Menangislah, bila harus menangis
Karena kita semua manusia
Luapkan sedihmu sampai tuntas, sampai plong, Lautaro
Setelahnya, istirahat & kumpul keluarga. Jangan mikir lainnya dulu, kesehatan mentalmu yang utama
Sejak tahun 1982, ada satu hukum tidak tertulis yang tak pernah patah yakni laga Final Piala Dunia selalu dihadiri oleh minimal satu pemain Inter Milan
Selama lebih dari empat dekade, tradisi sakral ini terus bertahan melintasi berbagai generasi emas Nerazzurri, mulai dari era Beppe Bergomi, Ronaldo Nazario, hingga Lautaro Martinez
Fakta mencengangkan ini membuktikan bahwa DNA Inter selalu melekat pada partai paling prestisius di jagat raya
Apakah capaian ini hanya murni sebuah kebetulan atau bukti bahwa Inter adalah produsen pemain bermental juara?
Saat Argentina menang lawan Mesir, yang MOTM yang penyama skor, bukan yang buat asis ciamik atas gol ketiga sehingga keadaan berbalik.
Saat Argentina menang lawan Swiss, yang MOTM yang cetak gol pembalik keadaan yaitu Julian Alvarez.
Saat Argentina menang lawan Inggris, yang MOTM yang ngasih asis bukan yang cetak gol.
Benar kata Acerbi di wawancara terbarunya, dunia sepakbola tidak pernah benar-benar memperhatikan Lautaro.
ini dia. lawan argen justru lebih aman main terbuka daripada minta dikurung sama messi yang banyak akal. apalagi masih nyisa 20 menitan, itungannya masih lama banget itu untuk tim yang memilih bertahan
messi ketika buntu di tengah, dia bisa jadi winger dadakan yang jago ngasih umpan, kalo dulu di maria cuma bisa kaki kiri, messi bisa crossing pake kaki kanan kiri, bahkan bisa nendang pake dua kaki. ajaib emang nih ginanjar
🚨 Cristiano Ronaldo: “I will wake up tomorrow with same mood as I did today. I did my best”.
“I won three titles with Portugal, before me it was ZERO titles. I can only be happy”.