Pinned here ya karena kamu pasti cek akun ini, biar jadi motivasi supaya saya diet ๐.
Di pinned gini bukan buat dikasihanin loh ya, tapi biar jadi pemantik api semangat. See you di CF23, sender!
Saya tidak mendukung segala tindakan witch hunt yang dilakukan Zoya setelahnya ya. Tolong, saya hanya setuju dengan tweet pertamanya. https://t.co/0Ck9CIgBF2
Saya mau klarifikasi perihal ini ya.
Saya setuju dengan cuitan Zoya mengenai keluh kesahnya yang merasa 'tidak adil'. Tapi saya TIDAK SETUJU dengan tindakan Zoya selanjutnya yang witch hunt orang lain (saya baru tau ini sekarang, maaf).
Dari awal orang-orang juga pada nggak nangkep pointnya, main witch hunt, langsung ngebully gitu aja.
Zoya ngeluh karena it's not fair dan semuanya malah bilang "makanya kontribusi." "Udahan penyakit irinya.". Padahal keluhannya itu WAJAR dan normal sekali. Why y'all so mad?
Jadi adil dan berintegritas itu susah, ya?
Kemarin aku bikin jokes template yang langsung ramai.
Tapi sekarang, aku jadi ngerasa bersalah. Aku nulis ini untuk ngaca ke diri sendiri, sekalian coba share perspektif lain ini ke publik. Aku nggak ngajak siapapun untuk berpihak ke mana pun.
Jokes template itu ramai, karena twit itu memang banyak yang kontra.
Isi pikiranku mungkin mirip dengan banyak orang. VTuber kan manusia, wajar dong kalau dia lebih deket sama orang-orang yang udah menemani dari nol? Lebih notis orang yang effortnya gede dari awal?
Ternyata aku kurang mikir.
Bukan berarti twit Zoya itu sempurna dan nggak bisa dikritik sama sekali. Tapi ada satu hal yang aku lewatin waktu aku sibuk bikin meme dari keluhannya.
Inti masalahnya adalah soal pola yang terbentuk di komunitas, dan aku terlalu cepat nge-dismiss itu.
Aku kerja di dunia event dan produksi, sekaligus punya persona VTuber sendiri. Dua-duanya ngajarin aku kalau ruang komunal itu sensitif.
Begitu ada satu orang yang konsisten dapat akses lebih, persepsi orang lain tentang ruang itu berubah. Mereka akan kalkulasi ulang posisi mereka sendiri di dalamnya.
Ketika seorang VTuber atau public figure berulang kali memberikan highlight ke orang yang sama di ruang publik, itu bukan cuma soal kedekatan personal. Itu menciptakan proximity yang terbaca sebagai currency sosial.
Begitu proximity jadi currency, komunitas yang tadinya egaliter mulai terbagi jadi kasta nggak resmi: siapa yang terlihat, siapa yang nggak.
Zoya nggak bilang VTubernya jahat. Dia nggak bilang fans yang dinotis nggak layak dapat perhatian. Dia cuma bilang: ini nggak terasa fair. Dan honestly? Kalau aku pikir ulang dengan kepala dingin, perasaan itu valid.
VTuber yang punya kedekatan genuine sama beberapa fans di belakang layar, berbeda dengan VTuber yang secara konsisten mendemonstrasikan kedekatan itu di ruang publik sampai jadi pola yang kebaca semua orang.
Yang pertama manusiawi. Yang kedua, mau nggak mau, punya efek ke dinamika komunitas yang lebih luas.
Dan ini bukan soal nyalahin siapapun secara spesifik. Yang sudah terjadi ya sudah terjadi. Aku malah jadi ingat kurangnya integritas diriku sendiri.
Aku pernah dibecandain sama viewers waktu stream, dia bilang "Kala cuma mau temenan sama vtuber aja."
Aku menyetujui, kubilang, โAkan gak adil untuk viewers aku yang lain kalau aku berteman atau notis viewers berlebihan.โ
Sayangnya, di kasus ini, aku lupa sama kata-kata itu.
Aku lupa kalau aku juga merasa, sebagai vtubers perlu adil, untuk menjaga dinamika komunitas. Jangan sampai, komunitas yang mestinya jadi ruang yang hangat, pelan-pelan malah jadi ajang validasi.
Siapa yang paling sering disebut, siapa yang paling sering dibaca, siapa yang "masuk radar." Bentuk pattern recognition yang wajar, dari manusia yang hidup di sistem
Ada tanggung jawab yang datang bersama fandom yang besar. Oshi perlu sadar, bahwa setiap interaksi kecil yang dilakukan di depan ribuan orang, punya bobot yang sangat besar.
Aku salah, sembarangan bikin template nyindir Zoya. Bukan karena dia sepenuhnya benar, tapi karena aku nggak mikir dulu, dan coba untuk pisahin mana yang valid dari keluhannya, dan mana yang bisa didebat.
Bisa jadi, orang yang kamu anggap baper justru yang paling jelas lihat sesuatu yang semua orang lain pilih untuk tutup mata.
Tulisan ini aku buat buat diri aku sendiri. Supaya besok, sebelum aku keburu ketawa duluan, aku bisa ingat untuk mikir dulu. Supaya aku bisa lebih menjaga integritasku, walk the talk, melakukan apa yang aku katakan.
Mohon maaf juga untuk Zoya, yang twit-nya aku jadikan template tanpa berpikir lebih dalam secara objektif.
Aku gak hapus twit itu, karena bagiku menghapus adalah lari dari kesalahan. Aku akui kesalahanku dengan menulis artikel ini.
Terimakasih untuk viewers yang sudah mencoba mengingatkan aku, dan beberapa QRT di doksli yang juga mencoba berfikir objektif. Aku belajar banyak dari kalian.
Saya mau klarifikasi perihal ini ya.
Saya setuju dengan cuitan Zoya mengenai keluh kesahnya yang merasa 'tidak adil'. Tapi saya TIDAK SETUJU dengan tindakan Zoya selanjutnya yang witch hunt orang lain (saya baru tau ini sekarang, maaf).
Dari awal orang-orang juga pada nggak nangkep pointnya, main witch hunt, langsung ngebully gitu aja.
Zoya ngeluh karena it's not fair dan semuanya malah bilang "makanya kontribusi." "Udahan penyakit irinya.". Padahal keluhannya itu WAJAR dan normal sekali. Why y'all so mad?
@chmiluc@Arlecchinio Justru kalau bikin list gini malah gak ada HAVE FUN-nya gak sih. Ini bener-bener udah melenceng dari yang diomongin Zoya dah ๐งโ๐คโ๐ง