Katanya “time will heal”
Padahal nggak, waktu nggak menyembuhkan apapun, lukanya masih disitu, kenangannya masih sama dan utuh, dan ceritanya masih belum bisa di lanjutkan ke lembaran yang baru, karena tokoh lama masih menjadi tokoh utamanya.
But, it’s okey. Waktu memang tidak menyembuhkan apapun, tapi waktu akan membuatmu terbiasa.
guys pls be kind, setiap orang bertahan dan berjuang untuk sesuatu yang tidak pernah mereka bicarakan ke siapapun dan kita juga gapernah tau kejadian jahat apa yang pernah dilalui dia, siapa tau itu energi terakhirnya buat lanjutin hidup:)
Dulu pun saya ngiranya quarter life crisis cuma ada di umur 25… wait till you face early adult crisis, midlife crisis, existential crisis, saturn return crisis, late life crisis…
Alias sejatinya kita hidup dari satu krisis ke krisis yg lain 😭
Peluk jauh untuk mereka yang sedang in a phase of trying to make peace with all the disappointment, without having to blame anyone for the pain they’re feeling. Itu memang salah satu tahap paling berat dalam life, but trust me and believe, you will get through this.
gue aja sampe sekarang gak ngerti sebenernya gue lagi kehilangan apa.
yang gue tau, ada sesuatu di dalam diri gue yang pernah retak… dan gak pernah bener-bener pulih lagi.
rasanya... gak maksa minta diperhatiin. cuma diem, numpuk di dada, dan ikut gue ke mana-mana...
sedih rasanya waktu dibilang ga pernah ngertiin seseorang, padahal selama ini kita sering mengalah dan lebih mikirin orang lain dari pada diri sendiri.
memaafkan orang itu balasannya tidak terbatas.
bayangin aja, kita yang ngerasain sakitnya, emosinya, nangisnya, sesaknya, kena mentalnya, trust issuenya, tapi kita yg harus bisa memaklumi.
sedangkan orang yang jadi penyebabnya, bisa langsung melanjutkan hidup setelahnya.