ternyata benar, disaat kita ikhlas, kita bener-bener pasrah, disaat "biarlah Tuhan yg atur semuanya". nyatanya apa yg Tuhan atur untuk kita, itu jauh lebih indah dari pada apa yg kita atur, karena Tuhan tau apa yg terbaik untuk kita.
mulai sekarang, cobalah belajar untuk membiasakan diri dengan keadaan yang kurang berpihak kepadamu, belajar mengikhlaskan sebuah kepergian. yang terpenting, belajar bagaimana seharusnya menjadi seorang manusia yang bisa menerima ketetapan-ketetapan yang telah Tuhan gariskan.
tentang menghargai.
hidup itu memang ngga selalu minta feedback. tapi seenggaknya, perlakukan orang-orang yg ada disekitarmu dengan baik, seperti kamu ingin diperlakukan. jangan pernah egois dalam hidup, karena ngga semua apa yg kamu inginkan bisa kamu dapatkan.
boleh aja sayang sama manusia, tapi jangan dijadiin rumah. manusia itu dinamis, sedangkan rumah itu harus statis. kalo manusia dijadiin rumah, terus nanti pas lagi cape atau kangen pengen pulang, terus tiba-tiba rumahnya malah berubah atau pindah gimana? yg ada kamu akan kecewa,—
menganggap bahwa manusia sebagai rumah adalah sebuah kesalahan. devinisi manusia itu; perasa, melindungi, bergerak. sedangakan devinisi rumah; ga bisa merasa, melindungi, ga bisa bergerak. manusia emang butuh dimengerti, entah dari manusianya itu sendiri atau sebuah tempat sunyi.