@flllowiee Sbnrnya better Purbaya sih, terbukti sblm doi jd Menkeu diminta sumbangsih solusi kebijakan, dan di awal mentri doi praktekin kebijakannya dan terbukti "ngaruh" ad hasilny. Cuman ya namanya "pembantu" g bs sekonyong-konyong kehendaknya sndiri, biar gimanapun harus nurut majikan.
Nasib +62 seminggu terakhir :
- Putusan MK : Jakarta tetep ibu kota, gak jadi IKN
- Sambo Kuliah S2 di lapas
- Nadiem divonis 18 + 9 tahun
- Ibam divonis 4 tahun
- Andrie Yunus gak sopan dan ber etika, makanya disiram air keras
- Nonton Film Dokumenter dilarang
- Lembaga tinggi negara bikin cerdas cermat aja, juri nya blunder
Ada yg mau nambahin?
@dhonnie_can@BaadilaOscar Bgmn dg aturan PT. Liga ttg pemain yg abis kontrak, apa msh boleh main? Kalo ga boleh, sdh pasti akan diprotes sm semua klub terutama Biak di match kmrn.
Kalo hal ini aman, brarti Bruno sdh perpanjang makanya ga ada issue itu.
ASN=Aparatur Sipil NEGARA, mengabdi ke negara, bukan ke pemerintah, apalagi presiden. Stop berpikir negara = pemerintah. Stop feodalisme. Presiden bukan raja, tidak perlu disembah, sangat boleh dikritik, tmsk oleh ASN. Indonesia republik.
@prabowo 3 nyawa melayang dan hanya sebatas ucapan duka aja dr kepala negara. Ga ada sama skali tercium aroma2 tindakan untuk mengusut siapa pelakunya.
Fokus sm garis merah,
1. Pertanyaannya: WHO'S NEXT???
2. Lah kejadiannya di luar, kok malah "memecah belah bangsa" inikan dalam negri.
BERITA TERKINI:
๐ฎ๐ท๐บ๐ธ The New York Times telah mengkonfirmasi bahwa sebagian besar dari 13 pangkalan AS di Timur Tengah telah hancur dan kosong.
Banyak dari 13 pangkalan militer di wilayah tersebut nyaris tidak bisa lagi dipakai. Pangkalan di Kuwait, yang berbatasan dengan Iran, mengalami kerusakan paling parah.
@BangPino__ Pak JK ini tugasnya kayak "nyebokin" gitu gasih? Setelah presiden mutusin gabung BoP ga lama AS-Israel memulai perang. Pak JK ini kebagian ngebersiin nama Indonesia di mata Iran.
Guys kata Tom Lembong di podcast Malaka dan ini salah satu yang paling jujur yang gw dengar dari mantan pejabat Indonesia soal kondisi sekarang.
Dia bilang kebijakan luar negeri Indonesia sekarang paling berantakan sejak 1965.
Bukan sejak 1998. B
ukan sejak reformasi. Tapi sejak 1965.
Dan dia kasih contoh konkret yang bikin gw tidak bisa bantah.
Beberapa minggu lalu Indonesia bergabung ke Board of Peace yang diketuai Amerika dan Israel.
Seminggu setelah itu Amerika dan Israel menyerang Iran.
Sekarang Indonesia ngemis ke Iran minta kapal tanker kita boleh lewat Hormuz.
Dan Iran dalam kondisi marah besar habis diserang mau simpati ke kita?
Itu konsekuensi langsung dari kebijakan luar negeri yang tidak berprinsip.
Soal energi ini yang paling bikin gw ngeri.
Stok BBM dan LPG nasional kita hanya ekuivalen dengan 20 sampai 25 hari konsumsi.
Itu saja.
Kalau Hormuz tidak buka dalam 25 hari puluhan kota di Indonesia bisa kehabisan bensin dan gas.
Ibu ibu tidak bisa masak.
Logistik lumpuh.
Bukan skenario jauh.
Itu risiko yang menurut Tom Lembong sangat nyata dan sangat dekat.
Bandingkan dengan Jepang yang stoknya 250 hari. China yang stoknya 1,3 miliar barel.
Mereka sudah siap dari jauh jauh hari.
Kita masih 20 hari dan tidak ada rencana darurat yang jelas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari semua yang dia bilang.
Tahun lalu harga minyak dunia lagi murah.
Surplus 2 juta barel per hari.
Itu saat yang sempurna untuk borong dan nambah cadangan nasional.
Tapi tidak dilakukan.
Uangnya dialihkan ke program program lain yang multiplier effect-nya kecil yang kita sudah tau semua itu yaps EMBEGE
Soal tarif Trump Indonesia panik duluan. Buru buru negosiasi. Dapat kesepakatan tarif 19%. Eh satu hari kemudian Mahkamah Agung Amerika batalkan tarif itu karena ilegal. Negara yang tidak panik sekarang cukup bayar 10%. Kita yang paling semangat negosiasi malah kena 19%.
Tom Lembong bilang ini pelajaran lama yang terus diulang. Kalau kita tinggalkan prinsip demi keuntungan jangka pendek hasilnya selalu buruk. Selalu.
Dan kata dia satu satunya hal yang bisa dilakukan masyarakat sekarang hemat. Kencangkan ikat pinggang. Nabung. Dan mulai pikirin alternatif kalau LPG benar benar langka.
Karena pemerintah sendiri belum punya solusinya.
Apakah yakin kita masih bebas aktif ? Selama bertahun2, Iran adalah negara sahabat ๐ฎ๐ฉ. Kita sama2 anggota NonBlok, OKI, D8, G77, BRICS. Kita sering beda pandangan dan beda posisi dgn Iran, dan sistim politik + ideologi masing2 juga beda, namun ๐ฎ๐ฉ dan Iran tidak pernah cekcok. Iran punya sejumlah musuh tapi tidak pernah meminta ๐ฎ๐ฉ memusuhi musuh2nya. Fokus hubungan bilateral kita adalah kerjasama, persahabatan dan saling menghormati.
Sayangnya, ketika Ayatollah Khamenei dll tewas terbunuh, Pemerintah ๐ฎ๐ฉ tidak menyatakan ucapan belasungkawa, sbgmana lazimnya kl pemimpin negara sahabat ๐ฎ๐ฉ meninggal. Kelupaan atau sengaja ? Kalau sengaja, yg kita takutkan apa ? Apakah yakin kita masih bebas aktif ? Krn merasakan sikap dingin kita thdp kematian pemimpinnya, tidak heran Menlu Iran menolak dgn halus tawaran mediasi ๐ฎ๐ฉ. Mungkin mereka menyangsikan motivasi ๐ฎ๐ฉ .. something to think about #wisdomwithoutfear