OBSESSION seperti berusaha mengemis iba untuk laki-laki incel, dan juga mimpi basah laki-laki. Navarrette's exceptional performance couldn't even save this lame film. Film sama sekali gak menunjukkan keberpihakannya pada seseorang yang hak otonominya dirampas gitu aja sama orang yang super duper cupu dan gak berani bertanggungjawab itu. Pun, setelah banyak kejadian aneh—terutama satu kejadian yang menyedihkan itu—Bear ngga diberikan sedikitpun rasa bersalah atas apa yang ia lakukan pada Nikki, bahkan sampai akhir filmnya. Bear hanya merasa bersalah dan sengsara ketika kenyamanannya diusik, bukan karena ia sadar ia telah menyengsarakan orang lain.
Film juga ngga mempertanyakan kewarasan Bear di setiap kejadian anehnya, ia justru mempertanyakan Nikki—Barker menciptakan karakter teman-temannya yang melihat Nikki sebagai "si cegil" dan menempatkanya sebagai sumber masalah, hingga (sebagian) penonton pun dibuat berpikir demikian. Sampai akhir pun, Nikki tetaplah "the freaky Nikki" tanpa agensi atau victory apapun, very unfortunate karena she was a lovely person in the beginning. Yhaa tapi kalau kita hidup di tengah lingkungan yang apa-apa menyalahkan perempuan—termasuk penggunaan kata "cegil" yang ditujukan kepada perempuan yang "menggila" akibat tindakan laki-laki—susah juga...
agak kaget melihat diskursus film obsession yang sebagian besar berpusat pada Nikki dan kelakuan “cegil” dia. padahal itu semua juga datang dari sifat egois bear dari awal hingga akhir film.
Ada paradoks menarik ketika menggunakan komedi untuk punching up, tapi alat pukulnya adalah olokan terhadap identitas kaum marginal. Targetnya mungkin orang berkuasa, tapi dampaknya justru memperkuat stereotip dan makin mendehumanisasi mereka yang sejak awal paling rentan.
Di dunia patriarki, perempuan yang nggak membalas perasaan laki2 adalah villain dan dirasa wajar untuk dipelet.
Padahal jelas2 Bear yg pengecut dan gak bisa terima penolakan!