Hyperion tidak pernah paham dengan tradisi yang dilakukan oleh para manusia.
Merayakan ulang tahun, apa bagusnya? Jikalau itu yang diharapkan @L0IALITATE pada hari ini; dengan sebuah bingkisan yang telah dibungkus sedemikian rupa, juga sebuah kue stroberi di tangan.
"Untukmu."
Dimana dia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk @L0IALITATE seorang, tak terkecuali di hari istimewa ini. Senyum hangat terpoles lebar, saat Alucard memberikan sekotak cokelat buatannya sendiri kepada sang kekasih.
"Grangy, selamat hari kasih sayang."
@L0IALITATE Terkekeh pelan menyaksikan reaksi 'lucu' dari kekasihnya ini. Salah satu tangannya lantas terulur untuk menggenggam tangan milik Granger yang menganggur.
"Tidak masalah. Tidak perlu dipikirkan, oke? Kamu yang sekarang berada di sini saja, sudah menjadi 'hadiah natal terindah'."
/Menghela napas pendek, sebelum pasang tangannya menangkup kedua sisi wajah sang kekasih; memandangnya lurus di mata/
Hanya meminta saran, Grangy. Tidak lebih. Aku tidak akan sampai hati menjelek-jelekkan kekasihku sendiri di depan orang lain. Kamu itu sempurna, mengerti?
(reflek memejamkan matanya tatkala laku barusan terjadi. ketika ia membukanya kembali, ia sedikit melotot)
...Ha? Kau mengatakan sesuatu tentangku, di belakangku, selagi aku tidak ada? 💢
@L0IALITATE "Grangy.."
Sebuah gumaman tak jelas, sebelum rasionalitas milik si pirang seolah menguap entah kemana. Sepasang lengannya lantas melingkar pada pinggang sang kekasih, dia mendengkur rendah dan mengecup perpotongan leher Granger.
"Apa sejak awal kamu sengaja menggodaku, hm?"
@L0IALITATE Bukan apa-apa! 💦
/Menggeleng cepat, lantas sedikit mengeratkan pelukannya agar Granger tidak melihat dirinya yang sedang dibuat salah tingkah. Malunya../
Napsu makanku akan langsung menghilang saat melihat wajah jelek mereka, Grangy. Pokoknya tidak bisa.
@L0IALITATE Seiring dengan iris berwarna safir cerah yang menatap intens sosok sang kekasih, sebuah anggukan lantas diberikan.
"Sudah. Makanya jangan terlalu sering mengurung diri di kamar, Grangy."
/Alucard cemberut mendengar pernyataan barusan. Dilayangkan sebuah cubitan kecil pada pangkalan hidung Granger/
Hei, dia tidak membawa pengaruh buruk kokーsetidaknya Claude dan Gusion selalu mendengarkan curhatanku tentangmu, yah meskipun kadang saran dari mereka 'ajaib' sih.
(cahaya berpendar dalam tilikan matanya yang tetap saja membosankan; namun sedikit memancarkan kepuasan. kebiasaan ketika salah tingkah, ia menggigit kecil bibirnya)
...Iya, aku percaya. Kau selalu belajar dari orang yang membawa pengaruh buruk.
@L0IALITATE Alucard yang melihat laku sang kekasih, lantas ikut membantu dengan membereskan beberapa barang yang masih berserakan di atas meja tersebut; meski sedikit terkejut, dia tahu jikalau Granger ingin menghabiskan malam tahun baru bersama.
"Grangy, kenapa sampai repot-repot segala?"
@L0IALITATE Aku pikir hal yang lain…
/Cicit si pirang, sebelum mengedarkan pandang ke arah lain; sulit rasanya untuk tidak terlihat seperti seorang idiot di dekat sang kekasih/
Ugh, tidak sempat. Lagipula tidak enak memasak makanan dengan tubuh lengket dan penuh cipratan darah iblis.
@L0IALITATE /Wajahnya lantas kehilangan kendali saat mendengar kata-kata ambigu barusan. Alucard tampak sedikit gelagapan, terlebih saat Granger semakin mempersempit spasi yang tercipta/
Eh!? Mau diapakan, maksudnyaーo, oh, daging ya? Terserah Grangy saja sih, masakanmu selalu enak.
/Asalkan ada Granger, dunia kecilnya akan terasa lengkap. Dia mengecup daun telinga sang kekasih, lalu mundur, mempertemukan pandangan keduanya seusai momen manis itu/
Belajar dari Claudeーtapi yang ini benar dari lubuk hati paling dalam, aku sedang tidak menggombal, serius.
(seperti apa wajahnya terlihat saat ini, beruntung hanya dirinya yang tahu;
andai ia bisa selalu mengabaikan segalanya di sekitar, sebagaimana waktu terhenti ketika mereka sedang bersama.)
Permainan katamu semakin bagus saja, Alucard.
@L0IALITATE /Alucard lantas terkekeh pelan, sebelum mengusap puncak kepala sosok lainnya itu dengan lembut/
Hm? Nanti saja, aku masih ingin bermanja-manjaan denganmu.
/Sebuah anggukan tanpa keraguan. Hingga perasaannya kembali menghangat; dia tidak memperdulikan apapun pada saat ini, hanya Granger. Miliknya seorang/
Ada ataupun tidak, aku akan selalu memikirkanmu. Kamu adalah duniaku, Grangy.
(memperlakukannya seperti harta berharga ketika ia bahkan tidak serapuh itu; Alucard yang seperti ini adalah miliknya. ia bahagia.
ditenggelamkannya wajah pada bahu tegap sang kekasih, isyarat tak ingin dilepaskan)
...Ya. Jangan pikirkan hal yang tidak relevan ketika ada /aku/.
@L0IALITATE /Langsung saja menghamburkan diri ke arah sang kekasih sambil mengulum senyum lebar; kalau bersikap manis seperti ini, pasti dia sedang ada maunya/
Grangy, hari ini makan daging ya? Aku bosan selama misi kemarin hanya makan kentang rebus saja.
/Tersenyum puas atas respon yang didapatkan, dengan menggeser tubuh dan menghapus spasi yang tercipta, dia lantas merengkuh tubuh sosok terkasihnya itu penuh kehati-hatian/
Mm, tidak lagi. Aku sudah lama tidak memikirkan hal seperti itu. Karena aku sudah memiliki Grangy di sini~
(dan sepasang mata itu, pun terbuka sedikit lebih lebar berkat kecupan yang menyapu bibir──mempertemukan pandangan keduanya.
sulit mengalihkan miliknya agar tidak lagi berdebar.)
...Kau sendiri, bukankah kata-kata itu juga berlaku untukmu?
/Alucard dan sifat keras kepalanya. Tahu maksud dari senyuman yang barusan, dia lantas menangkup sisi wajah sang kekasih dengan sedikit tergesa, sebelum mendaratkan kecupan di bibir/
Grangy, kamu itu berharga, terlebih untukku. Jangan pernah meragukan keberadaanmu sendiri, oke?
(kedua mata rubi mengerjap, sebelum empunya memilih untuk mendengus pelan dan tersenyum kecil setelahnya.
terhibur oleh ucapan Alucard; meski sangsi jelas terlihat dari caranya tersenyum barusan.)
Begitu, kah?