Argentina win the game but Egypt win the world heart, sympathy. All Messi skills is nothing by this disgusting game in the prestigious tournament, where is @FIFAWorldCup fair play??
@indepenSumatera Bagaimana mau percaya, dia bilang dr jaman JOKOWI GELAP, klo benar jaman jokowi gelap, berarti dia jg berkontribusi dr jaman kegelapan itu.
@RagilSemar percaya proses, ya itu lah yang dikerjakan Arteta, musim pertama ga belanja besar, cukup belanja sesuai kebutuhan, karena musim pertama targetna mengembalikan DNA club, setelah karakter terbentuk, barulah musim ke 5-6 belanja pemain luar yg pengalaman dan matang
@indepenSumatera mengenai Ratna Sarumpaet masih misteri, bisa sj benar, dah banyak kasus, orang2/tokoh yg td terlihat keras tp begitu dpt tekanan langsung berubah, yg terbaru mengenai ijazah palsu ada yg ngegas bareng Roy Surya tp tiba2 tarik rem tangan, hal yg mungkin terjadi dgn RS juga kan?
karena dalam pikiran mereka enteng dan simple aja, hukuman Tuhan itu kan nanti di akhirat, yg penting sekarang selamat dlu hukuman sosial. Di akhirat nanti dlm pikiran mereka ga perlu malu lagi, lah wong ngumpul sama temen2 sekasus ini lah
Sony Sonjaya Wakil Kepala BGN Sebelum Ditangkap Kejagung :
Siapkan 30 Alquran Taruh atas kepala saya dan saya akan bersumpah Demi Allah Saya Tidak Pernah menjual Titik MBG
TUHAN & AGAMA Selalu mereka jadikan Tameng untuk menutupi kebusukan ๐ญ๐ญ
Dapur SPPG, KOPDS Merah Putih pd akhirnya menjadi MESIN POLITIK PRABOWO di 2029. Mereka2 yg terlibat di 2 mega proyek lebih berharap Prabowo atau Gerindra 2 periode dibanding kandidat lain sbg kelangsungan BISNIS mereka, sampai di sini paham kan kenapa KOPDES dan BGN dipaksakan.
Bayangin biayanya bikin acara begini berapa mahal
Bayangin ya
Terus bayangin sebelum bapak ini jadi presiden, biayanya 0 krn acara2 gak perlu begini.
Padahal dulu dia yg bilang acara seremoni2 gak perlu, makanya ada efisiensi
๐๐๐
bangsa kita masih memilih dgn perasaan spt rasa iba, rasa kasihan dan rasa lainnya termasuk rasa terhibur, rasa lucu. Mayoritas kita memilih untuk MENGUBUR dalam2 apa yg disebut dgn RASIONALITAS, NALAR, mematikan AKAL SEHAT. jika 3 unsur ini dipke, yg ditengah ga masuk
ANIES BASWEDAN : Tidak semua orang kuat jadi Oposisi Seperti yang disampaikan Pak Prabowo
Pak Prabowo Tidak Tahan Menjadi Oposisi karna tidak berada dalam kekuasaan membuat tidak bisa berbisnis
Dari Acara DEBAT PILPRES ini seharusnya tidak ada yang salah pilih
Sangat mungkin MBG ini bagian dr misi 2029,dgn ribuan jaringan dapur SPPG tentu saat 2029 nanti mereka2 akan loyal dgn Prabowo karena jika Prabowo tdk laniut maka sangat mungkin MBG akan dihentikan dan ladang bisnis dr dapur MBG akan mati
DIKALA DADAN DI TANGKAP,
PRABOWO KUMPULKAN 14000 ORANG PIC SPPG SELURUH INDONESIA DI SENTUL,
HABISKAN BIAYA HINGGA 55 MILYAR RUPIAH SEHARI !!!
INI AGENDA APA LAGI?
DULANG SUARA DI 2029?
BONUS ADA JOGET2 ALA2 KA SPPG, ENAK YA MAKAN DUIT RAKYAT
Uraian biaya yg dihabiskan oleh acara prabowo tsb :
1. SEWA GEDUNG SICC
Website resmi SICC di https://t.co/h41ywn50kv tidak mencantumkan tarif publik โ harga hanya diberikan via konsultasi langsung.
SICC dengan kapasitas yang jauh lebih besar dan skala acara nasional, estimasi sewa berkisar:
Main Auditorium + Hall pendukung + ruang VIP/VVIP + area parkir = Rp500 juta hingga Rp1,5 miliar (1 hari penuh)
2. TIKET PESAWAT PULANG PERGI
Asumsi 14.000 peserta dari 38 provinsi seluruh Indonesia. Sebagian besar dari luar Jawa, sebagian dari Jawa dan sekitar Jabodetabek.
Pesawat dari luar Jawa (Kalimantan, Sulawesi, Papua, Maluku, NTT, Sumatera): tiket PP minimal Rp1,5 juta hingga Rp4 juta per orang.
Pesawat dari Jawa dan sekitar: Rp300 ribu hingga Rp800 ribu.
Asumsi rata-rata gabungan Rp2 juta per peserta x 14.000 orang = Rp28 miliar
3. AKOMODASI / HOTEL
Berdasarkan data https://t.co/kPSnRCrKKJ, harga rata-rata hotel bintang 3 di Kabupaten Bogor adalah Rp1.362.109 per malam, dan hotel bintang 4 sekitar Rp2.589.851 per malam.
Asumsi 10.000 peserta dari luar daerah menginap 1 malam di hotel bintang 3 rata-rata Rp1,2 juta per kamar, isi 2 orang per kamar = 5.000 kamar x Rp1,2 juta = Rp6 miliar
4. TRANSPORTASI DI LOKASI (BUS/SHUTTLE)
Peserta dari berbagai hotel menuju SICC dan kembali butuh armada bus. Untuk 14.000 orang dengan kapasitas bus 40 penumpang = minimal 350 bus PP. Sewa bus per hari sekitar Rp3-5 juta per unit.
350 bus x Rp4 juta = Rp1,4 miliar
5. KONSUMSI (MAKAN SIANG + 2X SNACK)
Untuk acara pemerintah skala nasional, standar katering per orang per paket (snack pagi + makan siang + snack sore) sekitar Rp100.000-150.000.
14.000 orang x Rp125.000 = Rp1,75 miliar
6. SERAGAM / BAJU PUTIH
Terlihat dari foto, seluruh peserta mengenakan seragam putih seragam. Harga kaos atau kemeja putih polos berlogo untuk acara pemerintah biasanya Rp50.000-100.000 per potong.
14.000 orang x Rp75.000 = Rp1,05 miliar
7. PRODUKSI ACARA (PANGGUNG, LED SCREEN, SOUND SYSTEM, LIGHTING)
Dari foto terlihat panggung besar dengan layar LED raksasa, tata cahaya profesional, dan sistem audio untuk lebih dari 10.000 orang. Biaya produksi skala ini untuk event nasional pemerintah:
Estimasi: Rp1 miliar hingga Rp2,5 miliar
8. DOKUMENTASI, MC, PENGISI ACARA
Videografer, fotografer profesional, drone, MC nasional, penampilan hiburan atau paduan suara:
Estimasi: Rp300 juta hingga Rp800 juta
9. KEAMANAN DAN PROTOKOL
Koordinasi pengamanan untuk acara lembaga negara melibatkan petugas keamanan, protokol, hingga koordinasi TNI/Polri:
Estimasi: Rp200 juta hingga Rp500 juta
10. BIAYA TAK TERDUGA DAN ADMINISTRASI (10%)
Dari total semua komponen di atas, biasanya ada buffer 10% untuk kebutuhan mendadak, cetak materi, spanduk, backdrop, souvenir peserta, dll:
Estimasi: Rp4-5 miliar
TOTAL ESTIMASI KESELURUHAN
Sewa gedung: Rp500 juta - Rp1,5 miliar
Tiket pesawat PP: Rp28 miliar
Hotel: Rp6 miliar
Transportasi lokal: Rp1,4 miliar
Konsumsi: Rp1,75 miliar
Seragam: Rp1,05 miliar
Produksi acara: Rp2,5 miliar
Dokumentasi + MC: Rp800 juta
Keamanan: Rp500 juta
Buffer admin 10%: Rp5 miliar
TOTAL ESTIMASI: Rp47 miliar hingga Rp55 miliar
SUMBER DANA: UANG SIAPA INI?
BGN adalah lembaga negara.
Seluruh kegiatan operasional dan acara nasionalnya dibiayai oleh APBN alias uang pajak rakyat Indonesia.
Ini soal prinsip:
setiap rupiah uang rakyat wajib digunakan secara transparan, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan apalagi di tengah fakta bahwa pimpinan lembaga yang sama kini sudah mengenakan rompi pink tahanan Kejagung.
Publik berhak tahu:
apakah acara ini sudah melalui mekanisme lelang pengadaan yang benar?
Apakah anggarannya tercatat dan bisa diakses publik?
Atau ini bagian dari pola yang sama anggaran besar, minim awas
DI TENGAH GEMURUH RUANGAN, SUARA TEGAS IBU:
โSAYA USAHA SENDIRIโฆ MODAL SENDIRIโฆ TANPA CAMPUR TANGAN PEMERINTAH".
TAPI BEGITU BERHASILโฆ TIBA-TIBA MEREKA DATANG MINTA PAJAK.โ
Ia mewakili jutaan pengusaha yang membangun dari nol dengan keringat dan tekad.
pak @ListyoSigitP ini ga perlu pengaduan, jelas sekali semua pernyataannya ini mengandung unsur MEMECAH BELAH, FITNAH, SARA khususnya SUMBAR dan JABAR sebagai BAR-BAR
klo yg ngomong begini dari kalangan bersorban, jenggotan, mesti aparat cepat tanggap untuk menindak.
Dajjal ini makin berani memfitnah dan memburuk burukkan umat Islam...khususnya umat Islam di Sumbar dan Jabar.
Apa dajjal ini mau dibiarkan saja lepas dari jerat hukum...???
Oke lah, kalau pun tidak diintimidasi, dan diberi pelayanan yang baik, tapi membawa paksa orang dari rumahnya ke suatu tempat itu sudah perbuatan kriminal bahkan bisa dianggap sebagai penculikan.
Apa negeri ini mau dikuasai preman berkedok ormas?
APA KATA DUNIA
Serorang preman besar level nasional yg selalu bawa-bawa nama presiden @prabowo berkasus dgn wanita lemah tak berdaya? Hercules dan GRIB Jaya adlh contoh klasik premanisme yg dipoles jadi ormas, menyeret perempuan lemah ke situasi intimidatif (walo dibantahnya).
Ini jelas merusak wibawa negara!
Klo gak bisa naik kelas pdhl kondisi sdng berpihak ke mrk yg seharusnya bisa jadi tertib, jadi lebih beradab, dan tunduk hukum. Cepat atau lambat akan berubah jadi beban politik yg mau gak mau harus DILEPAS Presiden Prabowo demi menjaga marwah kekuasaannya.
Apa sich susahnya Hercules dgn segala aset dan kekayaanya, kok susah amat mengubah image menjadi lebih berkelas dan profesional menjalankan organisasinya?
Cc @bang_dasco@ListyoSigitP
Guys, ada berita dari Lombok Tengah yang menurut gue paling menggambarkan ironi terbesar dari kebijakan ekonomi Prabowo sekarang.
150 karyawan Alfamart kehilangan pekerjaan.
Bukan karena perusahaannya bangkrut.
Bukan karena kinerjanya buruk.
Bukan karena ada kesalahan dari karyawannya.
Tapi karena pemerintah daerah menutup paksa 25 gerai ritel modern dengan alasan melanggar Peraturan Daerah tentang penataan pasar rakyat.
Dan ini yang paling miris:
Rudi karyawan Alfamart di Kopang datang ke kantor Bupati bukan untuk melawan.
Dia datang meminta solusi.
"Jangan sampai kami menjadi pengangguran baru.
Sekarang ekonomi semua sulit,
semua harga sudah naik,
kebutuhan makin tinggi.
Sementara pekerjaan kami tidak ada karena ditutup."
"Cari kerja sulit, Pak.
Kami banyak yang hanya tamatan SMA."
Kalimat itu
"cari kerja sulit, Pak"
menurut gue adalah kalimat paling menyayat yang bisa diucapkan oleh seseorang kepada penguasa yang harusnya melindungi mereka.
Dan ini konteks yang lebih besar yang harus dipahami:
Penutupan Alfamart dan Indomaret di Lombok Tengah ini tidak terjadi di ruang kosong.
Ini terjadi di tengah narasi besar tentang Koperasi Desa Merah Putih program andalan Prabowo yang salah satu tujuannya adalah memastikan koperasi desa bisa menjalankan fungsi perdagangan ritel di desa-desa.
Artinya sederhana:
gerai ritel swasta yang sudah ada ditutup supaya ruangnya bisa diisi oleh koperasi yang terafiliasi dengan program pemerintah.
Bukan karena ada masalah dengan pelayanannya.
Bukan karena ada keluhan dari konsumen.
Tapi karena ada kepentingan yang lebih besar yang membutuhkan ruang itu.
Dan ini yang paling pedas:
150 karyawan kehilangan pekerjaan.
Kalau setiap karyawan punya keluarga dengan 2-3 orang tanggungan ada sekitar 300-450 orang yang terdampak langsung dari satu kebijakan penutupan di satu kabupaten kecil.
Dan ini baru satu kabupaten.
Lombok Tengah.
Dengan 25 gerai yang ditutup.
Berapa kabupaten lain yang sedang atau akan melakukan hal yang sama di seluruh Indonesia atas nama program yang sama?
Dan ini yang paling mengerikan sebagai pesan kepada semua pelaku usaha:
Kalau lo punya usaha di Indonesia sekarang dan tiba-tiba ada program pemerintah yang membutuhkan ruang bisnis yang sama dengan yang lo jalankan negara bisa menutup usaha lo kapan saja.
Bukan karena lo salah.
Bukan karena lo melanggar hukum yang berlaku sejak awal.
Tapi karena ada Perda yang bisa diaktifkan atau diterapkan secara selektif ketika dibutuhkan.
Investor asing yang sudah komplain ke Prabowo soal kepastian regulasi ini adalah contoh nyata kenapa
mereka takut masuk.
Hari ini Alfamart.
Besok siapa?
Dan sambungkan ini dengan kondisi yang lebih besar:
Badai PHK sedang mengintai.
Rupiah di Rp17.700.
Lapangan kerja tidak tumbuh.
Dan di tengah semua itu ada kebijakan yang menambah 150 pengangguran baru di satu kabupaten kecil dengan alasan penataan pasar.
Prabowo bilang: "Kalau tidak beres copot. Sederhana."
Tapi 150 orang yang tidak beres hidupnya bukan karena kesalahan mereka sendiri tidak punya siapapun yang bisa mereka copot.
Negara yang seharusnya memberi rasa aman bagi rakyat yang bekerja keras justru menjadi sumber ketidakpastian yang paling besar.
Karyawan Alfamart itu tidak meminta banyak.
Mereka hanya minta bisa tetap bekerja.
Minta jangan dijadikan pengangguran baru di tengah
kondisi ekonomi yang sudah sulit.
Dan jawaban yang mereka dapat adalah:
datang ke kantor Bupati mengantri
memohon dengan harapan ada yang mendengar.
Itulah posisi rakyat kecil di Indonesia sekarang. Bukan warga negara yang dilindungi.
Tapi pemohon yang berharap penguasanya bermurah hati.
Sekarung beras cukup untuk menghidupi keluarga yang punya rasa syukur.
Tapi jutaan hektar hutan papua tidak cukup untuk satu keluarga yang serakah.
Ini jawabannya ๐
Nadiem Lulusan Harvard, yakali Korupsinya Pake Cara Biasa!
Korupsi era lama identik dengan amplop dan rekening gendut. Namun dalam kasus Nadiem, seorang lulusan Harvard, dugaan korupsi justru terlihat jauh lebih canggih dan tidak sederhana: dimainkan lewat regulasi, desain kebijakan, dan pengaturan sistem. Yang dipersoalkan bukan sekadar proyek Chromebook, tetapi dugaan bagaimana arah anggaran pendidikan dibentuk melalui kebijakan yang tampak sah.
Kasus ini menjadi menarik karena dugaan persoalannya bukan sekadar soal Chromebook atau Windows versus Chrome OS. Titik krusialnya ada pada perubahan skema pengalokasian anggaran yang sebelumnya berbasis usulan daerah menjadi lebih tersentralisasi melalui aturan turunan kementerian. Di situlah dugaan rekayasa bekerja: bukan mencuri uang secara vulgar, tetapi mengarahkan arus APBN lewat desain regulasi yang tampak sah.