wake up tmn² soshum, jurusan rumpun kita direndahkan dan teman kita dari adpem unpad ada yang dipermalukan besar²an oleh tokoh masyarakat sampe DOWN, peluk jauh untuk keisha dan temen² adpem unpad☹️
shame on u pak... padahal jurusan soshum tuh yg mengkaji profesi bapak loh? malah dikata²in di depan UMUM
81 tahun bukan sekadar tentang perjalanan sebuah bangsa, tetapi tentang jutaan langkah yang terus berjalan, tangan yang saling menguatkan, dan harapan yang tak pernah berhenti diperjuangkan.
Dari stasiun ke stasiun, dari satu perjalanan ke perjalanan lainnya, kita terus menjadi bagian dari cerita Indonesia. Karena di setiap perjalanan, selalu ada semangat untuk pulang, bertemu, tumbuh, dan melangkah bersama.
Mari terus jaga persatuan, rawat keberagaman, dan isi kemerdekaan dengan hal-hal baik yang berarti bagi sesama.
Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Terus melaju, terus bertumbuh, untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. 🇮🇩
Art by: Gavin R. P.
#KAI121
#HUTRI81
#DirgahayuIndonesia
#AyoNaikKereta
#KeretaApi
tiap kali denger wacana "kurikulum pencegahan LGBT" buat anak SD, gua selalu kepikiran film Monster (2023) karya Koreeda
banyak org selesai nonton film itu terus nanya "emang monster-nya siapa?"
and that's the point, monster-nya bukan Minato, bukan juga Yori. mereka cuma dua anak kecil yang bahkan belum sepenuhnya ngerti apa yang mereka rasain
buat gua, monster-nya adalah masyarakat yang bikin anak-anak ini percaya kalo ada sesuatu yang salah dalam diri mereka, sampe mereka harus tumbuh dengan rasa takut, rasa malu, bahkan nganggep diri mereka "berotak babi" cuma karena ngerasa beda
anak queer itu exist, and will always be.
mereka bukan jadi queer karena diajarin di sekolah, nonton film, atau ketemu orang LGBT. tapi kalo dari kecil mereka terus diajarin LGBT adalah sesuatu yang harus "dicegah", then once they fully understand themselves, hal pertama yang ikut tumbuh bukan penerimaan diri, melainkan rasa takut, rasa malu, dan keyakinan bahwa mereka adalah barang rusak
kalau dari kecil negara mulai menanamkan bahwa keberadaan mereka adalah sesuatu yang harus "dicegah", yang lahir bukan generasi yang "straight", yang lahir justru anak anak yang ngabisin masa kecilnya dengan "kenapa gua salah?"
that's the real tragedy, dan menurut gua, itulah monster yang sebenarnya, I hope no other Minato or Yori ever has to grow up believing they're the monster
masuk kampus bayar, semesteran bayar, tugas2 pun dana sendiri, semua proses skripsi sampe udah cetak pun pake uang sendiri, ptesol bayar, semua bayar... pas lulus bahkan ijazah pun dapetnya pdf???? cuma?? pdf??? what's wrong with u !upi