Ospek di kampus aja kalo ada 1 orang yg meninggal pasti diusut penegak hukum. Dikejar sampe ke pucuknya. Latsarmil Kopdes ini 5 orang meninggal, terus dibiarkan aja karena melibatkan struktur tentara, gitu?
Tajam ke sipil, tumpul ke tentara. Negara hukum macam apa kita ini?
JUST IN: Tanggapan Media Askar, Dosen UGM sekaligus Direktur Kebijakan CELIOS terkait meningglanya 5 calon Manajer KDMP
"Ungkapam duka cita itu tidak mengembalikan nyawa saudara kita"
"Selama 10 tahun terakhir, empat orang meninggal dalam wajib militer di Korea Selatan, dan itu jumlahnya dua juta orang."
"Indonesia, hanya dalam dua minggu, lima orang meninggal untuk pelatihan militer. hanya pesertanya 32.000 orang."
"Lebih ironi lagi, di Korsel itu pelatihan militernya untuk perang, di Indonesia pelatihan militernya untuk calon manajer toko kelontong, ini absurd, ini aneh, ini tidak bisa diterima dengan akal sehat!"
"Jadi cara berpikir kebijakan kita balik lagi ke 1970-an, dan menurut saya, saya sepakat untuk dihentikan saja"
"ANGGARAN ITU MUNGKIN BISA HILANG, TAPI NYAWA ITU TIDAK BISA DIKEMBALIKAN."
Katanya tuntutan UGM dan UI "ngelantur."
Tapi Trisakti "make sense" karena minta "kembalikan supremasi sipil."
Padahal UGM minta hal yang sama persis: tarik militer dari ruang sipil, cabut UU TNI dan UU Polri.
Kata per kata. Isu yang sama.
UI? Minta harga beras turun, APBN tidak diboroskan, dan hentikan program makan bergizi yang Kepala Badan Gizinya sudah dijemput Kejaksaan Agung, sebelum nasinya sempat sampai ke piring anak SD.
Jadi "ngelantur" versi lo itu yang mana persis ?
tuntutan yang terlalu struktural, atau yang terlalu membela perut rakyat?
Karena yang ngelantur dari sini cuma satu: logikamu.
Ga bermaksud bela - belain pemerintah dan sender mau coba paham kalau kita semua marah sama keadaan negara. Tapi kalau dari pihak2 lain yang udah demo berkali kali ga didengar pemerintah/ menimbulkan perubahan minim pada akhirnya ngadain demonya buat apa?
Kenapa setiap kritik dibalas pembungkaman, dan setiap masukan ditanggapi dengan emosi? Karena yang diberi saran memiliki ego yang lebih besar dibandingkan otak yang lebih pintar.
Disuruh santun di sebuah negara yang meledek rakyatnya adalah sebenar-benarnya anomali
Halah.. giliran udah begini aja baru teriak2 demokrasi dan ngajak diskusi. Dulu waktu program ngawur itu mau dibuat mana diskusinya?
Ngga narsumnya, ga hostnya emang udah sekolam kentut.. emang layak diusir. Bau! Terima kasih UGM! 🔥
HAHAHAHA negara udah bubarin ratusan atau bahkan ribuan diskusi pelajar, mahasiswa, & gerakan lainnya. Sekalinya mahasiswa yang bubarin atau sabotase langsung playing victim ngerasa hak kebebasan berpendapatnya dibatasi.
coffee shop bikin produk HPP goceng, jual 40 ribu, gapok karyawan nya 1.3 jt, 6 bulan kemudian gulung tikar, owner nya rugi, karyawan nya hidup susah, tukang parkir nya umroh
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
dragging down jefferson just because its bring a lot of new listener instead of discussing the story this song told, is just show your quality as a human being