Lagi anget di x ihwal novel2 pram. Saya pernah beli buat koleksi sekitar tahun 2016 an. Saya kirim ke alamat ortu di jogja. Jadi di th 2026 ini masih segel. Banyak yg nanya kok bisa dapat segelan. Aih. Di marketplace harganya inflasi parah wkwk
1. Warkop Semesta (2010-2019)
Sebelum budaya ngopi mainstream di kalangan anak muda dan ngopi serius masih diidentikkan dengan pengusaha kaya nongkrong di excelso, warkop Semesta sudah dipenuhi warga Jogja 24 jam, mulai dari mahasiswa sampai ke bapak2.
Entah kenapa mayoritas yang datang ke warkop ini laki2, yang unik dari Semesta, saking seringnya pelanggan berkunjung, mereka sampai kenal satu sama lain, kabarnya penyebab Semesta tutup karena pemiliknya meninggal dunia.
2. Kalimilk (2010-2019)
Tempat nongkrong yang sempat jadi andalan mahasiswa Jogja kala itu, kisah sukses pemiliknya sering jadi studi kasus mahasiswa jurusan marketing. Karena pemiliknya masih muda, dia memanfaatkan media sosial buat jualan, sesuatu yang belum lazim di tahun 2010an.
Di tahun 2012 kalimilk udah punya follower twitter 10.800, mengalahkan Nestle yang cuma 9.000 dan Cimori yang cuma 3.000. Puncak kejayaan kalimilk pas dia buka cabang di jalan Kaliurang, alasan tutupnya Kalimilk sampai sekarang masih simpang siur, bekas gedungnya sekarang jadi parkiran Tempo Gelato.
3. Djendelo Koffie (2005-2019)
Bertempat di lantai 2 toko buku Togamas Gejayan, coffeshop ini jadi pusat nongkrongnya komunitas kreatif di Jogja, salah satunya Sand Up Indo Jogja yang bikin acara open mic tiap Selasa dengan judul Seloso Selo. Dejendelo Koffie tutup tahun 2019 sebelum Covid.
4. Jiwangga Resto (2016-2018)
Dengan desain tempat ala kerjaan majapahit, Jiwangga sukses menjadi daya tarik warga jogja maupun wisatawan, biaya pembangunannya sekitar 15 miliar dan sayangnya cuma sempat buka sekitar 3 tahun.
Jiwangga terpaksa tutup karena masalah perizinan pemanfaatan lahan mengingat lokasinya berada di area hijau dan dekat dengan aliran sungai.
5. Kedai 24 jam (2010-2021)
Viral karena nama-nama menunya unik dan saru, misalnya G*g*lo (Gerombolan Nasi Goreng Sesuka Lo), atau M*strurb*si (Mie Nasi Telur Bersatu dalam Satu Porsi).
Kedai ini tutup bertahap karena pandemi Covid di tahun 2020-2021.
6. Dixie (2005-2021)
Tempat makan fancy mahasiswa Jogja, kalau ingat Dixie mimin jadi ingat mahasiswa kelas internasional yang kerja kelompok sambil bawa laptop, menu andalannya western food dan beberapa jenis minumannya free refill. Penyebab Dixie tutup kemungkinan karena efek pandemi Covid dan munculnya resto2 baru di Jogja yang lebih modern.
Apa resto andalan di kotamu yang udah tutup? sini mimin buatin listnya
Berakal tapi tidak berilmu-berilmu tapi tidak berakal. Banyak yg terdidik. Sedikit yang terdidik dan tercerahkan. Sebagai pelita bagi mayoritas ruang abu-abu sampai ruang-ruang kosong sekalipun.
Sebenarnya apa sih yg kita cari? Isi kepala tiap orang memang rumit. Lepas dari itu, lebaran jatuh di tanggal 1 syawal dan selamat hari idulfitri 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin
Gaduh medsos hal ihwal 1 syawal. Allah menciptakan manusia sebaik-baiknya makhluk. Dikaruniakan akal dan nafsu. Untuk apa, berpikir. Dan, di bawah kolong langit ini, bahwa peradaban dibentuk dari karya-cipta manusia.
Menghargai ijtihad sama halnya menghargai akal manusia. Pastinya itu tidak datang dengan tiba-tiba dan emosional. Ada proses yg panjang tentunya yg harus dilalui. Sangat mungkin terjal jalannya. Tapi, menolak ijtihad tanpa proses diskusi mencari titik temu itu soal lain ya.
Selamat jalan teman. Laki2 yg kukenal ceria, tidak pernah menampakan kesedihan atas apapun yg terjadi padanya. Teman pendengar dan selalu menghibur. Alfatihah🤲