Buat yang merasa Indonesia baik baik aja hanya karena ngeliat TV berita mudik, Instagram story hampers, TikTok bukber velocity
Percayalah itu karena kita korban propaganda kekuasaan
Noah Chomsky dalam bukunya udah mengatakan bahwa media seringkali menjadi alat propaganda kekuasaan untuk bilang bahwa negaranya stabil dibawah pemerintahan mereka
Tapi kalian tau sendiri. Faktanya kekerasan aparat dimana-mana, PHK dimana-mana, Undang-Undang sesuai pesenan kekuasaan, dan sebagainya
Jadi ayo jadikan jempol kita sebagai alat perlawanan untuk raising awareness public!
@praramrandi@tiaaraaaaptr @integriitea @dwihandaanda Dilimpahkan ke kita nya ngapain??? Bangkitin dwi fungsi kagak, nyerobot kerjaan sipil juga kagak, berubah jadi negaa fasis juga kagak. Objektif klo RUU TNI ga sedramatisir yg lo dan temen2 lo pikirin.
@hebibby@tiaaraaaaptr @integriitea @dwihandaanda Ga perlu diperkuat tinggal dijalankan aja itu Pasal 47 ayat (1) yg jd ayat (2) di RUU TNI, wong sama bunyinya. Yg beda jumlah K/L yg nambah. Akal-akalan aja memperkuat.
@praramrandi@tiaaraaaaptr @integriitea @dwihandaanda https://t.co/ZSv5ugTGcQ kenapa K/L ditambah ini selaras sama poin usia pensiun, si paling intelektual harusnya mau cari tau dari dua sisi, bukan dibrainwash
@praramrandi@tiaaraaaaptr @integriitea @dwihandaanda Ya memang RUU TNI ini kan tujuannya memperluas peran militer, salah satunya setmilpres. Ga mandiri bgt nyari info aja kudu dicariin
ayo naikin lagi hastagnya, jangan cuma hari kemaren aja. Perlawanan masih panjang, RUU masih tersahkan, kita masih hrs bersuara! Stay safe untuk semuanya yang turun ke jalan! Selama masih hidup teruslah bersuara
#TolakRUUTNI#TolakRevisiUUTNI#IndonesiaGelap#PeringatanDarurat
Lo tau ga enaknya jadi 02 voters apa? Punya privilege buat baca lebih banyak, riset lebih dalam dan baca kebijakan dengan hati-hati. Beda sama kaum hasil doktrinasi.