa Presiden Soeharto tidak pernah dilengserkan.! Presiden Soeharto dengan sukarela mengundurkan diri setelah terjadi kerusuhan, bukan dimakzulkan melalui MPR RI.
Jika mau konsekuen, lihat juga sejarah di Pemilu tahun 1997, kala itu Presiden Soeharto sempat menyatakan tidak ingin menjabat sebagai presiden lagi dan menyerahkan kepada DPR/MPR untuk mencari figur pengganti. Namun DPR/MPR tak sanggup mencari pengganti beliau.
Melihat kenyataan bahwa DPR/MPR kala itu gagal menentukan figur pengganti Presiden Soeharto, maka untuk mencegah kebuntuan politik yang bisa mengakibatkan kekosongan tampuk pimpinan tertinggi negara, beliau dengan penuh rasa berat hati bersedia dicalonkan menjadi presiden kembali dengan catatan agar BJ. Habibie harus diterima sebagai wakil presiden.
Dan satu hal yang perlu Mimin tekankan, bahwa kerusuhan yang dikobarkan oleh proxy taipan tidak akan mampu menjatuhkan kekuasaan Presiden Soeharto. Jika saat itu beliau memeeintahkan Letjen Prabowo Subianto untuk menggelar operasi militer secara besar-besaran, maka kekuasaannya akan bertahan meskipun akan menimbulkan banyak korban jiwa.
Namun Presiden Soeharto tidak mau mengorbankan rakyatnya hanye demi kekuasaan, beliau memilih mengundurkan diri.
๐๐๐
Border clash ๐ฎ๐ฉ๐น๐ฑ:
One Indonesian was shot/injured in a clash between Indonesian villagers and Timor-Leste border guard (UPF) personnel in Inbate Village, East Nusa Tenggara, on Monday (25/8)
Reports say the incident happened when Indonesian villagers confronted UPF personnel who attempted to install a border marker 200 metres inside ๐ฎ๐ฉ territory. In response, UPF personnel fired their weapons
https://t.co/B7Mv8DEjOQ
Indonesian police said they discovered eight shell casings and one rifle projectile at the scene
https://t.co/RHMvHHCHpL
Kasihan sama DPR tapi ga kasihan sama Guru dan Dosen, padahal jika tidak ada guru dan pendidik mereka belum tentu bisa jadi menteri dan pejabat. Apa mungkin karena sekarang ijazah bisa dibeli? Jadi gausah pinter2 amat
Siam Square ini betulan seperti alternate universenya Blok M
- Komplek blok Ruko direvitalisasi dan dipedestrianisasi full
- Mallnya didevelop nyambung langsung ke BTS Skytrain
- Pusat belanja dan kultur anak muda, jadi daya tarik turis internasional
Semoga visi baru yang dibawa untuk Blok M bisa mereplikasikan Siam Square ini