Pasien yg dirawat dg BPJS itu dibayar per paket penyakit.
Tidak tergantung: lama hari rawat, jumlah tindakan yg dilakukan, jumlah obat yg dipakai atau jumlah dokter & nakes yg merawat
Misal paket rawat inap pasien TBC paru di RS tipe B, dihargai 2 juta.
Artinya ketika pasien dirawat inap sbg pasien TBC paru, maka :
Mau lama atau tidak di rawat,
Mau sedikit atau banyak tindakan yg dilakukan,
Mau sedikit atau banyak obat yg diberikan,
Mau satu atau lebih dokter yg merawat,
Maka BPJS akan membayar klaim setelah melalui proses panjang cek & ricek=> sebanyak 2 juta
Masalahnya adalah
1. Harga paket tiap penyakit ini mengambil harga terendah, akhirnya dibawah standar. Bahkan sudah 10 tahun berjalan, belum ada kenaikan harga yg berarti, pdhl iuran BPJS sudah bbrp kali naik.
Prinsip BPJS : : "Kendali mutu, kendali biaya"
Biayanya dikendalikan seminimal mungkin, tapi maksa bermutu
Mungkinkah ?
Jadi tetap sulit berharap akan untung banyak, walau pasien dirawat dalam tempo yg sesingkat-singkatnya.
2. Manusia dengan penyakit yg sama belum tentu respon pengobatannya sama terhadap obat & pengobatan yg sama. Bahkan orang kembar saja bisa berbeda.
Ada orang yg bisa membaik dan sembuh hanya 3 hari, tapi ada juga yg butuh sampai sebulan.
Ilmu kedokteran bukan ilmu matematika, 1 + 1 jadi 2. Karena itu tidak bisa dipaksa sama pengobatan untuk semua orang.
Ada orang yg baru dirawat 3-5 hari saja sudah membaik, tapi ada juga bahkan dirawat sudah hampir sebulan tapi masih terbaring lemah, padahal penyakit sama, obatnya sama dan bahkan dokter yg merawat juga sama.
Tapi begitulah, ilmu kedokteran memang individual.
Bagaimana pengalaman saya soal pasien yg dipulangkan sebelum sembuh ?
Maksudnya bukan sampai "sembuh", tapi sampai "layak dipulangkan & bisa lanjut rawat jalan" ya..
karena kalau sampai sembuh, pasien TBC paru jadi minimal 6 bulan dong dirawat inap, kan baru bisa dinyatakan sembuh setelah 6 bulan pengobatan 🙈
Pengalaman di RS- RS saya, jika ada pasien yg biayanya sudah melampaui klaim, jika belum layak pulang biasanya dirujuk, mereka tidak mau bermasalah dgn memulangkan pasien dg kondisi demikian.
Jika sulit mendapat RS rujukan, biasanya pengobatan tetap diberi, tapi sudah tidak maksimal, biasanya semua biaya akan menjadi tanggungan rugi RS.
Tapi saya sering dapat curhatan, bahkan pernah kejadian yg dialami sejawat saya yg ortunya dirawat di sebuah RS,
harusnya post operasi masih beberapa hari di ICU, tapi sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa & kemudian dipulangkan, dan akhirnya beberapa hari meninggal dirumah.
Bicara teori tidak semudah pelaksanaan dilapangan.
Betapapun dibuat ancaman, namanya orang membuat RS demi mencari untung, tentu mereka akan melakukan segala cara agar bisa bertahan, dimana saat ini sudah banyak RS yg kolaps krn tidak mampu menghadapi kondisi ini.
Saran saya :
Dalam pelayanan kesehatan, jangan dibuat harga per paket.
Karena ini akan membatasi pengobatan.
Kami dokter jadi dilema terus dalam mengobati pasien.
Bayarlah suai dgn fakta biaya yg dikeluarkan untuk mengobati pasien, sama seperti dulu sebelum ada BPJS.
Berikan kepercayaan penuh pada dokter dalam mengobati pasiennya.
Dokter dididik & disumpah untuk mengobati pasien dg pengobatan terbaik & obat terbaik.
Pengobatan & obat terbaik tidak selalu obat mahal atau obat paten, tapi pengobatan & obat terbaik yg sesuai dengan penyakitnya.
Tidak seperti sekarang,tindakan yg diberi hanya bisa jika ada dalam coding BPJS, demikian juga obat hanya sesuai coding fornas BPJS saja
Takut dokter main dg rep obat ?
Kan obat bisa dibuat segenerik mungkin, aturlah ketentuan penggunaan obatnya, seperti yang dulu diberikan pada pasien ASKES, Jamsostek & Kartu Miskin.
Saya berharap pada pembuat kebijakan, terutama Presiden terpilih nanti, tolong perbaiki sistem ini.
BPJS jangan dibubarkan, tapi diperbaiki lagi,
agar dokter bisa memberikan terapi & obat yg terbaik suai keilmuan
Pasien mendapatkan haknya, pelayanan kesehatan terbaik yg dijamin negara👍
<Cat’s Life> - Trailer 😽 Rrou sebagai kucing kota akan mengajak kamu melihat sudut pandangnya memandang alam liar. Pencinta anabul pasti gemes nggak sih ngeliatnya?
#CatsLife tayang mulai 11 Oktober di CGV.
#SemuaSerudiCGV