Efek MBG di stop sementara:
1. Harga telur turun jd 24k
2. Harga ayam turun jd 30k
3. Susu uht plain tidak langka
4. Rupiah menguat sedikit
5. IHSG cetak +5%
6. Tidak ada siswa keracunan
7. Para Ka SPPG yg joget2 di bogor, pada gigit jari
8. Guru jadi ga sibuk buang sisa makanan dan ngitung ompreng
Ini baru stop semntara dalam beberapa hari, ekonomi langsung lebih baik.
Apalagi STOP TOTAL?
SETUJU MBG STOP TOTAL?
baru unboxing parfum the perfection stlh 4 bulan lalu pake parfum itu dimomen membahagiakan. pas sniff lg barusan, bnr2 kaya lngsng keinget lagi semuanya.
my bad :/
semalem pas lg belanja di ranch market/ farmer(?) GI gw lupa namanya, kanan kiri gw foreigner semuaa wkwk. trus gongnya ada malaysian family lg belanja, tp sblm ambil barang dia buka kalkulator, trus ngitung harga barang/4.6k wkwkwk.
miris bgt kita diketawain tp mau ikut ketawa.
Turis jingkrak2
WNI nangis2
Mungkin ini yg dibilang menpar.. nanti ada banyak turis, datang, belanja, wisata..
WNA Malaysia dan Singapura plg banyak. Uang 1 Ringgit Malaysia setara Rp4.400 & 1 Singapore Dollar setara Rp14.000, batam mjd titik paling diserbu negara tetangga saat ini.
Pertanyaannya..
Belanja mereka produk UMKM ato branded?
Klo branded, apa iya bawa pengaruh ke ekonomi kerakyatan?
Wis mbohlah.. ruwet π
beberapa malam terakhir hati kerasa lebih hangat, kamar nampak lebih rapi dari pada sebulan lalu, sabun dan produk perawat tubuh semua terisi penuh.π
Presiden kita ini benar benar tidak punya rem untuk tidak mengambur hamburkan uang negara. Coba istana jelaskan ke rakyat secara gamblang tentang hasil nyata dari tiap kunjungan yang dilakukan hampir tiap minggu melawat ke luar negeri? Berapa anggaran negara yg dihabiskan hanya untuk berpergian? Pantaskah itu dilakukan saat rupiah terpuruk terhadap dollar, harga saham merosot dan remuk di mata investor, serta banyak rakyat sedang kesulitan ekonomi karena harga harga kebutuhan yang makin mahal? Apa tidak ada orang di sekeliling presiden yg bisa menasehati agar pak Prabowo lebih punya empati, hingga mendahulukan bekerja berdasarkan prioritas dan akuntabilitas?