🌴: anyeonghaseo
🍓: nah dateng orangnya, dia bakal mecahin keheningan sih
(karena awalnya jiwoo sama ye-on ngomong seadanya kerasa canggung 😭)
🌴: tuan putri dateng ni dateng, aku makan banyak kemarin jadi ga terlalu laper
🍓: kenapa porsi makan kalian dikit bgt?
🌴: aku loh banyak
😊: audionya jadi berasa keisi
🍓: sebelum kamu dateng tadi disini bener bener sepi
🌴: ohh jinjaaa?
😊: soalnya kita bukan tipe yang makan sambil ngomong gitu
tapi emang pas carmen dateng langsung ceriwis bgtt, ada aja celetukannya berasa ramee 😭🤏🏻🤏🏻
Fatimah: "Bisa mencontoh Pak Habibie"
BJ Habibie: "Orang antri, makanan susah, phk banyak, itukan lebih penting dari pesawat terbang. Saya dahulukan ini dulu jadi saya ngalah untuk menang.
Jadi yang menang siapa? Rakyat"
Seporsi kekalahan WNI:
“Emang gue pikirin?”
Diucapin tanpa sedikit pun rasa bersalah, seolah nggak pernah bikin janji apa pun ke rakyat. Terus antek-anteknya malah tepuk tangan. Wallahi, we’re finished…
Lewat di tl langsung bikin diem bentar. Merinding beneran denger doanya
“Jika bapak mengkhianati rakyat, maka saya orang pertama yang bersaksi di hadapan Allah SWT dan meminta melipat gandakan siksaan Bapak di Neraka”
UAH Kepada Prabowo.
Ngeri bgt, urusan amanah rakyat emang taruhannya langsung akhirat. Jangankan jd pemimpin, jd rakyat yg denger kalimat ini aja langsung deg-degan bgt 😭
Hafidz Haernanda
Semalam saya senang berkesempatan berdiskusi dengan teman-teman legislatif. Namun, semakin lama diskusi berjalan, kami justru merasa sedang berhadapan bukan dengan wakil rakyat, melainkan dengan juru bicara pemerintah. Padahal, yang seharusnya berdiri di depan rakyat untuk menjawab seluruh kritik ini adalah Prabowo-Gibran beserta jajaran eksekutifnya. DPR seharusnya menjalankan fungsi pengawasan, bukan menjadi pagar pembela kekuasaan.
kangen banget anjir????? dulu seseru inii jirrrr… gue ampe pause2 pas nonton buat ketawa doang gara2 grup lawak ini😭😭😭 bahagia terus yaa guyss🫶 kalian deserve semua hal2 baik di dunia ini🫶🫶🫶
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
sebenernya mau siapapun yg menjabat, mau si ganjar kek mau si prabowo kek mau si anis kek, klo rupiah melemah, negara kacau jg bakal gw hujat si tanpa pengecualian. they’re all politician, its their job. jgnkan politikus, temen kelompok gua yg kaga ngerjain tugasnya jg gua hujat
“TIDAK ADA SURAT IZIN DEMO DARI BEM UI.”
LAH KOK MAHASISWA BELOM DATANG, GAS AIR MATA UDAH ADA??? kalau misalnya gak ada surat izin dari BEM harusnya kalian terperanjat, terhentak, kaget, tak menyangka, bergumam sendu dan menatap nanar.