Gak bener ini!
Mana ujung-ujungnya affiliate lagi, jangan segitunyalah sampai nyebarin informasi kurang tepat begini.
Izin gue jelaskan ya.
Postingan begini adalah satu miskonsepsi yang sering ditemui di media sosial mengenai gula dan kanker.
Faktanya emang ada fenomena yang namanya ๐ช๐ฎ๐ฟ๐ฏ๐๐ฟ๐ด ๐ฒ๐ณ๐ณ๐ฒ๐ฐ๐ yaitu sel kanker lebih banyak pakai jalur glikolisis buat produksi energi, bahkan saat oksigen cukup. Tapi ini bukan berarti sel kanker aja yang butuh gula. SEMUA sel tubuh, termasuk otak, otot, dan jantung, juga butuh gula buat berfungsi dan bertahan hidup.
Selain itu, tubuh punya proses pembentukan gula atau glukoneogenesis di hati. Kalau asupan gula dari makanan disetop total, hati tetap produksi glukosa dari protein dan lemak buat jaga kadar gula darah.
Jadi konsep "starve" tumor dengan stop gula total itu secara fisiologis nyaris nggak mungkin, karena yang kena dampak duluan malah cadangan otot pasien sendiri, yang justru krusial buat daya tahan selama menjalani pengobatan.
Sebagian kanker juga bisa menggunakan glutamine, suatu asam amino, sebagai sumber energinya, terutama saat gula terbatas. Ada juga sel kanker tertentu yang dapat menggunakan lemak dan laktat daur ulang untuk proses pembentukan energinya. Jadi sebenarnya sel kanker itu ๐ข๐๐ฉ๐๐๐ค๐ก๐๐๐๐ก๐ก๐ฎ ๐๐ก๐๐ญ๐๐๐ก๐.
Konsumsi gula berlebih memang diketahui berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya kanker. Namun hal tersebut dijembatani oleh peningkatan sindrom metabolik, yang notabene berhubungan dengan peningkatan risiko beberapa kanker.
๐๐ฒ๐๐ถ๐บ๐ฝ๐๐น๐ฎ๐ป
Jadi gula itu bukan "makanan khusus" kanker, melainkan makanan semua sel di badan kita.
Yang perlu dikontrol itu gula tambahan berlebih buat cegah obesitas dan diabetes, bukan menghindari gula total sampai berisiko malnutrisi saat menjalani kemo atau radiasi.
Kalau kalian atau keluarga lagi jalani terapi kanker, konsultasi ke dokter ya, jangan melakukan self-diet ekstrem. BAHAYA!
You can say what you want about Iran but they're definitely pretty unique in their communication: never seen a country threaten another with a math equation before ๐
For those who didn't get it: there is a famous monetary policy formula used by the Fed called the "Taylor rule" that says a central bank's policy rate (i) should equal the neutral real rate (r*) plus target inflation (ฯ*), plus 1.5 times the inflation gap and 0.5 times the output gap (the "i = r* + ฯ* + 1.5(ฯโฯ*) + 0.5(yโy*)" part of Ghalibaf's formula).
Ghalibaf adds ฮฑ(SOHโSOH*) and ฮฒ(BEMโBEM*): SOH referring to the Strait Of Hormuz and BEM to Bab El-Mandeb. Both have positive coefficient, meaning the more those chokepoints are choked, the higher the rate the Fed would have to set to fight the resulting inflation.
In a nutshell this is Ghalibaf trolling the Fed, telling them that Iran is - in a very real way - setting American monetary policy.
[CO Concentration Alert] 11 Sep 09:40 WIB
Warga Banten, Jakarta, Jabar, udah cek keluar rumah? Kerasa butek/abu-abu dengan jarak pandang yang lebih pendek?
Konsentrasi polutan CO saat ini sangat tinggi (berbahaya)โ ๏ธ
Jangan lupa pakai masker ya kalau keluar ruangan. Stay safe!
@worksfess Kerjain aja dulu, pelajari file2 warisan sampe paham formula dan dependency nya, lalu coba improve dan build on that
Formula itu tools, kalo logic lu jalan lu bakalan tau sendiri perlu pake yang mana
The anti-memorization movement has left millions of students unable to think because every elementary operation consumes working memory.
For instance, solving equations feels smooth when basic arithmetic is automatic. It's like moving puzzle pieces around, and you just need to identify how they fit together.
But without automaticity on basic arithmetic, each puzzle piece is a heavy weight. You struggle to move them at all, much less figure out where they're supposed to go.
Itโs the same all the way up the ladder of math: from arithmetic, to algebra, to calculus, to all sorts of university-level math and beyond.
KDM daripada susah nyari duit dan ngeluh APBD Jabar ga segede DKI. Mending bikin app Judol palsu, nah nanti duit depo judol dari orangยฒ Jabar masuk ke anggaran Pemda Jabar
INFORMASI TERKINI:
Sehubungan dengan berkurangnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, 3 bandara PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) akan kembali melayani operasional penerbangan:
โ ๏ธUpdate: Informasi resmi dari @IndonesiaGaruda, mulai malam ini (๐ฆ๐ฒ๐น๐ฎ๐๐ฎ, ๐ด ๐ฆ๐ฒ๐ฝ๐๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฒ๐ฟ ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฒ ๐ฝ๐๐ธ๐๐น ๐ฌ๐ฌ.๐ฌ๐ญ ๐ช๐๐), penerbangan maskapai Garuda Indonesia dari dan menuju Jakarta akan kembali dibuka secara bertahap.
Update sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau per 07SEP 1210WIB.
Kabar bagus:
1. Sebaran debu di Samudera Hindia akan menurun kadarnya ke tingkat muatan abu yang aman per dini hari esok.
2. Paper Test di WIII/CGK dan WIHH/HLP dikabarkan sudah negatif.
Kabar buruk:
Observasi dan Prakiraan sebaran abu diatas pulau Jawa bagian barat dan Sumatera bagian selatan menunjukkan abu masih ada di atmosfir hingga ketinggian 15,000 kaki, dan ini masih menjadi pertimbangan airline untuk kapan mulai beroperasi.
Hingga saat ini masih belum ada penerbangan keluar/masuk ke CGK maupun HLP.
Kemungkinan bandara baru akan dibuka pada 1800WIB berdasarkan NOTAM yang terbit hari ini.
Masing-masing maskapai tentu akan membutuhkan waktu beberapa jam untuk persiapan pemulihan operasi mereka.
Polygon tebaran abu di atmosfir yang tertera masih berpotensi untuk merusak mesin pesawat atau menggerus usia mesin pesawat sehingga masih memungkinkan maskapai2 menunggu analisa lebih lanjut sebelum memulai pemulihan operasi.
Jika anda berencana terbang dari/ke bandara CGK maupun HLP, cek terlebih dahulu dengan maskapai anda.
Update Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 7 Septermber 2026 pukul 15.00 WIB, teridentifikasi dua klaster debu vulkanik Gunung Anak Krakatau:
- Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 15.000 ft (4,5 km) teramati ke arah barat daya - barat laut, mencakup sebagian Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten serta perairan sekitarnya.
- Sementara itu, sebaran dari permukaan hingga ketinggian 50.000 ft (15,2 km) teramati ke arah barat daya - barat, mencakup Samudra Hindia di sebelah barat - barat daya Bengkulu, Lampung, dan Bnaten menjauhi wilayah Indonesia.
Update Peta Zona Merah Abu Vulkanik Anak Krakatau per 15:30 WIB
Yang MASIH di Zona Merah: Cilegon, Cimanggu, Bandar Lampung, Kota Agung, Gunung Sunggih, Metro, Liwa, Pringsewu
Sisanya diluar Zona Merah ๐ฅฐ
InaSIAM @infoBMKG
Maps: https://t.co/EN0H4RAZUU
BARU, FRESH FROM OVEN !!
Perkembangan Aktivitas Gunung Anak Krakatau 7 September 2026, pukul 06.00 WIB
Dengan hormat, dilaporkan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebagai berikut:
Kondisi terkini
Episode erupsi menerus yang berlangsung sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB telah berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB, setelah berlangsung sekitar 25 jam. Setelah itu, aktivitas kembali berupa erupsi strombolian yang merupakan karakteristik erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini.
Hasil pemantauan
Pada periode 6โ7 September 2026 teramati erupsi strombolian dengan kolom erupsi berwarna hitam setinggi maksimum 300 meter di atas puncak. Secara instrumental terekam 3 kali gempa erupsi, 62 kali gempa hembusan, 54 kali gempa harmonik, 174 kali gempa frekuensi rendah, 198 kali gempa hybrid/fase banyak, serta kegempaan vulkanik lainnya.
Energi aktivitas vulkanik berdasarkan nilai RSAM sempat meningkat pada 5 September 2026, kemudian menurun kembali pada 6 September 2026. Data deformasi belum menunjukkan perubahan signifikan yang mengindikasikan peningkatan tekanan secara cepat.
Evaluasi
Berakhirnya erupsi menerus dan kembalinya pola erupsi strombolian untuk sementara diinterpretasikan sebagai berakhirnya satu episode erupsi menerus. Namun, dinamika aktivitas vulkanik masih tinggi dan kemungkinan terjadinya erupsi kembali dalam waktu dekat masih tetap ada.
Potensi bahaya utama berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, awan panas, serta aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.
Status dan rekomendasi
Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap Level III (Siaga). Masyarakat, wisatawan, dan pelaku pelayaran tidak diperbolehkan memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.
Masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung diimbau tetap tenang. Aktivitas erupsi saat ini tidak memicu tsunami, sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti informasi resmi dan arahan pemerintah daerah.
Tindak lanjut
Badan Geologi melalui PVMBG terus melakukan pemantauan intensif secara visual dan instrumental. Status serta rekomendasi akan segera dievaluasi apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.
Demikian dilaporkan.
Kepala PVMBG
Update: Bandara Soetta udah diperpanjang penutupannya berkali-kali hari ini gara-gara abu vulkanik Anak Krakatau , dari estimasi awal jam 9 pagi, molor ke jam 1 siang, sekarang jadi jam setengah 6 sore.
Bukan lambat ngurus, tapi emang begitu cara kerja mitigasi bencana yang bener.
Sebaran abu vulkanik itu sifatnya dinamis, bisa berubah arah & ketinggian kapan aja tergantung angin.
Makanya otoritas nggak berani kasih kepastian jam pasti , mereka update tiap ada hasil tes ulang, bukan asal nebak.
Ini konsep adaptive management dalam manajemen krisis: keputusan diambil bertahap berdasarkan data terbaru, bukan sekali putus di awal terus dipaksa jalan walau kondisi berubah.
Kedengarannya bikin runyam buat penumpang, tapi justru itu yang bikin lebih aman ketimbang maksain penerbangan lewat abu vulkanik yang bisa matiin mesin pesawat di udara.
Yang lagi transit atau mau terbang: pantau NOTAM & kanal resmi maskapai, jangan datang ke bandara sebelum ada kepastian.