Jadi rasanya kok mengatakan "terserah mau ikut aturan manusia" itu gimanaaa gitu ya, kok kayak sebagai manusia awam ini kok jumawa sekali bisa memahami Al-Quran dan Hadist.
Ahtapi yaudahlah namanya beda pemahaman itu biasa.
aku menjelaskan sistem waris menurut kompilasi hukum islam,
kemudian di-counter dengan "dalam islam tidak ada harta bersama ya mba, terserah kalo ikut aturan manusia"
aku : ah oke
aku males debat wkwkw tapi satu hal deh, aturan islam yang saat ini berlaku kan sumbernya dari Al Quran dan Hadist, dan memahami keduanya diperlukan para ijtihad ulama yang mana beliau ini manusia juga kan ya untuk menafsirkan apa yang menjadi hukum yang dapat dipahami
Terus misal nih lo udah nikah tapi punya temen lawan jenis, sadar diri buat membatasi pergaulan lo sekarang.
Mau dibilang sahabat kek apapun itu, gabisa ditolerir. Apalagi masalah rumah tangga di curhatin, meski sahabat lo juga udah punya suami/istri.
Pelakor gapeduli status
dulu pernah baca kutipan seperti ini, "menjadi orang tua adalah tugas yang gak akan pernah selesai"
dulu gapaham maksudnya, sekarang jadi ngerti.
setelah nikah aja kadang suka kehilangan diri sendiri, apalagi setelah punya anak mungkin akan ada bagian yang hilang dari perempuan
banyak tersita adalah aku.
aku banyak diskusi sama suami soal semuanya sih, terutama soal kekhawatiran dan isi di kepala.
"Bolehkah aku minta waktu dulu sayang? Menyiapkan diri dan emosi untuk mempersiapkan itu semua?"
Alhamdulillah suami mengerti dan memahami.
@pawmmppkin@putribesarpapa@999o7i Betul sekali, dan wali hakim ini diputuskan melalui pengadilan ya gak asal.
Jadi sebenernya sejak awal bisa jadi informasi yang mereka terima tu simpang siur dan kurangnya pemahaman terkait perwalian dalam pernikahan.