i hate large crowds, but i really love concerts. i hate loud noises, but i love loud music. i hate talking to people, but i'm the most talkative person when i'm comfortable. i hate change, but i love trying new things. it feels weird, but i love it.
merapal segala doa baik untuk semua peluh dan juang yang akan dan sedang dihidupkan di hari ini. semoga keselamatan selalu jadi kawan perjalanan, dan apa-apa yang disuarakan bisa segera kita dapatkan.
eh sumpah cowo GAK AKAN PERNAH berhak in any circumstances any conditions any positions KOMENTAR (apalagi NGATUR) tentang hijab perempuan (or how women dresses at ALL), menstruasi, kehamilan, dan bagaimana perempuan memutuskan buat menjalani hidupnya
"Makanya cewek kalau ga suka sama cowok ya tinggal tolak aja"
"Bodoh bgt ceweknya mau sama cowok toxic, padahal tinggal putusin aja cowoknya"
Cowok ketika ditolak dan diputusin:
nemu kalimat ini : “Semua pertemanan itu sehat kalau “jaraknya” cukup.”
Jadi keinget di buku The Things You See When You Slow Down, "hubungan" dengan orang lain entah itu pertemanan, pasangan, dan lainnya itu diibaratkan sebagai duduk di sekitar api unggun. Kalau terlalu dekat, kita bisa sakit karena terbakar oleh panasnya. Namun, kalau terlalu jauh, kita sulit merasakan kehangatannya. That is why, "jaga jarak" itu penting.
The concept of “jangan keliatan banget kecintaannya” or “dikurangi kecintaannya” tuh jujur gak pernah masuk di aku. Like why can’t we just love someone to the fullest? Kalau aku punya banyak cinta buat seseorang, kenapa harus sengaja dikasih setengah?