Tolong dibantu ya guys๐๐ป
Bapak-Ibu,
Sejak Rabu 05 Nov anak kami tidak pulang, dilarikan oleh laki laki yg terduga juga otak kejahatan terorganisir. No HP sdh tdk aktif sehingga tdk bs dilacak oleh kepolisian.
Mohon bantuannya jika ada yg melihat anak kami.
Nama : Maria Gabriella
Panggilan : Gaby / Yiel / Maria
Usia : 16th (kelas XI)
Sekolah : SMA Strada St Thomas Aquino
Mohon hubungi kami :
* Brigita Titis (ibu) 081387553829
* Yohanes Hany (ayah) 085878173489
Sejak kamis, kami telah melaporkan ke kepolisian tapi blm ada langkah yg berarti yg dilakukan.
Mohon bantuannya, sudah 6 hari anak kami hilang. Kami sangat menghargai setiap informasi & bantuan yg diberikan utk anak perempuan kami satu satunya ini.
Terimakasih & Tuhan memberkati ๐๐ป๐
<saya bagikan atas restu ortu dari grup Alumni Sanata Dharma>
INDONESIA โข NEPAL KEMBAR SIAM |
โ Nepal : Pengangguran โ rakyat frustrasi.
โ Indonesia : Ada rakyat pekerja dgn gaji UMR, badai PHK, pun masih banyak pengangguran โ rakyat frustrasi.
โ Nepal : Anak pejabat flexing harta.
โ Indonesia : Pejabat dan anak pejabat flexing harta, plus flexing kuasa.
_________
Sebenarnya, Nepal bisa jadi "cermin retak" di mana Indonesia bisa ngaca, tapi Indonesia memilih tetap pura-pura ngga' kenal bayangannya sendiri.
Kalau Nepal meledak di jalanan, di republik ini, masih banyak yg sibuk jadi pendengung utk kepentingan kekuasaan dan menjadi bootlicker penguasa.
Lalu mereka bercanda dgn meme & E-flyer utk memoles wajah kekuasaan, sementara rakyat kecil kembali bekerja keras hanya utk bayar cicilan mingguan & bulanan.
Ironinya, Nepal disebut rusuh, Indonesia relatif cepat stabil.
Padahal stabilitas di Indonesia, bukan karena keadilan, tp krn ;
โ rakyat kecil di republik ini sangat terlatih menelan getir dgn santai, sambil nonton sinetron ttg pejabat jadi malaikat.
Bahkan, sebagian rakyat kecil cenderung bungkam, setelah diinjeksi racun bansos dan uang Rp. 400rb utk sebagian kecil Ojol oleh Wapres Fufufafa โข Anak Haram Konstitusi yg lahir di ruang gelap "prostitusi kekuasaan".
Nepal melawan, Indonesia menormalisasi.
Sama-sama muak, tapi di republik ini muak jadi hiburan, cukup dibungkus meme & klarifikasi pejabat.
Nepal meledak karena rakyat tak mau lagi ditipu.
Indonesia relatif cepat adem, karena rakyat sudah dilatih jadi penonton.
.
.
๐
#FufufafaAibNasional
#AdiliJokowi
DILINDAS BUKAN TERLINDAS |
โ Live TikTok diawasi, Nafas Ojol "dimatikan" , kronik roda besi kekuasaan, di mana sensor lebih cepat daripada menginjak rem kematian.
POLISI NEGARA | punya ribuan mata utk mengawasi kamera ponsel rakyat, sibuk menghitung jumlah penonton live TikTok hingga memata - matai Meta, tapi tak melihat roda besi kekuasaan meremukkan tulang rakyat kecil di jalanan kota.
Di republik ini, kematian tak datang dari ajal, tapi dari mesin kekuasaan yg hilang ingatan, bhw yg mereka lindas bukan jalanan, melainkan;
MARTABAT MANUSIA !
.
.
#polisipembunuh
A N A T H E M A
Selama kodok belum menjadi 'swikee, maka selalu ada sampah politik dan "bom waktu" di punggung Presiden @prabowo.
Sampah politik itu berserakan di ruang - ruang gelap kekuasaan; Wakil Presiden, "belasan" menteri, anggota @DPR_RI , kroni, buzzer, hingga para bootlicker warisan bedebah politik asal Solo.
Sampah politik bisa disapu, dibuang, dan dilupakan.
Tapi bom waktu berbeda. Ia tak sekadar berdetak. Setiap detiknya menggerus legitimasi, lalu meledak tepat di wajah sejarah.
Presiden Prabowo adalah pemikul dosa sejarah yg merakit bom waktunya sendiri, sebab warisan yg diterima bukan tahta, melainkan kutukan.
Jika tak cerdas membaca detik, bom waktu itu meledak di tangannya sendiri.
__________
BANGUNLAH, PRESIDEN !
Jangan menunggu ayam berkokok esok hari.
.
.
#FufufafaAibNasional
Presiden @prabowo sudah mengucapkan; turut berduka cita dan menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya, prihatin, terkejut, dan kecewa.
Kapolri minta maaf
Kapolda Metro Jaya minta maaf
Karena, sudah tidak ada ruang gelap untuk mengarang cerita, seperti dalam tragedi Gamma dan Afif Maulana.
___________
Istana minta maaf, tapi dalam arsip negara, tragedi itu hanya disebut "insiden".
Kamera warga merekam kenyataan, negara menulis ulang kenyataan.
Di republik ini, maaf hanyalah algoritma darurat untuk meredam murka, lalu rakyat dipaksa mati dengan rapi.
Distopia bukan fiksi, ia hadir di jalan raya, direkam dalam ponsel warga.
Di tanah ini, maaf adalah;
PROPAGANDA TERAKHIR
sebelum sensor bekerja.
________
Lalu dalam situasi domestik seperti ini, Wapres Fufufafa bisa apa ? Bagi - bagi skincare ?
Tapi yang pasti, dia hanya bisa "sakaw" di ketiak Bapaknya.
.
.
#FufufafaAibNasional